• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 27 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

Si Bungsu dan Si Sulung

24/09/2023
in Tumbuh Kembang
Si Bungsu dan Si Sulung

Ilustrasi, foto: usaid.gov

80
SHARES
614
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BUNGSU dan sulung dibedakan oleh tahun lahir. Selebihnya tak ada bedanya.

Ketika anak yang lahir di sebuah keluarga lebih dari satu, maka akan selalu ada istilah si bungsu dan si sulung. Si bungsu yang paling belakangan lahir dan si sulung yang awal.

Namun, kerap terjadi perlakuan yang berbeda antara bungsu dan sulung dari orang tua. Si sulung lebih banyak melayani sementara si bungsu lebih sering dilayani.

Perlakuan ini bergulir seperti otomatis, sejak anak-anak masih balita hingga terbawa di usia mereka remaja bahkan dewasa.

Dampak Psikologis

Sebenarnya, tak ada bedanya antara si bungsu dan si sulung kecuali dari tahun lahirnya saja. Tapi karena si sulung dianggap lebih berpengalaman, maka si sulung dituntut untuk lebih segalanya dari si bungsu.

Kalau hal itu diperlakukan saat keduanya masih balita, mungkin saja ada pengaruh positif. Yaitu, menumbuhkan rasa sayang dari si sulung dan memunculkan rasa hormat dari si bungsu.

Tapi jika perlakuan itu berlanjut di usia remaja dan dewasa, maka akan ada ekses negatif. Yaitu, si sulung merasa terbebani dan si bungsu menjadi manja.

Bentukan sifat manja pada anak akan menjadikan dirinya ingin selalu dilayani. Pada saat yang sama, potensi skillnya menjadi bonsai alias tidak tumbuh normal.

Dampak yang tidak kalah beratnya adalah terbentuk kondisi eksploitasi secara kolektif dari keluarga terhadap beban yang harus dipikul si sulung.

Dirinya akan menangkap kesibukan keluarga sebagai beban. Karena semua jari telunjuk seperti selalu mengarah ke dirinya. Padahal, ada orang lain yang mestinya bisa berbagi beban.

Porsi Keseimbangan

Ayah ibu adalah manejer dari dinamika keluarga. Termasuk dalam membina dan mendidik anak-anak, baik si bungsu dan si sulung.

Prinsip keseimbangan mengajarkan bahwa jangan beban terpikul di satu titik. Dan, jangan hak berkumpul di titik yang lain.

Boleh-boleh saja si sulung ditunjuk sebagai pelopor. Tapi, penunjukan itu tidak bersifat permanen. Ada masanya di mana si sulung juga harus dilayani oleh si bungsu. Sekaligus untuk memberikan ruang dan rangsangan agar si bungsu menunjukkan potensinya yang masih tersembunyi.

Latih setiap anak untuk mengerjakan tugas masing-masing, termasuk tugas di rumah. Dan usahakan untuk tidak ada kekhususan antara beban si bungsu dan si sulung.

Berikan juga ruang terjadinya saling berlomba dan bekerja sama antara keduanya. Hal ini agar ada kesetaraan dalam hak dan kewajiban anak, baik dia sebagai si bungsu maupun si sulung.

Namun begitu, penghormatan kepada si sulung dari si bungsu tetap harus dijaga, sebagaimana rasa sayang si sulung terhadap si bungsu. [Mh]

Tags: Si Bungsu dan Si Sulung
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

Next Post

INSISTS Gelar Bedah Buku Ideologi Gender dalam Studi Islam di IBF 2023

Next Post
INSISTS Gelar Bedah Buku Ideologi Gender dalam Studi Islam di IBF 2023

INSISTS Gelar Bedah Buku Ideologi Gender dalam Studi Islam di IBF 2023

Lagi-Lagi Masalah Bau dan Kebersihan

Kebahagiaan Itu Harus Kita Upayakan Sendiri

Setiap Jiwa Tidak Akan Mati kecuali dengan Izin Allah

Renungan Kematian di Pinggir Pantai Jepang

  • Empat Wanita Teladan Penghulu Surga

    Ada Surga di Balik Derita, Kisah Wanita Penderita Epilepsi yang Dijamin Masuk Surga

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3425 shares
    Share 1370 Tweet 856
  • Bencana Longsor Melanda Desa Pasirlangu Cisarua, Bandung Barat

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6701 shares
    Share 2680 Tweet 1675
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4088 shares
    Share 1635 Tweet 1022
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    570 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Lebih dari 1.600 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5256 shares
    Share 2102 Tweet 1314
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7891 shares
    Share 3156 Tweet 1973
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga