• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 12 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Wisata

Kenali Pasar-Pasar Bersejarah di Jakarta yang Masih Beroperasi Hingga Saat Ini

29/06/2026
in Wisata
Kenali Pasar-Pasar Bersejarah di Jakarta yang Masih Beroperasi Hingga Saat Ini

Foto: Pinterest

72
SHARES
557
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PASAR Baru di Jakarta Pusat merupakan pusat belanja bersejarah. Dulu pasar ini adalah pasar elite di Batavia dengan berderet toko legendaris.

Pasar Baru mulai beroperasi pada 1820. Pasar ini merupakan salah satu pusat perdagangan tertua di Jakarta.

Keberadaannya menjadi bagian dari perkembangan pasar-pasar besar sebelumnya, seperti Pasar Senen yang dibuka pada 1733 dan Pasar Tanah Abang pada 1736. Keduanya berada di bawah tuan tanah yang sama, yaitu Justinus Vinck.

Penamaan pasar-pasar itu mengikuti hari pembukaannya. Pasar Senen buka setiap Senin, Pasar Kemis di Jatinegara buka setiap Kamis, dan Pasar Jumat di Ciputat buka setiap Jumat. Karena tingginya minat masyarakat, Pasar Senen akhirnya beroperasi setiap hari sejak 1766.

Pasar Tanah Abang mendapat nama dari pohon Tenabang yaitu sejenis pohon palem yang tumbuh di kawasan tersebut. Tradisi penamaan lokasi berdasarkan kondisi atau objek yang ada di tempat itu memang lazim di masa Batavia, seperti Menteng dan Tanah Abang.

Setelah dua pasar besar itu berkembang, pemerintah kolonial meresmikan Pasar Baru untuk menjadi pasar belanja terbuka yang lebih modern bagi masyarakat Batavia.

Baca juga: Air Terjun di Batu Malang Cocok untuk Kamu Pecinta Wisata Alam

Kenali Pasar-Pasar Bersejarah di Jakarta yang Masih Beroperasi Hingga Saat Ini

Istilah “pedagang kaki lima” juga berasal dari peraturan yang ditetapkan Gubernur Jenderal Raffles pada 1809. Ia mewajibkan bangunan kantor di tepi jalan Batavia menyediakan jalur pejalan kaki selebar lima kaki masyarakat agar dapat berjalan tanpa bersinggungan dengan delman dan para pedagang.

Trotoar lima kaki itulah yang kemudian menumbuhkan istilah “kaki lima” hingga dikenal luas sampai hari ini. Pasar Baru pada masanya menjadi kawasan elit Belanda, seiring dengan letaknya yang berada dekat pusat pemerintahan Weltevreden.

Gubernur Jenderal Daendels, yang dikenal sebagai pemimpin otoriter, menjadikan wilayah sekitar Veteran sebagai kediaman kaum elite Eropa. Kala itu, masyarakat Belanda berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Baru.

Pada era Orde Baru, tempat ini juga dikenal sebagai pusat mode, masyarakat datang untuk membeli sepatu, jaket, dan pakaian, menjadikan Pasar Baru sepopuler mal modern seperti Grand Indonesia pada masa kini.

Kawasan itu juga menyimpan kisah toko-toko legendaris, salah satunya Toko Kompak yang dulu bernama Sunchiangbou.

Pemiliknya adalah pendiri Bakmi Kelinci. Awalnya mereka menjual furniture rotan, namun ketika tren berubah menjadi plastik, toko bergeser menjual barang pecah belah.

Pada masa Presiden Soeharto, nama-nama Tionghoa diwajibkan dinasionalisasi, sehingga Sunchiangbou berganti nama menjadi Kompak.

Bangunan toko itu dulu milik seorang kapiten Tionghoa, karena pada masa kolonial, Kapiten dan wali kota bertugas mengawasi komunitas Tionghoa bagi kepentingan administrasi Belanda.

Rumah toko (ruko) tua seperti itu termasuk salah satu dari sedikit rumah tradisional Tionghoa di Indonesia yang masih bertahan, sejajar dengan kompleks Candra Naya di Glodok serta Museum Benteng Heritage di Tangerang.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ciri khasnya adalah pembagian ruang untuk istri pertama dan selir, serta atap nangsah yang hanya boleh digunakan oleh pejabat atau warga Tionghoa terpandang.

Selain itu, ada juga Toko Koh Tek yang terkenal dengan cakwe dan kue bantalnya. Meski tidak memiliki label halal, makanan ini aman dikonsumsi dan menjadi favorit banyak warga.

Keunikan lainnya, adonan cakwe dibuat langsung oleh Koh Ah Tok, sementara para pegawai hanya bertugas menggoreng menggunakan barqo bukan minyak biasa.

Pasar Baru juga pernah menjadi tempat lahirnya cikal bakal Mal Matahari pada 1958, meski kini gerai tersebut sudah tidak beroperasi lagi di kawasan ini.

Dengan warisan sejarah panjang dan jejak budaya yang masih bertahan, Pasar Baru menjadi salah satu sudut Jakarta yang menyimpan kisah tentang perdagangan, komunitas Tionghoa, hingga dinamika kota dari masa ke masa.

Meski kini tak seramai dulu, pesonanya tetap hidup melalui toko-toko tua, jajanan legendaris, dan cerita sejarah yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya. [Din]

Tags: Kenali Pasar-Pasar Bersejarah di Jakarta yang Masih Beroperasi Hingga Saat Ini
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Rakorwil dan PKPS 2 Salimah Jawa Barat Zona 5 Resmi Dibuka di Cianjur

Next Post

Responmu Menentukan Kualitas Dirimu

Next Post
Kualitas Diri Ditentukan oleh Kualitas Orang-orang di Sekitarmu

Responmu Menentukan Kualitas Dirimu

Rekomendasi Hotel Ramah Anak di Daerah Jogja

Rekomendasi Hotel Ramah Anak di Daerah Jogja

Cara Membersihkan Telinga yang Benar agar Tetap Sehat dan Terhindar dari Infeksi

Cara Membersihkan Telinga yang Benar agar Tetap Sehat dan Terhindar dari Infeksi

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    475 shares
    Share 190 Tweet 119
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9306 shares
    Share 3722 Tweet 2327
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Salimahpreneur Expo 2026, Tingkatkan Kapasitas Entrepreneur Perempuan

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Tren Kecantikan Kembali Nuansa Era 2000-an

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4798 shares
    Share 1919 Tweet 1200
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11753 shares
    Share 4701 Tweet 2938
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga