• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 30 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Tujuh Penghambat Kebahagiaan

Juli 29, 2025
in Healthy
Tujuh Penghambat Kebahagiaan

Tujuh Penghambat Kebahagiaan (foto: pixabay)

164
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TUJUH penghambat kebahagiaan dijelaskan oleh Motivator Parenting dari Rumah Pintar Aisha Randy Insyaha sebagai berikut.

1. Berburuk Sangka

Penghambat kebahagiaan yang pertama adalah berburuk sangka. Saat kita diuji dengan sedikit masalah lalu kita berburuk sangka kepada Allah.

Kita menganggap Allah tidak sayang, Allah tidak adil. Saat diuji hendaknya kita muhasabah diri. Kita introspeksi diri, mengapa Allah memberiku ujian seperti ini.

Barangkali ada dosa yang kita lakukan sehingga Allah ingin menghapus dosa kita itu dengan ujian. Mungkin ada orang yang kita sakiti, lalu Allah tegur diri kita dengan ujian.

Setelah itu, mohon ampun kepada Allah dan mendekat kepada Allah. Minta pertolongan agar ujian ini segera Allah beri solusinya.

“Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.” (HR. Tabrani dan Ibnu Hibban)

Termasuk juga suudzon kepada orang lain. Nah, agar kita tetap bahagia, biasakan untuk berprasangka baik/husnudzon kepada Allah ataupun kepada orang lain.

Tujuh Penghambat Kebahagiaan

Orang yang selalu berprasangka baik hidupnya akan tenang, damai dan bahagia sebaliknya orang yang selalu berprasangka buruknya hidupnya akan gelisah, suka marah-marah, sensitif dan ujungnya banyak melakukan dosa ghibah.

Misalnya nih, saat kita melihat tetangga sedang menyapu jalan, sebenarnya perbuatan ini adalah perbuatan yang biasa bukan, atau bisa kita umpamakan nilainya netral.

Perilaku membersihkan jalanan bisa positif atau negatif, itu tergantung persepsi masing-masing orang.

Kalau orang yang berpikir positif maka ia akan mengatakan, “Ibu itu baik sekali menyapu jalanan sehingga membuat orang lain nyaman, semoga dengan kebaikannya menjadi keberkahan”.

baca juga: Balon Kebahagiaan

Berbeda dengan orang yang berpikir negatif, ia akan mengatakan, “Alah… sok bersih paling cari muka”.

Contoh lagi nih, saat kita sedang jalan di genangan air, tiba-tiba ada mobil berjalan cepat sehingga sebagian air genangan muncrat mengenai celana kita.

Orang yang berpikir negatif, mereka akan marah, ngomel, mengumpat, meneriaki bahkan melempar batu ke mobil tersebut.

Mereka mengatakan, “Orang tidak tahu diri, tidak sopan, tidak tahu tata krama, gue sumpahin nabrak lu”.

Sedangkan orang yang berpikir positif maka ia akan mengatakan, “Ooo nggak apa-apa, mungkin iya keburu-buru ke rumah sakit, istrinya mau melahirkan”.

Dengan berprasangka positif maka hati kita akan lebih tenang, lebih damai, lebih nyaman. Jadi orang yang negatif itu, meskipun orang lain melakukan tindakan sebaik apapun tetap saja ia akan berprasangka buruk.

Orang yang tabiatnya berprasangka buruk itu selamanya hidupnya tidak nyaman, tidak damai, tidak tenang.

“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Sobat, kita harus selalu melihat dari sisi yang positif.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ada sebuah cerita. Ketika itu ada sebuah cluster kecil dengan beberapa rumah di dalamnya.

Ada sebuah keluarga yang merasa dikucilkan dalam cluster itu. Tentu saja keluarga itu tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.

Namun, keluarga itu melihat dari sisi positifnya. Dengan kondisi mereka dikucilkan di cluster, keluarga ini akhirnya menjalin pertemanan dan persahabatan di luar cluster.

Ia rajin berkunjung, bersilaturahmi, berbagi di luar klasternya. Akhirnya keluarga ini memiliki banyak teman, banyak sahabat.

Keluarga ini bisa mengambil sisi positif dengan kondisinya yang dikucilkan di cluster. Lalu ia sudah tidak tergantung lagi dengan yang di dalam cluster.

Lama-lama yang di dalam cluster mulai kembali mendekati keluarga ini dan mulai normal kembali hubungannya.

Ini adalah salah satu contoh bagaimana kita bisa mengambil sisi positif dari sebuah peristiwa yang tidak kita sukai.[ind]

bersambung

Tags: mental healthParentingrandy insyaharumah pintar aishatujuh penghambat kebahagiaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kelaparan Akut di Gaza: Derita yang Diciptakan Secara Sistematis

Next Post

Misi Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza, Maemuna Center Tugas Tim ke Kairo

Next Post
Misi Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza, Maemuna Center Tugas Tim ke Kairo

Misi Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza, Maemuna Center Tugas Tim ke Kairo

Seorang Suami yang Menyimpan Voice Note Istrinya

Seorang Suami yang Menyimpan Voice Note Istrinya

Mekah Kecil di Negeri Cina itu Bernama Linxia

Mekah Kecil di Negeri Cina itu Bernama Linxia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7668 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3237 shares
    Share 1295 Tweet 809
  • AAW Unpad Pertemukan Profesor Amerika dan Jurnalis Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Gading Paradise Kebumen Menghadirkan Wisata ala Eropa

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Resep Seblak Mie Shirataki, Ide Olahan Menu Otentik untuk yang Sedang Diet

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003
  • Bahaya Kebiasaan Meminjam Helm

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga