• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Desember, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Menyambung Tali yang Putus

April 18, 2024
in Nasihat
Menyambung Tali yang Putus

Ilustrasi, foto: suaramuslim.net

84
SHARES
646
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SILATURAHIM itu menyambung tali persaudaraan. Dan lebih utama jika tali yang disambung itu sudah putus.

Umat Islam juga manusia. Sebaik-baik mereka, sebagus-bagus akhlak mereka; ujian putusnya tali silaturahim kadang sulit dihindarkan.

Ada saja sebabnya. Bisa datang dari kita, dari saudara kita, bisa juga dari pihak ketiga. Sebab utamanya biasanya tentang materi. Misalnya, jatah warisan.

Sebab ini yang paling dominan. Dan selalu menjadi sebab laten yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Karena itu, pihak orang tua mesti menyiapkan pemahaman dan mental anak-anak agar tidak terjebak pengaruh buruk warisan.

Mungkin juga ada sebab lain. Misalnya pihak ketiga yang mengadu-adu antar saudara yang jarang bertemu. Dan ujungnya ada kesalahpahaman.

Dan biasanya, antar saudara yang sudah sangat ‘dekat’, jika terjadi ‘koslet’, akan sulit didamaikan. Meskipun permusuhannya ‘silent’, alias saling diam.

Satu hal yang buruk dari putusnya tali silaturahim: terwariskan ke anak cucu. Jika yang putus antar anak-anak, orang tua bisa mendamaikan. Tapi jika yang putus antar orang tua, anak-anak justru akan ikut-ikutan.

Bagaimana solusinya?

Butuh pihak yang super hebat. Yaitu, mereka yang penuh kesadaran berusaha menyambung tali silaturahim yang putus.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Silaturahim (yang utama) bukanlah yang saling berbalas kebaikan. Melainkan, orang yang berusaha menyambung tali silaturahim yang terputus.” (HR. Bukhari)

Orang yang hebat ini bukan sekadar mendapat pahala dan pujian dari Allah subhanahu wata’ala. Melainkan juga menjadi orang-orang yang mendapat naungan di hari kiamat.

Masalahnya, bagaimana menjadi orang yang hebat itu? Yaitu, orang yang tetap sabar berbuat baik meski pihak satunya terus menganggapnya buruk.

Pertama adalah sikap ikhlas. Yaitu, sama sekali tidak mengharapkan balasan kecuali dari Allah subhanahu wata’ala.

Orang ini hanya sekadar menjalankan misi khusus dari Allah. Yaitu, menyambung tali silaturahim yang putus. Dan tak ada kepentingan apa pun dari manusia.

Kedua, ia ingin meneladani akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan begitu, upaya menyambung tali silaturahimnya bernilai ihyaus sunnah atau menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketiga, menjadi investasi kebaikan untuk anak cucu. Ketika anak cucu memahami upaya orang tuanya untuk terus menyambung silaturahim, suatu saat, mereka akan meneladani itu. Mungkin saja antar orang tua yang putus, tapi antar anak-anak tidak.

Ar-Rahim itu salah satu asma Allah. Artinya, Penyayang. Dan silaturahim bisa bermakna menyambung saling sayang karena Allah Yang Maha Penyayang.

Karena itu, selama kita ingin menerima kasih sayang dari Allah, sambunglah tali silaturahim yang terputus. [Mh]

Tags: Menyambung Tali yang Putus
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

8 Rekomendasi Wisata Outdoor Menarik di Jakarta

Next Post

Umroh Bersama Keluarga, Inilah Potret Tasya Farasya Kenakan Abaya Cantik

Next Post
Umroh Bersama Keluarga, Inilah Potret Tasya Farasya Kenakan Abaya Cantik

Umroh Bersama Keluarga, Inilah Potret Tasya Farasya Kenakan Abaya Cantik

Cara Memilih Pakaian yang Cocok dan Nyaman untuk Muslimah

Cara Memilih Pakaian yang Cocok dan Nyaman untuk Muslimah

Gunakan Waktumu Dengan Baik

Gunakan Waktumu dengan Baik agar Tidak Merugi

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7668 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3237 shares
    Share 1295 Tweet 809
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003
  • Gading Paradise Kebumen Menghadirkan Wisata ala Eropa

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Resep Seblak Mie Shirataki, Ide Olahan Menu Otentik untuk yang Sedang Diet

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Bahaya Kebiasaan Meminjam Helm

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Nasi Kebuli Ayam Istimewa

    217 shares
    Share 87 Tweet 54
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga