ORANG tua harus mampu membangun sikap tanggung jawab kepad anak, karena tanggung jawab adalah pondasi utama dalam pembentukan karakter dan menentukan kesuksesan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Ustazah Aan Rohanah menjelaskan bahwa membentuk tanggung jawab merupakan proses membangun kesadaran dan kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban & tugas, menunaikan janji dan siap atas konsekuensi dari tindakan atau keputusan yang diambil.
Mengajarkan anak bertanggung jawab itu butuh waktu, pengorbanan dan air mata.
Namun harus diperjuangkan oleh orang ltua, sebab hal tersebut akan menjadi warisan terbaik setelah iman dan kasih sayang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
View this post on Instagram
Segala perjuangan dan pengorbanan harus dipertaruhkan oleh orang tua dalam membangun tanggung jawab kepada anak, sebab hal tersebut menjadi proses menyiapkan pemimpin yang hebat di masa depan.
Ingatlah, betapa buruknya kepribadian anak yang tidak bertanggung jawab, ia akan merasakan hidup yang sulit dan sengsara.
Karena hidupnya tidak akan pernah tenang dikejar-kejar oleh perasaan bersalah.
Sedangkan orang-orang tidak akan memberikan kepercayaan kepadanya dalam banyak hal yang penting apalagi yang strategis.
Selain itu, ia sulit bersikap dewasa dan sering menimbulkan konflik sehingga sulit bergaul, bahkan ia akan dijauhi teman-teman dan lingkungannya.
Jangan Abaikan Membangun Tanggung Jawab Kepada Anak (1)
Baca juga: Mengembangkan Rasa Tanggung Jawab Anak melalui Pengasuhan Hewan Peliharaan
Mendidik anak bertanggungjawab itu seperti menanam pohon. Tumbuhnya perlahan, tetapi jika orang tua tekun menyiram, memberidiawas & menjauhkan dari hal-hal yang merusaknya, maka pohonnya menjadi rindang dan buahnya manis di masa depan.
Betapa pentingnya menumbuhkan tanggung jawab kepada anak baik dalam hal-hal kecil maupun besar sehingga tidak boleh diabaikan oleh orang tua. Karena:
1. Tanggung jawab adalah fondasi utama pembentukan akhlak mulia dan menjadi pondasi bagi pembentukan karakter anak.
Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki prinsip dan etos kerja serta jujur dan dapat dipercaya.
2. Membentuk karakter tangguh dan mandiri. Sehingga mampu menyelesaikan masalah sendiri, tidak bergantung terus-menerus pada orang lain.
Mereka terbiasa menyelesaikan kewajiban dan tugas dengan baik dan tuntas walaupun tidak sedang diawasi.[Sdz]





