AL-QUR’AN dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dalam ayat tersebut juga termuat doa yang memohon agar orang-orang beriman tidak dihukum atas kesalahan yang dilakukan karena lupa atau tanpa sengaja, tidak dibebani beban berat seperti umat terdahulu, serta diberi ampunan, rahmat, dan pertolongan.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ٢٨٦
Ayat tersebut berbunyi, antara lain: permohonan agar tidak dipikulkan beban yang tidak sanggup ditanggung, diberikan maaf dan kasih sayang, serta memohon pertolongan dari Allah sebagai Pelindung.
Dalam kajian tafsir, doa ini dipahami sebagai permohonan agar Allah tidak memberikan ujian yang melampaui kemampuan manusia.
Umat beriman diajarkan untuk menyadari bahwa ujian dan kesulitan merupakan bagian dari kehidupan, sekaligus memohon agar diberi keteguhan dan kemudahan dalam menghadapinya.
Doa yang Menenangkan di Tengah Masa Sulit
Baca juga: Penjelasan Hadis tentang Doa Berbuka Puasa
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa ayat ini turun pada periode akhir fase Makkah, menjelang hijrah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ke Madinah, ketika umat Islam menghadapi tekanan dan penentangan yang kuat.
Dalam konteks tersebut, doa ini menjadi pedoman spiritual bagi kaum Muslim dalam menghadapi tantangan.
Secara teologis, ayat ini juga menegaskan prinsip tanggung jawab pribadi atas perbuatan masing-masing, serta pentingnya kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian.
Doa tersebut tidak berisi permintaan terkait kepentingan duniawi, melainkan berfokus pada ampunan, keringanan beban, dan pertolongan ilahi.
Melalui ayat ini, umat Islam diajarkan untuk menyalurkan kegelisahan dan kesulitan yang dihadapi dalam bentuk doa, sekaligus memperkuat dimensi spiritual dan moral dalam merespons tantangan kehidupan.[Sdz]





