• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bolehkah Membandingkan Diri dengan Orang Lain dalam Kebaikan

02/12/2025
in Parenting, Unggulan
Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia

Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia (foto: pixabay)

128
SHARES
985
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BOLEHKAH membandingkan diri dengan orang lain dalam kebaikan atau fastabiqul khairat? Padahal, dalam ilmu parenting, kita tidak boleh membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain.

Lalu, bagaimana dengan fastabiqul khairat, kita diajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Berarti kita tetap saja membandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal kebaikan.

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 148).

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita sebagai hamba-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Motivator parenting dari Rumah Pintar Aisha, Randy Ariyanto W. menjelaskan bahwa ayat tersebut hendaknya dimaknai bukan saling membandingkan tetapi saling menginspirasi.

Jadi kita dianjurkan untuk senantiasa mencari inspirator yang memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa berbuat kebaikan. Mencari inspirasi dalam rangka memperbaiki diri sendiri.

Kalaupun tetap menggunakan istilah membandingkan maka membandingkan diri kita dengan orang lain itu dalam rangka evaluasi dan perbaikan diri sendiri.

Kita bandingkan ibadah kita dengan orang lain, hafalan kita dengan orang lain atau sedekah kita dengan orang lain itu boleh dalam rangka memperbaiki diri dan memacu diri agar lebih semangat dalam meningkatkan amal kebaikan.

Baca Juga: Membandingkan Satu dengan yang Lain

Bolehkah Membandingkan Diri dengan Orang Lain dalam Kebaikan

Yang tidak boleh adalah membandingkan diri kita dengan orang lain lalu kita menjadi rendah diri, minder, merasa tidak mampu, merasa tidak bisa, merasa tidak berguna, itu yang tidak boleh.

Membandingkan untuk memotivasi diri agar bisa menjadi yang lebih baik lagi itu boleh, yang tidak boleh adalah saat kita membandingkan diri kita malah membuat diri kita rendah diri, minder dll.

Lalu khusus kepada anak. Kebanyakan orang tua atau mungkin hampir semua orang tua itu membandingkan kelebihan anak orang lain dengan kelemahan anak sendiri.

Padahal bakat anak kita berbeda dengan bakat anak orang lain. Ini tidak adil, karena kita membandingkan kelebihan orang lain dengan kelemahan anak sendiri.

Anak orang lain mungkin memiliki bakat jago hafalannya sedangkan anak kita bakat hafalannya kurang. Lalu kita banding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain dalam hal hafalan. Maka ini tidaklah adil.

Coba cek, bisa jadi ternyata bakat anak kita sebagai calon ulama besar yang pandai berbicara di depan banyak orang, yang mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka sadar dan lebih mendekatkan diri pada agama Allah.

Ternyata bakat itulah yang lebih menonjol pada diri anak kita.

Atau bisa jadi anak kita pandai mencari uang. Kelak anak kita berkelimpahan harta sehingga dengan kekayaannya ia mampu mendirikan banyak rumah tahfiz dan mencetak banyak Hafizh Quran.

Insha Allah pahala setiap bacaan dari para Hafizh Quran itu akan mengalir sebagai amal jariah.

Ayah Bunda, semua pasti baik, menjadi Hafizh Quran baik, menjadi ulama baik, menjadi orang kaya yang dermawan juga baik.

Kenapa banyak pakar parenting yang melarang orang tua untuk membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain.

Karena dikhawatirkan anak yang sering dibanding-bandingkan akan menjadi anak yang minder, penakut, pemalu, merasa rendah diri, merasa tidak punya harga diri, merasa tidak tidak mampu, tidak bisa.

Mereka merasa dirinya lemah, selalu kalah sedangkan orang lain pasti lebih hebat, lebih unggul dsb. Sebenarnya itu yang dikhawatirkan.

Jadi untuk anak tidak perlu dibandingkan cukup diberi pemahaman, dimotivasi, diarahkan, disupervisi, diberi penghargaan.

Insha Allah anak akan lebih bersemangat lagi dalam melakukan sesuatu. Jikalau harus membandingkan maka bandingkan ia dengan dirinya 1 tahun yang lalu.

Jika ada progress maka pujilah. Dulu kakak hafalannya baru sampai juz 30 sekarang sudah tambah 3, juz 29 juz 28 dan juz 27. Alhamdulillah Kakak hebat.

Begitulah Ayah Bunda semoga bermanfaat.[ind]

Tags: membandingkan diri dengan orang lainParentingrandy ariyantorumah pintar aisha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Umbar Aib Keluarga di Media Sosial

Next Post

BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

Next Post
BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

Mengenal Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Stres karena Uang

Ketahui Harga Tiket Masuk Air Terjun Tanggedu di Sumba

Ketahui Harga Tiket Masuk Air Terjun Tanggedu di Sumba

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    551 shares
    Share 220 Tweet 138
  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3450 shares
    Share 1380 Tweet 863
  • Salimah Kota Tangerang Siap Terjun ke Masyarakat Usai Dilantik

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7917 shares
    Share 3167 Tweet 1979
  • Ribuan Jamaah Padati Majelis Akbar Bekasi, Salimah Bersama IKADI Ajak Umat Sambut Ramadan Berbasis Ilmu

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4106 shares
    Share 1642 Tweet 1027
  • Sejumlah Tokoh Luncurkan Petisi Serukan Indonesia Tarik Diri dari Dewan Perdamaian BOP

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga