• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 28 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tafsir

Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 1)

07/03/2021
in Tafsir
Tangisan Umar bin Abdil Aziz Rahimahullah

Foto: Pixabay

344
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

ChanelMuslim.com–Sejak 14-15 abad lalu, Allah Ta’ala sudah menyebutkan akan datangnya masa umat Islam menjauh dari Alquran. Menjauh artinya tidak membacanya, mentabburinya, apalagi mengamalkannya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini sesuatu yang dijauhi.”

(QS. Al-Furqan, ayat 30)

Sungguh, menjauh dari Alquran adalah berbahaya bagi seorang muslim, atau masyarakat muslim, bahkan bagi umat manusia. Hal ini ditegaskan dalam banyak ayat-Nya.

Di antaranya:

1. Penghidupan yang sempit (Ma’isyatan Dhanka)

Hal ini Allah Ta’ala tegaskan dalam Alquran:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit,

(QS. Tha-Ha, Ayat 124)

Maksud dari “berpaling dari peringatan-Ku” adalah berpaling dari Alquran.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

أي خالف أمري وما أنزلته على رسولي أعرض عنه وتناساه وأخذ من غيره هداه

Yaitu menyelisihi perintah-Ku dan menyelisihi apa-apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku (Alquran), berpaling darinya dan melupakannya dan menjadikan selainnya sebagai petunjuk.

(Tafsir Alquran Al ‘Azhim, 5/283)

Adapun “penghidupan yang sempit” yaitu kehidupan dunianya, baik hakiki yaitu sempit nafkahnya, atau sempit secara maknawi yaitu dadanya sempit dan gelisah, karena dia hidup di atas kesesatan, atau permasalahan yang tidak kunjung usai, dan lainnya.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

أي ضنكا في الدنيا، فلا طمأنينة له ولا انشراح لصدره، بل صدره ضيق حرج لضلاله، وإن تنعم ظاهره ولبس ما شاء وأكل ما شاء وسكن حيث شاء، فإن قلبه ما لم يخلص إلى اليقين والهدى فهو في قلق وحيرة وشك، فلا يزال في ريبة يتردد فهذا من ضنك المعيشة.

Yaitu sempit di dunia, tidak tenang, dan tidak lapang dadanya, tapi hatinya sempit karena kesesatannya. Walau zahirnya menampakkan nikmat hidup, memakai pakaian apa saja yg dia suka, memakan apa yang dia mau, dia tinggal di mana pun dia suka, tapi hatinya belum bersih kepada keyakinan dan petunjuk, hatinya gelisah dan dipenuhi keraguan, terus menerus dikuasai kebimbangan. Itulah kehidupan dunia yang sempit. (Ibid)

Maka, jika kita dirundung kegelisahan, ditimpa masalah demi masalah .. coba lihat dan evaluasi bagaimana hubungan kita dengan Alquran ..

Sementara itu, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda tentang makna “penghidupan yang sempit”, maksudnya adalah “Azab Kubur.” Sanadnya jayyid. (Imam Ibnu Katsir, Ibid, 5/284)

2. Dikumpulkan di akhirat dalam keadaan buta

Allah Ta’ala berfirman dalam ayat yang sama dengan poin pertama:

وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

” … dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”

(QS. Tha-Ha, ayat 124)

Ini sesuatu yang menakutkan. Di dunia, kebutaan saja sudah tidak mengenakkan dan membingungkan, walau banyak manusia yang dapat membantu kita. Lalu, bagaimana kebutaan di akhirat, di mana manusia tidak bisa membantu satu sama lainnya karena masing-masing bertanggung jawab atas amalnya sendiri?

Buta di sini bermakna hilangnya penglihatan, hilangnya arah, petunjuk, dan kendali, di akhirat nanti.

Imam Asy Syaukani Rahimahullah menjelaskan:

أي مَسْلُوبَ الْبَصَرِ، وَقِيلَ: المراد العمى عَنِ الْحُجَّةِ، وَقِيلَ: أَعْمَى عَنْ جِهَاتِ الْخَيْرِ لَا يَهْتَدِي إِلَى شَيْءٍ مِنْهَا

Yaitu kaburnya penglihatan. Dikatakan bahwa maksud dari buta adalah buta dari hujjah. Dikatakan pula, buta terhadap arah kebaikan, dan dia tidak ada petunjuk untuk sedikit pun mencapai ke sana.

(Fathul Qadir, 3/462)

Sebab, Alquran adalah kitab petunjuk bagi manusia, ke arah yang lurus dan paling benar, maka melupakannya akan membuatnya jauh melenceng dari kebenaran. Penyesalan itu pun datang kemudian.

Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰل

ِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”

Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”

(QS. Tha-Ha, ayat 125-126)

Demikian. Wallahu a’lam.
(Bersambung)
[ind]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Buang Kulit Pisangmu, Inilah 4 Manfaatnya untuk Kecantikan

Next Post

Habiskan Makananmu, Ingat Dua Tips Ini

Next Post
Mengajak Anak untuk Belajar Islam ketika Ibu dan Ayah Berbeda Keyakinan

Habiskan Makananmu, Ingat Dua Tips Ini

Khalid Bin Walid, Si Pedang Allah yang Terhunus

Parenting dan Tafsir Alquran, Sebuah Pelajaran Mengasah Bahasa Anak

Pesantren, Sebuah Tradisi Hebat Indonesia

Pesantren, Sebuah Tradisi Hebat Indonesia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8110 shares
    Share 3244 Tweet 2028
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1986 shares
    Share 794 Tweet 497
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3604 shares
    Share 1442 Tweet 901
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1958 shares
    Share 783 Tweet 490
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5056 shares
    Share 2022 Tweet 1264
  • Tetap Shalih Setelah Ramadan

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Kekuatan Doa Orangtua untuk Anak-Anaknya

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Perbaiki Tiga Hal Darimu, Maka Allah Akan Memperbaiki Tiga Yang Lainnya

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga