MENDAKI gunung bagi perempuan berhijab bukan halangan untuk menikmati alam. Justru dengan persiapan yang tepat, perjalanan bisa terasa lebih nyaman tanpa harus mengorbankan kenyamanan berpakaian dan kebutuhan untuk menjaga aurat. Namun, Gunung Semeru bukan medan yang bisa diperlakukan seperti perjalanan wisata biasa. Kondisi alam, cuaca, suhu dingin, jalur menanjak, serta aturan pendakian harus menjadi pertimbangan utama sebelum berangkat.
Hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek aturan terbaru pendakian Semeru. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mewajibkan pendaki melakukan booking online, membawa identitas asli, surat keterangan sehat yang berlaku sesuai ketentuan, perlengkapan pendakian minimal, serta mengikuti registrasi ulang dan briefing di Ranu Pani. Pendakian juga dilakukan dalam kelompok 2–10 orang dan diwajibkan menggunakan pemandu lokal terdaftar.
Baca Juga: Ketika Harapan kepada Allah Membuat Kita Terus Bergerak
Mau Mendaki Semeru? Ini yang Perlu Diperhatikan Perempuan Berhijab agar Tetap Nyaman
1. Pilih pakaian hijab yang praktis
Hindari menggunakan pakaian yang terlalu longgar dan mudah tersangkut ketika melewati jalur sempit atau rimbun. Pilih pakaian berlapis yang ringan sehingga mudah disesuaikan dengan perubahan suhu.
Untuk hijab, gunakan model yang sederhana dan tidak memiliki banyak aksesori menjuntai. Hijab berbahan ringan tetapi cukup menutup leher dapat membuat aktivitas lebih leluasa. Pastikan pula hijab terpasang kuat agar tidak mudah berantakan ketika terkena angin.
2. Siapkan perlengkapan untuk cuaca dingin
Perempuan berhijab tetap perlu memperhatikan perlindungan tubuh dari udara dingin. Gunakan pakaian dalam yang nyaman, jaket atau lapisan penghangat, kaus kaki, sarung tangan, dan penutup kepala yang sesuai.
Jangan mengandalkan hijab sebagai satu-satunya pelindung dari suhu dingin. Ketika berkemah, terutama malam dan dini hari, suhu dapat terasa jauh lebih rendah dibandingkan saat berjalan pada siang hari.
3. Gunakan alas kaki yang sesuai
Sepatu menjadi perlengkapan penting dalam pendakian. Pilih sepatu yang nyaman, memiliki daya cengkeram baik, dan sudah pernah digunakan sebelumnya. Jangan memakai sepatu baru langsung untuk perjalanan panjang karena berisiko menyebabkan lecet.
Kaos kaki cadangan juga sebaiknya dimasukkan ke dalam tas agar kaki tetap kering apabila terkena air atau keringat.
4. Jangan membawa pakaian terlalu banyak
Perempuan sering ingin membawa banyak pilihan pakaian untuk dokumentasi. Namun saat mendaki, setiap gram tambahan akan menjadi beban. Prioritaskan pakaian berdasarkan fungsi, bukan sekadar penampilan.
Bawa pakaian ganti secukupnya, perlengkapan ibadah, jas hujan, perlengkapan tidur, obat pribadi, serta kebutuhan kebersihan diri.
5. Perhatikan kebutuhan pribadi perempuan
Kebutuhan menstruasi juga harus dipersiapkan dengan baik. Bawa pembalut secukupnya, tisu, kantong khusus untuk membawa kembali sampah pribadi, serta perlengkapan kebersihan lainnya. Jangan meninggalkan sampah di kawasan taman nasional.
Selain itu, pastikan kebutuhan buang air dan menjaga kebersihan diri sudah dipikirkan sebelum perjalanan. Persiapan sederhana seperti ini bisa sangat membantu ketika berada jauh dari fasilitas rumah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
6. Jangan memaksakan diri
Persiapan fisik sama pentingnya dengan perlengkapan. Latihan berjalan, naik-turun tangga, atau olahraga kardio sebelum pendakian dapat membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik.
Yang tidak kalah penting, jangan memaksakan diri ketika tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan. Mendaki bukan perlombaan. Keselamatan harus menjadi prioritas.
7. Patuhi batas pendakian yang ditetapkan
Ketentuan Semeru dapat berubah mengikuti kondisi vulkanik. Pada pembukaan pendakian April 2026, jalur dibuka dengan batas akhir sampai Ranu Kumbolo demi keselamatan pendaki.
Karena Semeru merupakan gunung api aktif, pendaki perlu memantau informasi resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia sebelum berangkat. Badan Geologi juga pernah mengeluarkan rekomendasi pembatasan aktivitas berdasarkan kondisi erupsi dan ancaman awan panas, lahar, serta lontaran material vulkanik.
Pada akhirnya, menjadi perempuan berhijab tidak membatasi seseorang untuk menikmati kegiatan pendakian. Dengan pakaian yang praktis, perlengkapan yang tepat, persiapan fisik, serta kepatuhan terhadap aturan, perjalanan menuju Semeru dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus aman. Yang terpenting, jangan mengejar foto atau target perjalanan dengan mengabaikan kondisi tubuh dan aturan keselamatan yang berlaku. [DW]





