KEMENTERIAN Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan sebanyak 33 jemaah haji asal provinsi setempat yang terdampak bencana menerima bantuan dari Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.
“Sebanyak 33 haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana menerima bantuan dari Zayed Foundation masing-masing uang tunai Rp20 juta,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sumbar M. Rifki, dikutip dari berbagai sumber.
Rifki mengatakan bantuan dari Uni Emirat Arab tersebut dilatarbelakangi kegigihan dan semangat jemaah haji Indonesia khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar yang tetap menunaikan Rukun Islam kelima meskipun baru saja dilanda bencana hidrometeorologi di akhir November 2025.
Baca juga: Kemenhaj Jawa Timur Berikan Pendampingan pada Keluarga Jemaah Haji yang Meninggal Dunia
Kemenhaj Sumbar Sebut Jemaah Haji Menerima Bantuan Bencana dari Uni Emirat Arab
“Mereka tetap mempertahankan niat dan berjuang menunaikan Rukun Islam kelima. Keteguhan itulah yang kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation,” ujarnya.
Secara umum Zayed Foundation menyerahkan bantuan kepada 162 haji asal tiga provinsi yang terdampak bencana.
Khusus di Sumbar, puluhan penerima santunan berasal dari Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.
Sebelum menerima santunan tersebut, pihak dari Uni Emirat Arab terlebih dahulu meminta Kemenhaj untuk mendata calon penerima bantuan tersebut. Dari sejumlah usulan yang diajukan, 33 di antaranya memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
“Di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada jemaah haji yang terdampak,” ucap dia.
Bantuan dari Uni Emirat Arab ini tidak hanya menghadirkan dukungan secara materi, tetapi juga menunjukkan kuatnya solidaritas kemanusiaan dan ukhuah islamiah lintas negara. [Din]





