• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 20 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Jangan Jadi Orangtua Panikan

26/08/2026
in Parenting, Unggulan
Jangan Jadi Orangtua Panikan

(foto: bullying/pixabay)

89
SHARES
683
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JANGAN jadi orangtua panikan. Memang sih, namanya wanita itu dominan perasaan. Seringkali perasaan yang terlalu dominan menyebabkan wanita kurang mampu berpikir rasional.

Salah satu output yang muncul disebabkan dominasi perasaan pada wanita adalah kepanikan. Wanita itu mudah sekali panik jika menghadapi sebuah masalah.

Kepanikan yang ditunjukkan oleh seorang ibu itu, memiliki pengaruh negatif terhadap anak-anak. Misalnya nih, saat anak membuat masalah yaitu memecahkan piring lalu Bunda mendengar piring pecah langsung panik.

Seketika itu pula tanpa berpikir terlebih dahulu, Bunda langsung memarahi anak karena tidak hati-hati dan ceroboh dengan kata-kata negatif keluar dengan deras dari mulutnya.

Motivator parenting dari Komunitas Rumah Pintar Aisha, Randy Ariyanto, menjelaskan mengenai dampak ketika orangtua panikan.

Bun, berusahalah untuk tidak panik atau minimal belajar berusaha tidak panik, tetap tenang atau minimal lawan kepanikan itu dengan tetap tenang.

Ketahuilah Bun, kepanikan orang tua itu akan menular kepada anak. Dampaknya adalah anak juga akan mudah panik jika mendapatkan masalah.

Bunda telah mengajari anak untuk mudah panik. Bunda telah menanamkan kepanikan dalam jiwa dan karakter anak. Saat anak memiliki masalah maka anak cenderung mudah panik.

Itu disebabkan karena anak memiliki banyak pengalaman berada pada sebuah kondisi kepanikan yang Bunda ciptakan. Padahal Bun, sikap yang tepat saat menghadapi masalah adalah ketenangan.

Ketenangan itu berarti kita masih mengontrol diri kita sendiri. Dalam ketenangan, kita masih mampu menggunakan akal pikiran dengan baik.

baca juga: Orangtua Ada Tetapi Tidak Hadir

Jangan Jadi Orangtua Panikan

Sebuah masalah, jika dihadapi dengan ketenangan dan kesabaran maka pikiran kita akan mencari dan memberikan solusi yang lebih baik.

Sebaliknya masalah jika dihadapi dengan kepanikan dan ketegangan yang muncul adalah emosi dan kemarahan yang pasti berdampak negatif.

Jadi Bun, memang dominasi wanita itu perasaan yang dapat berwujud kepanikan saat mendapatkan masalah namun kita harus belajar untuk bersikap tenang dan sabar saat menghadapi masalah.

Jangan Bunda bagi mental kepanikan itu kepada anak tetapi bagilah sikap ketenangan kepada anak, agar kelak mereka mampu menghadapi berbagai masalah dengan penuh ketenangan karena ketenangan adalah sumber dari penyelesaian masalah.[ind]

Tags: Jangan Jadi Orangtua Panikan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Surga Kuliner Madinah Favorit Jamaah Indonesia

Next Post

Dukungan Selebriti Indonesia terhadap Korban bencana NTT dan Kalimantan

Next Post
Dukungan Selebriti Indonesia terhadap Korban bencana NTT dan Kalimantan

Dukungan Selebriti Indonesia terhadap Korban bencana NTT dan Kalimantan

Bencana dalam Perkara Agama

Bencana dalam Perkara Agama

Daftar Warisan Budaya yang Terbakar dalam Tragedi Kebakaran Desa Sade Lombok

Daftar Warisan Budaya yang Terbakar dalam Tragedi Kebakaran Desa Sade Lombok

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9364 shares
    Share 3746 Tweet 2341
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Kisah Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Mualaf Hafidz Qur’an

    222 shares
    Share 89 Tweet 56
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11775 shares
    Share 4710 Tweet 2944
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2373 shares
    Share 949 Tweet 593
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2416 shares
    Share 966 Tweet 604
  • Ular dan Penampakan Jin

    532 shares
    Share 213 Tweet 133
  • Jangan Terlalu Sibuk Hingga Lupa Pulang kepada Allah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Menghina Allah dalam Hati

    630 shares
    Share 252 Tweet 158
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga