• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bolehkah Membandingkan Diri dengan Orang Lain dalam Kebaikan

02/12/2025
in Parenting, Unggulan
Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia

Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia (foto: pixabay)

141
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BOLEHKAH membandingkan diri dengan orang lain dalam kebaikan atau fastabiqul khairat? Padahal, dalam ilmu parenting, kita tidak boleh membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain.

Lalu, bagaimana dengan fastabiqul khairat, kita diajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Berarti kita tetap saja membandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal kebaikan.

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 148).

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita sebagai hamba-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Motivator parenting dari Rumah Pintar Aisha, Randy Ariyanto W. menjelaskan bahwa ayat tersebut hendaknya dimaknai bukan saling membandingkan tetapi saling menginspirasi.

Jadi kita dianjurkan untuk senantiasa mencari inspirator yang memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa berbuat kebaikan. Mencari inspirasi dalam rangka memperbaiki diri sendiri.

Kalaupun tetap menggunakan istilah membandingkan maka membandingkan diri kita dengan orang lain itu dalam rangka evaluasi dan perbaikan diri sendiri.

Kita bandingkan ibadah kita dengan orang lain, hafalan kita dengan orang lain atau sedekah kita dengan orang lain itu boleh dalam rangka memperbaiki diri dan memacu diri agar lebih semangat dalam meningkatkan amal kebaikan.

Baca Juga: Membandingkan Satu dengan yang Lain

Bolehkah Membandingkan Diri dengan Orang Lain dalam Kebaikan

Yang tidak boleh adalah membandingkan diri kita dengan orang lain lalu kita menjadi rendah diri, minder, merasa tidak mampu, merasa tidak bisa, merasa tidak berguna, itu yang tidak boleh.

Membandingkan untuk memotivasi diri agar bisa menjadi yang lebih baik lagi itu boleh, yang tidak boleh adalah saat kita membandingkan diri kita malah membuat diri kita rendah diri, minder dll.

Lalu khusus kepada anak. Kebanyakan orang tua atau mungkin hampir semua orang tua itu membandingkan kelebihan anak orang lain dengan kelemahan anak sendiri.

Padahal bakat anak kita berbeda dengan bakat anak orang lain. Ini tidak adil, karena kita membandingkan kelebihan orang lain dengan kelemahan anak sendiri.

Anak orang lain mungkin memiliki bakat jago hafalannya sedangkan anak kita bakat hafalannya kurang. Lalu kita banding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain dalam hal hafalan. Maka ini tidaklah adil.

Coba cek, bisa jadi ternyata bakat anak kita sebagai calon ulama besar yang pandai berbicara di depan banyak orang, yang mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka sadar dan lebih mendekatkan diri pada agama Allah.

Ternyata bakat itulah yang lebih menonjol pada diri anak kita.

Atau bisa jadi anak kita pandai mencari uang. Kelak anak kita berkelimpahan harta sehingga dengan kekayaannya ia mampu mendirikan banyak rumah tahfiz dan mencetak banyak Hafizh Quran.

Insha Allah pahala setiap bacaan dari para Hafizh Quran itu akan mengalir sebagai amal jariah.

Ayah Bunda, semua pasti baik, menjadi Hafizh Quran baik, menjadi ulama baik, menjadi orang kaya yang dermawan juga baik.

Kenapa banyak pakar parenting yang melarang orang tua untuk membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain.

Karena dikhawatirkan anak yang sering dibanding-bandingkan akan menjadi anak yang minder, penakut, pemalu, merasa rendah diri, merasa tidak punya harga diri, merasa tidak tidak mampu, tidak bisa.

Mereka merasa dirinya lemah, selalu kalah sedangkan orang lain pasti lebih hebat, lebih unggul dsb. Sebenarnya itu yang dikhawatirkan.

Jadi untuk anak tidak perlu dibandingkan cukup diberi pemahaman, dimotivasi, diarahkan, disupervisi, diberi penghargaan.

Insha Allah anak akan lebih bersemangat lagi dalam melakukan sesuatu. Jikalau harus membandingkan maka bandingkan ia dengan dirinya 1 tahun yang lalu.

Jika ada progress maka pujilah. Dulu kakak hafalannya baru sampai juz 30 sekarang sudah tambah 3, juz 29 juz 28 dan juz 27. Alhamdulillah Kakak hebat.

Begitulah Ayah Bunda semoga bermanfaat.[ind]

Tags: membandingkan diri dengan orang lainParentingrandy ariyantorumah pintar aisha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Umbar Aib Keluarga di Media Sosial

Next Post

BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

Next Post
BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

BPOM Ungkap Lima Kosmetik Ilegal di Marketplace

Mengenal Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Stres karena Uang

Hukum Melakukan Cicilan Emas

Hukum Melakukan Cicilan Emas

  • Nama potongan rambut pria agar tidak qaza

    5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1951 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9179 shares
    Share 3672 Tweet 2295
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1235 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11713 shares
    Share 4685 Tweet 2928
  • Makam Rasulullah Terletak Sebelah Timur Masjid Nabawi

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    379 shares
    Share 152 Tweet 95
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga