• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 26 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Tujuh Penghambat Kebahagiaan

04/06/2026
in Healthy
Tujuh Penghambat Kebahagiaan

Tujuh Penghambat Kebahagiaan (foto: pixabay)

168
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TUJUH penghambat kebahagiaan dijelaskan oleh Motivator Parenting dari Rumah Pintar Aisha Randy Insyaha sebagai berikut.

1. Berburuk Sangka

Penghambat kebahagiaan yang pertama adalah berburuk sangka. Saat kita diuji dengan sedikit masalah lalu kita berburuk sangka kepada Allah.

Kita menganggap Allah tidak sayang, Allah tidak adil. Saat diuji hendaknya kita muhasabah diri. Kita introspeksi diri, mengapa Allah memberiku ujian seperti ini.

Barangkali ada dosa yang kita lakukan sehingga Allah ingin menghapus dosa kita itu dengan ujian. Mungkin ada orang yang kita sakiti, lalu Allah tegur diri kita dengan ujian.

Setelah itu, mohon ampun kepada Allah dan mendekat kepada Allah. Minta pertolongan agar ujian ini segera Allah beri solusinya.

“Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.” (HR. Tabrani dan Ibnu Hibban)

Termasuk juga suudzon kepada orang lain. Nah, agar kita tetap bahagia, biasakan untuk berprasangka baik/husnudzon kepada Allah ataupun kepada orang lain.

Tujuh Penghambat Kebahagiaan

Orang yang selalu berprasangka baik hidupnya akan tenang, damai dan bahagia sebaliknya orang yang selalu berprasangka buruknya hidupnya akan gelisah, suka marah-marah, sensitif dan ujungnya banyak melakukan dosa ghibah.

Misalnya nih, saat kita melihat tetangga sedang menyapu jalan, sebenarnya perbuatan ini adalah perbuatan yang biasa bukan, atau bisa kita umpamakan nilainya netral.

Perilaku membersihkan jalanan bisa positif atau negatif, itu tergantung persepsi masing-masing orang.

Kalau orang yang berpikir positif maka ia akan mengatakan, “Ibu itu baik sekali menyapu jalanan sehingga membuat orang lain nyaman, semoga dengan kebaikannya menjadi keberkahan”.

baca juga: Balon Kebahagiaan

Berbeda dengan orang yang berpikir negatif, ia akan mengatakan, “Alah… sok bersih paling cari muka”.

Contoh lagi nih, saat kita sedang jalan di genangan air, tiba-tiba ada mobil berjalan cepat sehingga sebagian air genangan muncrat mengenai celana kita.

Orang yang berpikir negatif, mereka akan marah, ngomel, mengumpat, meneriaki bahkan melempar batu ke mobil tersebut.

Mereka mengatakan, “Orang tidak tahu diri, tidak sopan, tidak tahu tata krama, gue sumpahin nabrak lu”.

Sedangkan orang yang berpikir positif maka ia akan mengatakan, “Ooo nggak apa-apa, mungkin iya keburu-buru ke rumah sakit, istrinya mau melahirkan”.

Dengan berprasangka positif maka hati kita akan lebih tenang, lebih damai, lebih nyaman. Jadi orang yang negatif itu, meskipun orang lain melakukan tindakan sebaik apapun tetap saja ia akan berprasangka buruk.

Orang yang tabiatnya berprasangka buruk itu selamanya hidupnya tidak nyaman, tidak damai, tidak tenang.

“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Sobat, kita harus selalu melihat dari sisi yang positif.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ada sebuah cerita. Ketika itu ada sebuah cluster kecil dengan beberapa rumah di dalamnya.

Ada sebuah keluarga yang merasa dikucilkan dalam cluster itu. Tentu saja keluarga itu tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.

Namun, keluarga itu melihat dari sisi positifnya. Dengan kondisi mereka dikucilkan di cluster, keluarga ini akhirnya menjalin pertemanan dan persahabatan di luar cluster.

Ia rajin berkunjung, bersilaturahmi, berbagi di luar klasternya. Akhirnya keluarga ini memiliki banyak teman, banyak sahabat.

Keluarga ini bisa mengambil sisi positif dengan kondisinya yang dikucilkan di cluster. Lalu ia sudah tidak tergantung lagi dengan yang di dalam cluster.

Lama-lama yang di dalam cluster mulai kembali mendekati keluarga ini dan mulai normal kembali hubungannya.

Ini adalah salah satu contoh bagaimana kita bisa mengambil sisi positif dari sebuah peristiwa yang tidak kita sukai.[ind]

bersambung

Tags: mental healthParentingrandy insyaharumah pintar aishatujuh penghambat kebahagiaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keinginanmu Tidak Menjadi Kenyataan? Itulah Anugerah Allah

Next Post

ParagonCorp Mendukung Perlindungan Hutan di Jambi dan Kalimantan

Next Post
ParagonCorp Mendukung Perlindungan Hutan di Jambi dan Kalimantan

ParagonCorp Mendukung Perlindungan Hutan di Jambi dan Kalimantan

Awal Mula Kesuksesan Pendidikan Bermula dari Memilih Pasangan

Awal Mula Kesuksesan Pendidikan Bermula dari Memilih Pasangan

ParagonCorp Angkat Potensi Bioekonomi Indonesia di Forum Global London

ParagonCorp Angkat Potensi Bioekonomi Indonesia di Forum Global London

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9608 shares
    Share 3843 Tweet 2402
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1402 shares
    Share 561 Tweet 351
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2560 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2490 shares
    Share 996 Tweet 623
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • MUI Rilis Fatwa Ibadah Puasa dan Idul Fitri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Freedom, Film Dokumenter tentang Perjalanan Spiritual 50 Mualaf Dunia

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Alaska Tawarkan Turis Vaksin Covid-19 Mulai 1 Juni

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Anis Byarwati Kunjungi Dua Titik Pengungsian di Jakarta Timur

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga