• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Klarifikasi Ustadz Daud Rasyid di Kasus Imam Masjid Indonesia di New York

11/08/2017
in Berita
95
SHARES
728
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Chanelmuslim.com- Ustadz Daud Rasyid mengklarifikasi kasus penangkapannya oleh pihak imigrasi di Amerika. Menurutnya, tidak seharusnya ditangkap karena secara hukum ia masih menjadi imam Mesjid Al Hikmah Indonesia di Amerika.

“Secara hukum saya masih menjadi imam mesjid di sana. Maka seharusnya visa saya tidak bisa dicabut oleh pihak imigrasi,” ungkapnya.

Menurutnya, tertangkapnya ia oleh pihak imigrasi karena ada yang melaporkan dirinya.
“Saya merasa ada seseorang yang tidak suka dengan keberadaan saya menjadi imam, sehingga melaporkan ke pihak imigrasi,” tuturnya.

Pihak imigrasi mau menerima laporan dari orang tersebut kemungkinan adalah orang yang berpengaruh sehingga secara cepat imigrasi memproses, membatalkan visa, dan menangkap saya, tutur pria ahli hadist dan Quran ini.

Ia menerangkan, saat ditanya oleh hakim mengenai mengapa ditangkap. Saat hakim tersebut menjelaskan mengenai penangkapan dirinya, Daud Rasyid akhirnya mendapat titik terang.

“Saat itu Hakim bertanya kepada saya, anda tahu mengapa anda ditangkap? Lalu saya menjawab, tidak tahu. Hakim kemudian menjelaskan. Apa yang dituturkan oleh hakim saat itu seperti perkataan seseorang di media-media mengenai penangkapan saya,” ungkap Daud.

Daud menyebut nama Shamsi Ali sebagai orang yang melaporkan dirinya ke imigrasi. Menurutnya hanya dialah orang Indonesia imigran yang mempunyai pengaruh di Amerika.

“Shamsi adalah orang yang berpengaruh, saya pikir mengapa imigrasi bisa cepat memproses dan menangkap saya,” ungkap Daud.

Daud beranggapan Shamsi berbuat demikian sudah direncanakan sejak saya pertama menjadi imam di Mesjid Al Hikmah.

“Saat pertama datang, saya menemui Shamsi Ali, karena ia orang yang mendirikan mesjid dan pernah menjadi imam di sini. Namun, saat menyalami beliau dia berkata, untuk apa anda datang kemari, tidak ada pekerjaan di mesjid ini? Saya menjawab, saya datang karena saya dijadikan pengurus di sini sebagai imam. Shamsi menjawab, tidak, ia tidak bermusyawarah dengan kami,” tutur Daud Rosyid.

Dari situlah konflik dengan Shamsi Ali dan pengurus terjadi. Ia mencotohkan mengenai arah kiblat yang sudah salah sejak mesjid itu berdiri.

“Saat pertama menjadi imam. Salah seorang makmum memprotes saya. Ia bertanya mengenai kualitas saya sebagai imam. Lalu menunjukkan kompas. Menurut makmun tersebut, kiblat mesjid ini mengarah ke arah timur laut, tidak ke barat (kiblat),” ungkapnya.

Atas dasar tersebut Daud Rosyid segera mengubah arah kiblat mesjid ke arah barat. Setelah lima bulan berjalan, arah kiblat yang ia kembalikan tersebut diprotes oleh pengurus dan Shamsi Ali. Daud disuruh untuk mengembalikan arah kiblat seperti semula. Namun, ia menolak karena arah tersebut tidak mengarah ke kiblat.

“Setelah lima bulan, Shamsi Ali datang bersama pengurus dan memprotes. Saya menolak keras. Saat itu adalah bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Ia menambahkan saat bulan Ramadhan, sholat Magrib dan Isya bisa dua kali sholat. Pertama ia mengimami jamaah, setelah selesai, Shamsi Ali datang dan mengimami sholat dengan arah kiblat yang lain.

“Saat itu salah satu jamaah yang menyeletuk, mengapa arah kibat mereka beda dengan saat kita sholat tadi. Saya menjawab, coba kalian buka aplikasi kiblat, apakah arah kiblat mereka sesuai ke arah tersebut,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Shamsi Ali juga membuat dua Jumat. Pertama, ia mengimami Jumat dengan arah kiblat yang salah. Daud sebagai imam resmi akhirnya berisiatif untuk mendirikan sholat Jumat dengan arah kiblat yang benar.

Hingga sampai di pertengahan Ramadhan saat Daud Rosyid khutbah Jumat, ia bercerita bahwa datang beberapa orang polisi ke mesjid ingin menangkap Daud. Namun, tidak jadi karena polisi tersebut diprotes oleh jamaah, selain masuk dengan memakai sepatu ke mesjid juga mengganggu sholat Jumat.

Setelah peristiwa itu, imigrasi mencabut visa Daud Rosyid tanpa pemberitahuan padahal ia masih menjadi imam di Mesjid al Hikmah.

Namun, pada akhirnya Daud Rosyid dinyatakan tidak bersalah dan tidak jadi dideportasi. Hakim menawarkan untuk pulang sukarela ke Indonesia. Daud Rosyid kini sudah berada di Indonesia sejak Rabu malam (9/8/2017). (Mh/ilham)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Mie Ramen Homemade Ala Kota Sano Jepang

Next Post

Yusuf Mansur Bantah PayTren Merekayasa Sertifikat Syariah dari DSN

Next Post

Yusuf Mansur Bantah PayTren Merekayasa Sertifikat Syariah dari DSN

Usai Silatnas, ITJ Gorontalo Menggelar Kajian Pemikiran Islam

Minyak Alpukat Untuk Kecantikan Juga Bisa Dibuat Sendiri Di Rumah

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    548 shares
    Share 219 Tweet 137
  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3450 shares
    Share 1380 Tweet 863
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7917 shares
    Share 3167 Tweet 1979
  • Salimah Kota Tangerang Siap Terjun ke Masyarakat Usai Dilantik

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ribuan Jamaah Padati Majelis Akbar Bekasi, Salimah Bersama IKADI Ajak Umat Sambut Ramadan Berbasis Ilmu

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4106 shares
    Share 1642 Tweet 1027
  • Sejumlah Tokoh Luncurkan Petisi Serukan Indonesia Tarik Diri dari Dewan Perdamaian BOP

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga