KEGIATAN seni menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Nilai inilah yang terus ditanamkan oleh SMA Jakarta Islamic School (JISc) melalui berbagai program pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif, analitis, dan inovatif.
Sejalan dengan pesan yang diusung SMA JISc, “Creating art is one of the most effective ways to develop both critical thinking and problem-solving skills,” seni dipandang sebagai media pembelajaran yang mampu melatih siswa dalam mengolah gagasan, menganalisis persoalan, serta menemukan solusi melalui pendekatan kreatif.
Penerapan nilai tersebut tercermin dalam prestasi yang diraih salah satu siswi SMA JISc, Munawaroh Muhammad Nur, yang berhasil berpartisipasi dalam Pameran Kids Biennale Indonesia 2025 bertajuk “Tumbuh Tanpa Takut” yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia.
Ajang seni berskala nasional tersebut menghadirkan sebanyak 1.026 karya seni dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui proses seleksi dan kurasi yang ketat, hanya 142 karya terbaik yang terpilih untuk dipamerkan kepada publik.
Seni sebagai Sarana Berpikir Kritis, Siswi SMA JISc Tembus Pameran Nasional di Galeri Nasional Indonesia
Salah satu karya yang berhasil lolos dan mendapatkan kesempatan tampil dalam pameran bergengsi tersebut adalah karya Munawaroh Muhammad Nur, siswi SMA JISc.
Karya Munawaroh dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia selama periode 3 hingga 31 Juli 2025, menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan artistik siswa JISc mampu bersaing di tingkat nasional.
Lihat postingan ini di Instagram
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan seni di SMA JISc tidak hanya berfokus pada hasil karya semata, tetapi juga pada proses berpikir yang melatarbelakanginya.
Dalam menciptakan sebuah karya seni, siswa dituntut untuk mengembangkan ide, melakukan eksplorasi konsep, mengatasi berbagai tantangan teknis, hingga menyampaikan pesan yang bermakna kepada audiens.
Seluruh proses tersebut berkontribusi dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan pada abad ke-21.
Sebagai sekolah Islam internasional terintegrasi pertama di Indonesia, Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc) terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menyeimbangkan pencapaian akademik, pengembangan karakter Islami, serta keterampilan masa depan.
JISc menggunakan Kurikulum Edexcel dari Inggris, berstatus sebagai Official Edexcel Exam Centre, serta mencatatkan prestasi sebagai peraih nilai tertinggi di Indonesia untuk Edexcel International GCSE English.
Selain menekankan kemampuan akademik, sekolah juga mengembangkan critical and creative thinking, kemampuan berbahasa Inggris aktif, serta berbagai keterampilan abad ke-21 melalui beragam aktivitas pengembangan diri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan konsep small class yang membatasi maksimal 16 siswa per kelas, setiap peserta didik mendapatkan perhatian dan pendampingan yang optimal untuk mengembangkan potensinya.
Keberhasilan Munawaroh Muhammad Nur menembus pameran nasional di Galeri Nasional Indonesia menjadi salah satu bukti nyata bahwa lingkungan pendidikan yang mendukung kreativitas dan berpikir kritis mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi.
Prestasi tersebut tidak hanya membanggakan SMA JISc, tetapi juga menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan intelektual siswa untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui berbagai pencapaian di bidang akademik maupun non-akademik, Jakarta Islamic School terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi muslim berwawasan global, kreatif, dan siap menjadi pemimpin masa depan. [Din]





