• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 13 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Pranikah

Mendahulukan Kewajiban bukan Mendahulukan Hak

20/02/2026
in Pranikah, Unggulan
Mendahulukan Kewajiban bukan Mendahulukan Hak

foto:pinterest

78
SHARES
603
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MAX AMINI, seorang komedian Amerika, pernah bercerita begini dalam salah satu pertunjukannya:

“Tahukah kamu apa beda complete dengan finish? Jika kamu mendapatkan istri yang baik maka hidupmu complete (lengkap dan sempurna), tapi kalau kamu mendapatkan istri yang buruk karakternya maka hidupmu finish, hidupmu berakhir. Nah …jika istrimu buruk karakternya dan kamu juga sama buruknya, maka hidupmu complete finish (lengkap berakhirnya)!”

Walau yang ia sampaikan itu joke, tapi patut direnungkan oleh kita, sebagai suami istri.

Ketahuilah, setiap lelaki akan kuat juga didukung oleh istrinya yang baik, yang mendahulukan kewajiban daripada haknya.

Kewajiban istri adalah melayani suami secara lahiriah dan batiniah.

Sedang mendidik anak bukanlah kewajiban istri, tapi kewajiban bersama antara suami dan istri.

Jika seorang lelaki mendapatkan istri yang baik alias melaksanakan kewajibannya, ia akan tumbuh menjadi lelaki dewasa yang potensinya akan berkembang secara maksimal.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kebahagiaannya menjadi lengkap (complete) karena dilengkapi oleh istrinya.

Namun jika lelaki mendapatkan istri yang buruk alias lebih banyak menuntut haknya, tapi kurang memaksimalkan kewajibannya.

Kebahagiaan lelaki tersebut akan berakhir (finish).

Perlahan tapi pasti ia akan menjadi anggota ISTI (Ikatan Suami Takut Istri).

Kenapa takut istri? Karena bukan dia yang memimpin istrinya.

Padahal lelaki diciptakan oleh Allah untuk menjadi pemimpin bagi istrinya.

“Laki-laki (suami) adalah pemimpin atas perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya” (QS. 4 ayat 34).

Mendahulukan Kewajiban bukan Mendahulukan Hak

Istri yang lebih pandai menuntut haknya, perlahan tapi pasti akan membuat suaminya minder, bahkan hilang kepercayaan dirinya, sehingga potensi hebat dalam dirinya tak berkembang secara maksimal.

Yang lebih ironis adalah ketika seorang lelaki menjadi suami yang buruk karena tidak melaksanakan kewajibannya (yakni memberi nafkah dan mendidik istrinya).

Lalu ia mendapatkan istri yang buruk juga, karena hanya bisa menuntut haknya, tapi abai melaksanakan kewajibannya (yakni melayani suaminya), maka lengkaplah sudah penderitaan antar suami istri tersebut.

Keduanya sama-sama berakhir kebahagiaannya (complete finish). “Rumahku surgaku”, berubah menjadi “rumahku nerakaku”.

Walau anak-anaknya mungkin sholih dan sholihah, tetapi tetap tak mampu mengisi ruang hampa dalam jiwanya karena mendapatkan pasangan yang buruk, yang lebih paham menuntut haknya daripada mendahulukan kewajibannya.

Baca juga: Sebaik-baik Pernikahan adalah yang Paling Mudah Pelaksanaannya

Itulah sebabnya di undangan pernikahan selalu dicantumkan ayat berikut sebagai pesan untuk sang pengantin baru dan para pengantin lama yang diundang bahwa “pasanganmu akan melengkapi kebahagiaanmu (dengan cinta kasihnya). Namun jika pasanganmu buruk, maka kebahagianmu akan berakhir”.

“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah bahwa Dia menciptakan untukmu pasangan dari dirimu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. 30 ayat 21).

Oleh sebab itu, berhentilah untuk mendahulukan menuntut hakmu, wahai engkau para suami dan istri.

Tapi lebih pandailah dan lebih ikhlaslah mendahulukan kewajibanmu terhadap pasanganmu.

Yakinlah! Bahwa apa yang engkau tanam itulah yang akan engkau tuai.

Jika engkau lebih sibuk melaksanakan kewajibanmu, maka engkau akan mendapatkan hakmu. Kebahagiaanmu menjadi lengkap (complete).

Namun jika engkau lebih pandai menuntut hakmu daripada mendahulukan kewajibanmu, maka engkau akan dituntut balik oleh pasanganmu tentang haknya yang engkau abaikan.

Terus menerus engkau dan pasanganmu akan saling menuntut, saling mengeluh, saling tak sabar dan saling tak bersyukur.

Maka pada saat itulah kebahagianmu benar-benar berakhir (complete finish).

“Hai manusia, kalian memiliki hak atas istri kalian, dan istri kalian memiliki hak atas kalian. Ingatlah, kalian harus selalu memperlakukan istri kalian dengan baik . Wanita itu lemah dan tidak dapat melindungi hak-haknya sendiri. Ketika kalian menikah, Allah menunjuk kalian sebagai wali amanat hak-hak tersebut.” (HR. An-Nasa’i).[Sdz]

Sumber: Serambi Ilmu dan Faidah

Tags: Mendahulukan Kewajiban bukan Mendahulukan Hak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dapat Merusak Kulit, Simak Bahaya Menggunakan Masker Wajah Terlalu Sering

Next Post

Anjuran bagi Orang yang Belum Sanggup Menikah

Next Post
Anjuran bagi Orang yang Belum Sanggup Menikah

Anjuran bagi Orang yang Belum Sanggup Menikah

Mengatasi Kekerasan Verbal Ayah terhadap Anak: Solusi dan Dukungan untuk Ibu

Apakah Marah Membatalkan Puasa?

Tips Membuat dan Menggunakan Masker Kopi Dengan Mudah di Rumah

Tips Membuat dan Menggunakan Masker Kopi Dengan Mudah di Rumah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8382 shares
    Share 3353 Tweet 2096
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4299 shares
    Share 1720 Tweet 1075
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3782 shares
    Share 1513 Tweet 946
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    435 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Istana Nurul Iman Brunei Tercatat Terbesar di Dunia, Luasnya hingga 200.000 Meter Persegi

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11325 shares
    Share 4530 Tweet 2831
  • Pemuda Indonesia Hadir di Pembukaan OIC Youth Capital Konya 2026, Kota Kelahiran Rumi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga