• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Ketika Anak Mengeluh tentang Pesantren

08/08/2026
in Parenting, Unggulan
Hukum Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren dalam Usia Belum Baligh

Hukum Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren dalam Usia Belum Baligh (ilustrasi: OPOP Jatim)

154
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ketika anak mengeluh tentang pesantren, Ayah Bunda pasti merasa sedih, kecewa dan bertanya-tanya. Bagaimana sebaiknya orang tua merespon keluhan anak tentang sekolahnya?

“Ummi, aku gak betah di pesantren. Begini dan begitu.”

Pasti sering ya, mendengar keluhan seperti itu dari anak ketika kunjungan atau pada saat jadwal telp.

Keluhan adalah ujian bagi orang tua.

Apakah orang tua akan mengiyakan keluhannya atau mengabulkan permintaannya atau langsung melakukan komplain kepada pihak pesantren?

Keputusan yang diambil oleh orang tua akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mentalitas anak.

Bagaimana sih respon yang terbaik? Sebenarnya tidak ada kaidah baku. Tetapi, saya mencoba memberikan rekomendasi respon berdasarkan pengalaman.

Baca Juga: Bilal Belajar ke Pesantren, Ini Doa-Doa Ummi Pipik

Ketika Anak Mengeluh tentang Pesantren

Katakan YES pada emosinya, bukan keluhannya.

Ketidaknyamanan adalah resiko dalam perjuangan. Maka, tugas orang tua menguatkan, bukan mengiyakan (keluhan). Apalagi langsung melakukan komplain berlebihan kepada pihak pesantren.

Kondisi pesantren sesuatu yang netral, nyaman tidak nyaman tergantung kemampuan anak memaknai setiap peristiwa yang terjadi.

Apakah dimaknainya negatif atau positif? Penderitaan atau penempaan? Dan lain sebagainya.

Ketika anak mengeluh, sebenarnya ia hanya butuh dialirkan emosinya saja. Dengarkan, peluk, dan kuatkan jiwanya.

Percayalah setiap anak terlahir membawa potensi besar, apapun jenis potensinya. Lalu apa yang menjadikan potensinya kerdil?

Salah satu faktor terbesar adalah pola asuhan yang tidak tepat. Lebih spesifiknya, karena otonomi atau ruang kesempatan bagi anak yang sering dibatasi sehingga, potensi itu hilang begitu saja.

Jangan men-take over masalah anak dengan alasan kasihan. Biarkan ia belajar tumbuh dan berkembang. Merasakan hidup.

Jangan sering dibantu, difasilitasi, karena hingga titik tertentu ia bisa tidak memiliki kompetensi untuk menghadapi tantangan.

Ia tidak berani, takut, ragu-ragu, dan tidak percaya diri karena tidak memiliki pengalaman. Akhirnya, ia menjadi anak yang lemah dan tidak sehat.

Biarkan saja mereka hidup bersama tantangan-tantangannya. Biarkan ia belajar menghadapi realita dengan caranya sendiri. Biarkan.

Agar ia tahu, lalu menyadari bahwa hidup tidak selalu seperti yang diinginkan. Dan agar ia tahu kalau kebahagiaan diri harus diperjuangkan.

Percayalah! Dengan begitu, kelak ia akan menjadi manusia yang kuat. Sekuat-kuatnya.[ind]

sumber tulisan: @hodamwijaya, judul asli: Ketika Anak Mengadukan Keluhan tentang Pesantren

 

Tags: Ketika Anak Mengeluh tentang Pesantren
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mau Mendaki Semeru? Ini yang Perlu Diperhatikan Perempuan Berhijab agar Tetap Nyaman

Next Post

Beberapa Warna Pakaian yang Cocok untuk Semua Warna Kulit

Next Post
Beberapa Warna Pakaian yang Cocok untuk Semua Warna Kulit

Beberapa Warna Pakaian yang Cocok untuk Semua Warna Kulit

Ketika Luka Masa Lalu Terbawa ke Dalam Pernikahan

Ketika Luka Masa Lalu Terbawa ke Dalam Pernikahan

5 Akhlak Rasulullah kepada Anak

5 Akhlak Rasulullah kepada Anak

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2536 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga