PAGI hari sering menjadi waktu paling sibuk. Setelah bangun, kita mulai memikirkan pekerjaan, urusan rumah, pesan yang belum dibalas, hingga berbagai target yang harus diselesaikan. Tanpa terasa, perhatian kita sudah dipenuhi urusan dunia bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.
Di tengah kesibukan itu, ada satu amalan sederhana yang sering dianggap sepele, yaitu shalat Dhuha.
Baca Juga: Sayangilah yang di Bumi Agar Dicintai Allah
Jangan Remehkan Dua Rakaat Shalat Dhuha
Shalat Dhuha memang termasuk ibadah sunnah. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki keutamaan yang besar. Beberapa rakaat yang dilakukan pada pagi hari dapat menjadi bentuk rasa syukur sekaligus pengingat bahwa ada Allah yang menjadi tempat kita bergantung dalam menjalani setiap urusan.
Rasulullah menjelaskan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap hari. Namun, kasih sayang Allah begitu luas. Dua rakaat shalat Dhuha dapat menjadi pengganti sedekah untuk persendian tersebut. Sebuah amalan yang terlihat sederhana, tetapi memiliki nilai yang begitu besar.
Shalat Dhuha juga sering dikaitkan dengan kecukupan dari Allah. Kecukupan bukan berarti seseorang akan terbebas dari masalah atau selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Kehidupan tetap memiliki ujian. Namun, Allah dapat memberikan kemudahan, pertolongan, ketenangan, serta jalan keluar ketika seorang hamba menghadapi berbagai persoalan.
Ada pula keutamaan lain bagi seseorang yang berdzikir setelah Subuh hingga matahari terbit kemudian melaksanakan shalat dua rakaat. Dalam sebuah hadis, amalan tersebut disebut mendapatkan pahala seperti haji dan umrah yang sempurna. Hadis ini tentu menjadi motivasi bagi seorang Muslim untuk tidak terburu-buru meninggalkan waktu pagi tanpa mengingat Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Shalat Dhuha juga dikenal sebagai shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah atau awwabin. Mereka adalah orang-orang yang terus berusaha mendekat, memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah setelah menyadari kekurangan serta kesalahannya.
Karena itu, jangan menunggu pekerjaan selesai, rezeki melimpah, atau hidup menjadi tenang untuk mulai menjaga shalat Dhuha. Justru ketika banyak urusan sedang menumpuk, beberapa menit untuk menghadap Allah bisa menjadi jeda yang sangat berarti.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mencari keberkahan dengan menambah pekerjaan, tetapi lupa menambah kedekatan dengan Sang Pemberi rezeki.
Semoga Allah memudahkan kita untuk istiqamah menjalankan shalat Dhuha, memberikan rezeki yang halal dan penuh keberkahan, serta menjadikan hati kita selalu dekat dan senantiasa kembali kepada-Nya. Aamiin. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi


