BANYAK orang tua merasa senang ketika anak lahap makan atau minum. Namun, tanpa disadari, kebiasaan memberikan makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat membuat anak sulit lepas dari rasa manis. Mulai dari permen, cokelat, biskuit, hingga minuman kemasan, semuanya mudah ditemukan dan sering menjadi pilihan praktis untuk menyenangkan anak.
Padahal, konsumsi gula berlebih pada anak dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, obesitas, serta membentuk pola makan yang kurang sehat hingga dewasa. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak agar tidak terlalu bergantung pada makanan manis sejak dini.
Baca Juga: Ide Styling Kemeja Putih untuk Perempuan
Tips Membiasakan Anak Tidak Bergantung pada Makanan dan Minuman Manis
1. Jangan Biasakan Memberi Hadiah Berupa Makanan Manis
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan orang tua adalah menjadikan permen atau cokelat sebagai hadiah. Misalnya, anak diberi permen setelah berhasil mengerjakan tugas atau dibelikan es krim ketika berperilaku baik.
Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini dapat membuat anak menganggap makanan manis sebagai sesuatu yang istimewa dan harus selalu dicari. Sebaiknya gantilah hadiah dengan bentuk lain, seperti pujian, waktu bermain bersama, atau aktivitas yang disukai anak.
2. Kenalkan Rasa Alami dari Buah-buahan
Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis buatan sering kali kurang menyukai rasa alami dari buah. Karena itu, cobalah mengenalkan berbagai jenis buah sejak usia dini.
Pisang, pepaya, mangga, semangka, atau jeruk memiliki rasa manis alami yang tetap memberikan nutrisi penting bagi tubuh. Dengan sering mengonsumsi buah, lidah anak akan lebih terbiasa menikmati rasa manis yang berasal dari alam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Batasi Minuman Manis Kemasan
Salah satu sumber gula terbesar yang sering tidak disadari berasal dari minuman kemasan. Teh manis, minuman rasa buah, susu dengan tambahan gula tinggi, hingga minuman bersoda dapat mengandung gula dalam jumlah yang cukup banyak.
Biasakan anak untuk lebih sering minum air putih. Jika ingin memberikan minuman lain, pilih yang kandungan gulanya lebih rendah dan sesuaikan dengan kebutuhan anak.
4. Jadilah Contoh yang Baik
Anak adalah peniru ulung. Jika orang tua setiap hari mengonsumsi minuman manis atau camilan tinggi gula, anak akan menganggap kebiasaan tersebut sebagai sesuatu yang normal.
Karena itu, perubahan sebaiknya dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Ketika anak melihat ayah dan ibunya lebih memilih buah atau air putih, mereka akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut.
5. Kurangi Secara Bertahap
Jika anak sudah terbiasa dengan makanan manis, jangan langsung menghentikannya secara drastis. Perubahan yang terlalu mendadak bisa membuat anak menolak atau justru semakin menginginkannya.
Kurangi secara perlahan, misalnya dengan mengurangi jumlah gula dalam minuman atau membatasi frekuensi konsumsi camilan manis. Cara bertahap biasanya lebih mudah diterima oleh anak. [DW]





