• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

6 Perilaku yang Terjadi Jika Seorang Remaja Marah

30/04/2026
in Parenting, Unggulan
6 Perilaku yang Terjadi Jika Seorang Remaja Marah

foto: pixabay

90
SHARES
690
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

REMAJA yang marah akan berdampak pada perilaku atau perbuatan yang dilakukannya. Ada 6 perilaku yang mungkin dilakukan oleh seorang remaja yang sedang meluapkan emosi kemarahannya.

Ketua Hikari Parenting School Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. menjelaskan tentang perilaku yang berhubungan dengan kemarahan pada remaja.

Remaja jauh lebih mandiri daripada anak-anak yang lebih kecil dan mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara yang sama seperti orang dewasa.

Namun, ekspresi kemarahan dapat keluar secara negatif seperti, menjadi mudah tersinggung, membangkang, dan berisiko tinggi, melibatkan berbagai tindakan tidak sehat bahkan merusak (Travis, 2012).

Baca Juga: Mengajarkan Remaja Mengatasi Kemarahan

6 Perilaku yang Terjadi Jika Seorang Remaja Marah

Contoh lain dari perilaku yang berhubungan dengan kemarahan yang dirasakan remaja adalah sebagai berikut.

Berperilaku kasar dan tidak sopan kepada orang dewasa.

Meskipun marah, perilaku yang kasar seperti mencaci maki, merendahkan atau memukul orang yang lebih tua merupakan hal yang tidak bisa ditolerasni.

Bila ini dilakukan remaja, menunjukkan ada perilaku yang perlu diperbaiki.

Bertengkar dan berkelahi dengan siswa lain.

Pertengkaran remaja adalah hal yang biasa. Namun kalau dilakukan sampai menimbulkan perkelahian, apa lagi sudah saling melukai, ini harus segera dihentikan.

Kemarahan, kehilangan kesabaran, dan menjadi sangat pendendam dan keluar melalui apa yang mereka katakan.

Memendam kemarahan dan dendam adalah hal yang berbahaya, karena suatu saat akan menjadi perilaku yang merusak.

Perilaku yang dimotivasi oleh keinginan membalas dendam.

Dendam yang menghasilkan perilaku yang negatif dan merugikan diri sendiri maupun orang lain merupakan hasil kemarahan karena merasa teraniaya dan tidak mendapatkan keadilan.

Terlibat dalam penyalahgunaan zat terlarang.

Kemarahan yang bertumpuk dan tidak dapat dikeluarkan dengan cara yang sehat akan membuat remaja merasa frustrasi dan melarikan diri dengan menggunakan obat-obat terlarang.

Penurunan prestasi akademik hingga berada di bawah rata-rata untuk usia mereka.

Bagi remaja yang biasa berprestasi di bidang akademik, lalu tiba-tiba menurun, perlu dicari penyebabnya. Mungkin salah satunya adalah kemarahan yang tidak tersalurkan dengan cara yang sehat.

Prestasi yang rendah dan tidak sesuai dengan kemampuan (IQ) juga bisa menjadi tanda adanya masalah psikologis yang perlu diselesaikan.

Perhatikan bahwa, selain membuat frustrasi keluarga dan teman dekat, kemarahan yang di luar kendali dan tidak normal dapat menunjukkan masalah emosional yang serius dan mendalam (Travis, 2012).

Dalam buku Anger Management, Judy Dyer (2020) mengatakan bahwa sangat penting untuk memutus siklus kemarahan.

Kita perlu mengajarkan remaja untuk mengenali tahapan perubahan fisik dan emosi saat marah, yaitu sebagai berikut.

Setiap respons marah dimulai dengan peristiwa yang memicu.

Pemicu itu mungkin berupa tindakan orang lain, peristiwa, atau bahkan ingatan (Dyer, 2020).

Misalnya kemarahan anak karena disebabkan oleh orang tua yang membela adiknya saat mereka bertengkar, padahal orang tuanya tidak tahu duduk perkaranya.

Kemudian, beberapa pemikiran irasional mulai terbentuk, diikuti serangkaian emosi negatif.

Melanjutkan contoh sebelumnya, sang remaja mulai berpikir kalau orang tuanya pilih kasih, tidak sayang dengannya, atau menduga kalau Ia bukan anak kandung.

Jika tidak ada yang menghentikan prosesnya, gejala fisik muncul, seperti gemetar, berkeringat, atau bahkan merasa mual.

Kemudian, akhirnya, perilaku yang berpotensi lepas kendali, marah, agresif, atau merusak dapat dimulai (Dyer, 2020).

Hal ini bisa berbentuk membanting, merusak barang-barang, atau menjadi semakin agresif dan memukul adiknya.

Meskipun kedengarannya seperti proses yang rumit dengan beberapa tahapan, proses ini dapat meningkat dari pemicu menjadi ledakan yang sangat cepat pada remaja atau seseorang dengan pengendalian diri yang terbatas.[ind]

Tags: remaja marah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pengendalian Diri Suami Istri

Next Post

DMC dan LPM Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Next Post
DMC dan LPM Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

DMC dan LPM Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

PT KAI Sebut Korban Kereta Api di Bekasi Timur Bertambah Menjadi 16 Orang

PT KAI Sebut Korban Kereta Api di Bekasi Timur Bertambah Menjadi 16 Orang

Pergi Meninggalkan Anak, Pulang Belum Tentu: Risiko Working Mom Hari Ini

Pergi Meninggalkan Anak, Pulang Belum Tentu: Risiko Working Mom Hari Ini

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    214 shares
    Share 86 Tweet 54
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8918 shares
    Share 3567 Tweet 2230
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4021 shares
    Share 1608 Tweet 1005
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11604 shares
    Share 4642 Tweet 2901
  • Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Saat Amanah Menjadi Jalan Membangun Peradaban

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4692 shares
    Share 1877 Tweet 1173
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga