• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 18 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Shalat Tertunda karena Repot Urus Bayi

12/05/2025
in Syariah, Unggulan
Shalat Tertunda karena Repot Urus Bayi
128
SHARES
981
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

USTAZ, saya mau bertanya, bagaimana dengan shalat tertunda karena repot urus bayi? Saya punya bayi berumur 2 bulan ini lagi rewel-rewelnya, malam tidur paling 2 jam itu saja enggak nyambung.

Melek tapi rewel, minta digendonglah apalah, enggak jelas maunya. Siang juga begitu. Suami sudah bekerja ke luar Jawa, jadi enggak ada yang bantu-bantu.

Nah, masalahnya, shalat saya jadi tertunda-tunda bahkan kadang sudah masuk shalat waktu berikutnya. Bagaimana solusinya Ustaz? Seperti ini dijamak atau qosor itu boleh tidak?

Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan sebagai berikut.

Semoga jadi amal jihad bagi ibunya, tetap semangat.. Dan semoga anaknya sehat dan menjadi anak soleh..

Kesibukan luar biasa dari seorang ibu dalam mengurus bayinya, tanpa pembantu adalah masyaqqat (kesulitan/kepayahan), boleh baginya untuk shalat tidak di awal waktu, bisa di tengahnya, atau akhirnya.

Baca juga:ย Hukum Mengikat Rambut bagi Wanita saat Shalat

Shalat Tertunda karena Repot Urus Bayi

Dalam hadis:

ุฅู† ู„ู„ุตู„ุงุฉ ุฃูˆู„ุง ูˆุขุฎุฑุงุŒ ูˆุฅู† ุฃูˆู„ ูˆู‚ุช ุงู„ุธู‡ุฑ ุญูŠู† ุชุฒูˆู„ ุงู„ุดู…ุณุŒ ูˆุฅู† ุขุฎุฑ ูˆู‚ุชู‡ุง ุญูŠู† ูŠุฏุฎู„ ูˆู‚ุช ุงู„ุนุตุฑ..

Shalat itu ada awal waktunya dan akhirnya, awal waktu zhuhur adalah saat tergelincir matahari, waktu akhirnya adalah saat masuk waktu ashar.

(HR. Ahmad no. 7172, dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Ta’liq Musnad Ahmad, no. 7172)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

ูŠุฌูˆุฒ ุชุฃุฎูŠุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑ ูˆู‚ุชู‡ุง ุจู„ุง ุฎู„ุงูุŒ ูู‚ุฏ ุฏู„ ุงู„ูƒุชุงุจุŒ ูˆุงู„ุณู†ุฉุŒ ูˆุฃู‚ูˆุงู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุชุฃุฎูŠุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑ ูˆู‚ุชู‡ุงุŒ ูˆู„ุง ุฃุนู„ู… ุฃุญุฏุงู‹ ู‚ุงู„ ุจุชุญุฑูŠู… ุฐู„ูƒ

Dibolehkan menunda shalat sampai akhir waktunya tanpa adanya perselisihan, hal itu berdasarkan Alquran dan As Sunnah.

Perkataan para ulama juga membolehkan menunda sampai akhir waktunya, tidak ada seorang ulama yang mengatakan haram hal itu. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/58)

Bagaimana Jika Sampai Habis Waktunya?

Jika diperkirakan urusan bayi tersebut dapat melewati waktu ke shalat berikutnya, tidak apa-apa niatkan jamak takhir (misal zuhur dan ashar di waktu ashar, atau maghrib dan isya di waktu isya).

Jamak saja, bukan qashar. Sebab, qashar hanya berlaku bagi yang SAFAR.

Dalilnya:

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ูููŠ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฎูŽูˆู’ูู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุทูŽุฑู

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah menjamak antara zhuhur dan ashar, maghrib dan isya di Madinah, pada hari saat tidak ketakutan dan tidak hujan.โ€ (HR. Muslim No. 70)

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata:

ูˆุฃูˆุณุน ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ููŠ ุงู„ุฌู…ุน ู…ุฐู‡ุจ ุฃุญู…ุฏ ูุฅู†ู‡ ุฌูˆุฒ ุงู„ุฌู…ุน ุฅุฐุง ูƒุงู† ุดุบู„ ูƒู…ุง ุฑูˆู‰ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ุฐู„ูƒ ู…ุฑููˆุนุง ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ู‰ ุฃู† ู‚ุงู„: ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุฌู…ุน ุฃูŠุถุง ู„ู„ุทุจุงุฎ ูˆุงู„ุฎุจุงุฒ ูˆู†ุญูˆู‡ู…ุง ู…ู…ู† ูŠุฎุดู‰ ูุณุงุฏ ู…ุงู„ู‡.

“Mazhab yang paling luas dalam masalah jamak adalah mazhab Imam Ahmad, dia membolehkan jamak karena kesibukan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam An Nasaโ€™i secara marfuโ€™ (sampai) kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam,

sampai-sampai dibolehkan jamak juga bagi juru masak dan pembuat roti dan semisalnya, dan juga orang yang ketakutan hartanya menjadi rusak.โ€ (Al Fatawa Al Kubra, 5/350)

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

ูˆูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุฉ ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆูŽุงุฒ ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุน ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุถูŽุฑ ู„ูู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉู ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุชู‘ูŽุฎูุฐู‡ู ุนูŽุงุฏูŽุฉ ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ ุงูุจู’ู† ุณููŠุฑููŠู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุจ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจ ู…ูŽุงู„ููƒ ุŒ ูˆูŽุญูŽูƒูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู‚ูŽูู‘ูŽุงู„ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุงุดููŠู‘ ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ูˆูŽุฒููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽุงุฑูŽู‡ู ุงูุจู’ู† ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฐูุฑ ูˆูŽูŠูุคูŽูŠู‘ูุฏู‡ู ุธูŽุงู‡ูุฑ ู‚ูŽูˆู’ู„ ุงูุจู’ู† ุนูŽุจู‘ูŽุงุณ : ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูุญู’ุฑูุฌ ุฃูู…ู‘ูŽุชู‡ ุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู„ู‡ู ุจูู…ูŽุฑูŽุถู ูˆูŽู„ูŽุง ุบูŽูŠู’ุฑู‡ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู… .

โ€œSekelompok para imam, membolehkan jamak ketika tidak bepergian apabila ia memiliki keperluan, namun hal itu tidak dijadikan sebagai kebiasaan.” Demikianlah pendapat dari Ibnu Sirin, Asyhab dari golongan Malikiyah.

Al Khathabi menceritakan dari Al Qaffal dan Asy Syasyil kabir dari mazhab Syafiโ€™i, dari Abu Ishaq al Marwazi dan dari jamaah ahli hadis.

Inilah pendapat yang dipilih oleh Ibnul Mundzir, yang didukung oleh zhahir ucapan Ibnu Abbas, bahwa yang dikehendaki dari jamak adalah โ€˜agar umatnya keluar dari kesulitan.โ€™

Karena itu, tidak dijelaskan alasan jamak, apakah karena sakit atau yang lainnya. Wallahu aโ€™lam.โ€ (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 5/219). Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

Tags: Hukum shalat bagi ibu menyusuiShalat Tertunda karena Repot Urus Bayi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hakikat Keluarga Sakinah

Next Post

Mengatasi Ketidakcocokan dengan Konseling Pranikah

Next Post
Mengatasi Ketidakcocokan dengan Konseling Pra-Nikah

Mengatasi Ketidakcocokan dengan Konseling Pranikah

Berperahu, Pengurus Salimah Tebar Bantuan Korban Banjir Gorontalo

Cintai Saudara Muslim seperti Mencintai Diri Sendiri

Tips Mendongeng untuk Anak Sebelum Tidur

Tips Mendongeng untuk Anak Sebelum Tidur

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1946 shares
    Share 778 Tweet 487
  • Tidur Pada Awal Malam dan Bangun di Sepertiga Akhir

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8079 shares
    Share 3232 Tweet 2020
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11214 shares
    Share 4486 Tweet 2804
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3582 shares
    Share 1433 Tweet 896
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    144 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Resep Sambal Goreng Kentang Ati Ampela, Temani Makan Siangmu

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Berikut Beberapa Tempat Wisata di Sekitar Pusat Kota Semarang yang Bisa Kamu Kunjungi

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Guru Ngaji Berhak Mendapat Zakat

    834 shares
    Share 334 Tweet 209
Chanelmuslim.com

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga