• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 24 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bolehkah Membandingkan Diri dengan Orang Lain dalam Kebaikan

02/12/2025
in Parenting, Unggulan
Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia

Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia (foto: pixabay)

135
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BOLEHKAH membandingkan diri dengan orang lain dalam kebaikan atau fastabiqul khairat? Padahal, dalam ilmu parenting, kita tidak boleh membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain.

Lalu, bagaimana dengan fastabiqul khairat, kita diajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Berarti kita tetap saja membandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal kebaikan.

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 148).

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita sebagai hamba-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Motivator parenting dari Rumah Pintar Aisha, Randy Ariyanto W. menjelaskan bahwa ayat tersebut hendaknya dimaknai bukan saling membandingkan tetapi saling menginspirasi.

Jadi kita dianjurkan untuk senantiasa mencari inspirator yang memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa berbuat kebaikan. Mencari inspirasi dalam rangka memperbaiki diri sendiri.

Kalaupun tetap menggunakan istilah membandingkan maka membandingkan diri kita dengan orang lain itu dalam rangka evaluasi dan perbaikan diri sendiri.

Kita bandingkan ibadah kita dengan orang lain, hafalan kita dengan orang lain atau sedekah kita dengan orang lain itu boleh dalam rangka memperbaiki diri dan memacu diri agar lebih semangat dalam meningkatkan amal kebaikan.

Baca Juga: Membandingkan Satu dengan yang Lain

Bolehkah Membandingkan Diri dengan Orang Lain dalam Kebaikan

Yang tidak boleh adalah membandingkan diri kita dengan orang lain lalu kita menjadi rendah diri, minder, merasa tidak mampu, merasa tidak bisa, merasa tidak berguna, itu yang tidak boleh.

Membandingkan untuk memotivasi diri agar bisa menjadi yang lebih baik lagi itu boleh, yang tidak boleh adalah saat kita membandingkan diri kita malah membuat diri kita rendah diri, minder dll.

Lalu khusus kepada anak. Kebanyakan orang tua atau mungkin hampir semua orang tua itu membandingkan kelebihan anak orang lain dengan kelemahan anak sendiri.

Padahal bakat anak kita berbeda dengan bakat anak orang lain. Ini tidak adil, karena kita membandingkan kelebihan orang lain dengan kelemahan anak sendiri.

Anak orang lain mungkin memiliki bakat jago hafalannya sedangkan anak kita bakat hafalannya kurang. Lalu kita banding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain dalam hal hafalan. Maka ini tidaklah adil.

Coba cek, bisa jadi ternyata bakat anak kita sebagai calon ulama besar yang pandai berbicara di depan banyak orang, yang mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka sadar dan lebih mendekatkan diri pada agama Allah.

Ternyata bakat itulah yang lebih menonjol pada diri anak kita.

Atau bisa jadi anak kita pandai mencari uang. Kelak anak kita berkelimpahan harta sehingga dengan kekayaannya ia mampu mendirikan banyak rumah tahfiz dan mencetak banyak Hafizh Quran.

Insha Allah pahala setiap bacaan dari para Hafizh Quran itu akan mengalir sebagai amal jariah.

Ayah Bunda, semua pasti baik, menjadi Hafizh Quran baik, menjadi ulama baik, menjadi orang kaya yang dermawan juga baik.

Kenapa banyak pakar parenting yang melarang orang tua untuk membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain.

Karena dikhawatirkan anak yang sering dibanding-bandingkan akan menjadi anak yang minder, penakut, pemalu, merasa rendah diri, merasa tidak punya harga diri, merasa tidak tidak mampu, tidak bisa.

Mereka merasa dirinya lemah, selalu kalah sedangkan orang lain pasti lebih hebat, lebih unggul dsb. Sebenarnya itu yang dikhawatirkan.

Jadi untuk anak tidak perlu dibandingkan cukup diberi pemahaman, dimotivasi, diarahkan, disupervisi, diberi penghargaan.

Insha Allah anak akan lebih bersemangat lagi dalam melakukan sesuatu. Jikalau harus membandingkan maka bandingkan ia dengan dirinya 1 tahun yang lalu.

Jika ada progress maka pujilah. Dulu kakak hafalannya baru sampai juz 30 sekarang sudah tambah 3, juz 29 juz 28 dan juz 27. Alhamdulillah Kakak hebat.

Begitulah Ayah Bunda semoga bermanfaat.[ind]

Tags: membandingkan diri dengan orang lainParentingrandy ariyantorumah pintar aisha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Umbar Aib Keluarga di Media Sosial

Next Post

BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

Next Post
BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

Mengenal Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Stres karena Uang

Ketahui Harga Tiket Masuk Air Terjun Tanggedu di Sumba

Ketahui Harga Tiket Masuk Air Terjun Tanggedu di Sumba

  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8491 shares
    Share 3396 Tweet 2123
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4342 shares
    Share 1737 Tweet 1086
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Resep Egg Roll ala Devina Hermawan, Cocok untuk Menu Keluarga

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2153 shares
    Share 861 Tweet 538
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11362 shares
    Share 4545 Tweet 2841
  • Begini Cara Membuat Tekwan Khas Palembang yang Gurih di Rumah

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga