• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 16 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Unggulan

Merajut Kembali Persatuan untuk Membangun Kekuatan Bangsa

24/04/2025
in Unggulan
Merajut Kembali Persatuan untuk Membangun Kekuatan Bangsa

foto:pinterest

76
SHARES
587
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MERAJUT kembali persatuan untuk membangun kekuatan bangsa, ditulis oleh KH. Bachtiar Nasir.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bersatu. Dengan persatuan akan melahirkan: pertama, kekuatan solidaritas yang kokoh. Solidaritas menjadi indikator adanya soliditas. Bangsa yang solid akan sangat sulit untuk bisa dikalahkan.

Dalam sejarah, setiap bangsa yang runtuh selalu diawali dengan adanya konflik internal.

Konflik seringkali tercipta dengan melibatkan dua atau lebih kelompok-kelompok yang memiliki pengaruh dan kekuatan.

Di Indonesia, ada tiga kelompok yang memiliki kekuatan pengaruh dalam menentukan dinamika dan arah bangsa.

Tiga kelompok itu adalah partai, TNI dan Umat Islam. Tiga kelompok ini menjadi yang paling berpengaruh dalam dinamika perjalanan bangsa, sejak Orde Lama hingga Orde Reformasi.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sebelum Indonesia merdeka dimana partai belum lahir, kelompok bersenjata dan masyarakat muslim merupakan dua kelompok yang paling besar pengaruhnya.

Kelompok bersenjata diwakili oleh para pejuang yang menginginkan kemerdekaan Indonesia.

Masyarakat muslim direpresentasikan oleh organisasi-organisasi Islam, diantaranya adalah Syarekat Islam (SI), Muhammadiyah dan NU

Tanpa mengabaikan mahasiswa yang juga memiliki pengaruh ketika negara dalam situasi krisis dan genting. Hanya saja gerakan mahasiswa lebih bersifat spontan, insidentil dan temporer.

Kelompok ekonomi yang sering disebut dengan oligarki, juga punya pengaruh cukup besar terhadap nasib sebuah bangsa.

Namun, kelompok ini tidak terlibat dalam dinamika konflik. Keterlibatannya dalam politik semata untuk kepentingan mereka di dunia usaha.

Tak ubahnya sebagai koloni semut yang perjuangan utamanya adalah berebut gula.

Merajut Kembali Persatuan untuk Membangun Kekuatan Bangsa

Kedua, dengan persatuan, stabilitas nasional terjaga. Stabilitas nasional menjadi syarat mutlak bagi sebuah bangsa untuk membangun dan mengikhtiarkan kemajuan.

Setiap masa ada tantangannya. Diantara tantangan yang paling berat bagi sebuah bangsa adalah potensi konflik.

Maka, langkah paling awal dan mendasar dilakukan setiap pemerintahan baru adalah merangkul semua kelompok yang punya kekuatan untuk bergabung.

Ini bisa dilihat bagaimana pemerintahan baru membangun koalisi dengan partai-partai politik, meski mereka rival dalam kontestasi di pemilu.

Mayoritas partai dilibatkan dalam pemerintahan dengan diberikan jatah menteri, duta besar hingga komisaris BUMN.

Partai merupakan kekuatan politik yang dibutuhkan pemerintah untuk memberi dukungan terhadap setiap kebijakan dan langkah politik.

Selain partai, kelompok militer menjadi kekuatan yang dibutuhkan untuk memberi jaminan akan stabilitas keamanan, yang berujung pada stabilitas nasional. Kita melihat TNI selalu dilibatkan dalam posisi-posisi strategis.

Baca juga: Tolak LGBT, Erdogan Sebut Keluarga Sebagai Kekuatan Bangsa

Dalam struktur pemeritahan baru selalu ada sejumlah purnawirawan jenderal TNI yang berada di lingkaran istana. Terutama Mantan Panglima TNI, KSAD dan Kepala BIN.

Di luar partai dan TNI, ada umat Islam yang merupakan kekuatan sosial.

Fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam.

Keberadaan umat Islam tidak bisa diabaikan posisi dan perannya dalam menentukan arah, sejarah dan dinamika bangsa ini.

Umat Islam memiliki posisi strategis dalam ikut menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.

Karena posisi dan peran krusial inilah, pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto merasa penting untuk merangkul seluruh elemen di dalam kelompok Islam.

Rezim sebelumnya memilih menggunakan pendekatan konflik dengan menaikkan satu kelompok Islam untuk menekan kelompok lainnya.

Ternyata, strategi ini tidak efektif, selain menciptakan kegaduhan dan menciderai persatuan. Bahkan cenderung mewariskan “politik dendam” yang berkepanjangan.

Jauh lebih strategis jika pemerintahan baru yang dipimpin Presiden Prabowo merangkul semua kelompok, minoritas maupun mayoritas, termasuk kelompok Islam.

Ini modal sosial yang bisa menjadi dukungan strategis dalam menjaga stabilitas nasional.[Sdz]

Tags: Merajut Kembali Persatuan untuk Membangun Kekuatan Bangsa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tulip Salon: Oasis Kecantikan Khusus Wanita di Jakarta Timur 

Next Post

Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Hidup Tanpa Minum?

Next Post
Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Hidup Tanpa Minum?

Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Hidup Tanpa Minum?

KOMS Indonesia Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina Bertema #INAforPalestINA

KOMS Indonesia Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina Bertema #INAforPalestINA

SD JISc Kembali Adakan Outing Class ke Rivera Outbound & Edutainment Bogor

SD JISc Kembali Adakan Outing Class ke Rivera Outbound & Edutainment Bogor

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8416 shares
    Share 3366 Tweet 2104
  • Arti Rupiah Terus Anjlok terhadap Dolar

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    847 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3794 shares
    Share 1518 Tweet 949
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4308 shares
    Share 1723 Tweet 1077
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2252 shares
    Share 901 Tweet 563
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2129 shares
    Share 852 Tweet 532
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    394 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3357 shares
    Share 1343 Tweet 839
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga