• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 16 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Aqiqah setelah Anak Berumur 21 Hari

05/05/2026
in Syariah, Unggulan
Aqiqah saat Bayi Berusia Dua Bulan

(foto: pixabay)

126
SHARES
966
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Setelah anak berumur 21 hari, masih bolehkah melaksanakan aqiqah? Ustaz, izin bertanya, mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, kalau sampai lewat dari hari ke-21, dari kelahiran seorang anak, belum juga ada rezekinya, apakah masih ada kewajiban orang tua untuk tetap mengaqiqahkan anaknya?

Bagaimana pula jika anak tersebut keburu meninggal sebelum diaqiqahkan? Apakah kita sebagai orangtua, masih wajib mengaqiqahkan anak yang sudah meninggal? Karena ketika anak lahir, belum ada biaya untuk aqiqah, pas-pasan dan hanya cukup untuk biaya persalinan.

Baca Juga:ย Hukum Aqiqah Bayi Laki-Laki Tidak Langsung Dua Kambing

Hukum Aqiqah setelah Anak Berumur 21 Hari

Oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

Hari ketujuh adalah hari yang afdhal (lebih utama). Jika dalam keadaan sempit finansial, boleh dilakukan pada hari setelahnya atau kelipatannya, atau kapan pun saat orangtuanya ada rezeki, itu tetap sah dan boleh, menurut pendapat yang lebih kuat dari beberapa pendapat ulama.

Imam Abu Thayyib Syamsul Azhim Abadi, memberikan rincian demikian:

ูููŠู‡ู ุฏูŽู„ููŠู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูˆูŽู‚ู’ุช ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉ ุณูŽุงุจูุน ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงุฏูŽุฉ ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑูŽุน ู‚ูŽุจู’ู„ู‡ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู‡ ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ ุชูŽุฌู’ุฒููŠ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุน ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซ ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุจู’ู† ุจูุฑูŽูŠู’ุฏูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ” ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉ ุชูุฐู’ุจูŽุญ ู„ูุณูŽุจู’ุน ูˆูŽู„ูุฃูŽุฑู’ุจูŽุน ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉ ูˆูŽู„ูุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ” ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูุจูู„ .

ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽ ุงู„ุชู‘ูุฑู’ู…ูุฐููŠู‘ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู… ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุฐู’ุจูŽุญ ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉ ูŠูŽูˆู’ู… ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุน ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽูŠู‘ูŽุฃ ููŽูŠูŽูˆู’ู… ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุน ุนูŽุดูŽุฑ ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽูŠู‘ูŽุฃ ุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู… ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ .

โ€œDalam hadits ini, terdapat dalil bahwa waktu aqiqah adalah hari ke tujuh kelahiran. Sesungguhnya tidak disyariatkan sebelum dan sesudahnya.

Ada yang mengatakan: Sudah mencukupi dilakukan pada hari ke-14 dan 21, sebab telah dikeluarkan oleh Imam Al Baihaqi dari Abdullah bin Buraidah, dari Ayahnya, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: โ€˜Aqiqah disembelih pada hari ke-7, 14, dan 21.โ€™

Hadits ini disebutkan dalam kitab Subulus Salam. Imam At Tirmidzi mengutip dari para ulama bahwa mereka menyukai menyembelih aqiqah pada hari ke-7, jika dia belum siap maka hari ke-14, jika dia belum siap, maka pada hari ke-21.โ€

(โ€˜Aunul Maโ€™bud, 8/28. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

ูˆุงู„ุฐุจุญ ูŠูƒูˆู† ูŠูˆู… ุงู„ุณุงุจุน ุจุนุฏ ุงู„ูˆู„ุงุฏุฉ ุฅู† ุชูŠุณุฑุŒ ูˆุฅู„ุง ูููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุฑุงุจุน ุนุดุฑ ูˆุฅู„ุง ูููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ูˆุงุญุฏ ูˆุงู„ุนุดุฑูŠู† ู…ู† ูŠูˆู… ูˆู„ุงุฏุชู‡ุŒ ูุฅู† ู„ู… ูŠุชูŠุณุฑ ูููŠ ุฃูŠ ูŠูˆู… ู…ู† ุงู„ุงูŠุงู…. ูููŠ ุญุฏูŠุซ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ: ุชุฐุจุญ ู„ุณุจุนุŒ ูˆู„ุงุฑุจุน ุนุดุฑุŒ ูˆู„ุงุญุฏูŠ ูˆุนุดุฑูŠู†.

โ€œPenyembelihan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran jika dia lapang, jika tidak, maka pada hari ke-14, jika tidak, maka hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih sulit, maka bisa lakukan pada hari apa pun. Dalam Hadits Al Baihaqi: โ€œdisembelih pada hari ke-7, 14, dan 21.โ€

(Fiqhus Sunnah, 3/328. Darul Kitab Al โ€˜Arabi)

Lalu, apakah boleh saat dewasa?

Orang tua memang sudah tidak ada kewajiban pada saat anaknya sudah dewasa. Tapi, “tidak berkewajiban” bukan berarti terlarang.

Hal ini diperselisihkan ulama. Akan tetapi, pendapat yang lebih kuat -Insya Allah- adalah boleh.

Pendapat ini dipilih oleh Imam Asy Syafi’iy dan pengikutnya, Imam Ahmad bin Hambal dan pengikutnya, serta sebagian salaf seperti Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, Atha’ bin Abi Rabah, dll.

Imam Muhammad bin Sirrin Rahimahullah berkata:

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู‘ููŠ ุŒ ู„ูŽุนูŽู‚ูŽู‚ู’ุชู ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููŠ.

Seandainya aku tahu aku belum diaqiqahkan, niscaya akan aku aqiqahkan diriku sendiri.

(Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah No. 24718)

Imam Al Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata:

ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุนู‚ ุนู†ูƒ ุŒ ูุนู‚ ุนู† ู†ูุณูƒ ูˆ ุฅู† ูƒู†ุช ุฑุฌู„ุง

Jika dirimu belum diaqiqahkan, maka aqiqahkan buat dirimu sendiri, jika memang kamu adalah laki-laki. (Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 8/322)

Aqiqah diri sendiri dan saat dewasa itu memiliki dasar yang kuat, yaitu:

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู‚ ุนู† ู†ูุณู‡ ุจุนุฏู…ุง ุฌุงุกุชู‡ ุงู„ู†ุจูˆุฉ

Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengaqiqahkan dirinya setelah datang kepadanya nubuwwah (masa kenabian).

Hadits ini pada dasarnya LEMAH, namun demikian hadits ini DIKUATKAN OLEH beberapa jalur lainnya yaitu:

– Imam Abu Ja’far Ath Thahawiy, Musykilul Atsar, no. 883

– Imam Ath Thabaraniy, Al Mu’jam Al Awsath no. 994

– Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 7/528

Berkata Syaikh Al Albani Rahimahullah:

ู‚ู„ุช : ูˆ ู‡ุฐุง ุฅุณู†ุงุฏ ุญุณู† ุฑุฌุงู„ู‡ ู…ู…ู† ุงุญุชุฌ ุจู‡ู… ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญู‡ ” ุบูŠุฑ ุงู„ู‡ูŠุซู… ุงุจู† ุฌู…ูŠู„ ุŒ ูˆ ู‡ูˆ ุซู‚ุฉ ุญุงูุธ ู…ู† ุดูŠูˆุฎ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…

Aku berkata: Isnad hadits ini HASAN, para perawinya adalah orang-orang yang dijadikan hujjah oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, kecuali Al Haitsam bin Jamil, dia adalah terpercaya, seorang hafizh, dan termasuk guru dari Imam Ahmad. (As Silsilah Ash Shahihah, 6/502)

Kesimpulan akhirnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menshahihkan hadits ini dengan status SHAHIH LI GHAIRIHI, karena beberapa riwayat di atas yang menguatkannya. (Ibid)

Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

Tags: Hukum Aqiqah setelah Anak Berumur 21 Hari
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keharmonisan Mertua dan Menantu

Next Post

Penambahan Kapasitas Kereta Api Cepat Haramain untuk Musim Haji 1447 H

Next Post
Penambahan Kapasitas Kereta Api Cepat Haramain untuk Musim Haji 1447 H

Penambahan Kapasitas Kereta Api Cepat Haramain untuk Musim Haji 1447 H

Distraksi Keharmonisan Rumah Tangga

Distraksi Keharmonisan Rumah Tangga

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

Waktu Kita Pendek, Bunda

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8409 shares
    Share 3364 Tweet 2102
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11334 shares
    Share 4534 Tweet 2834
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5118 shares
    Share 2047 Tweet 1280
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3791 shares
    Share 1516 Tweet 948
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2127 shares
    Share 851 Tweet 532
  • Arti Rupiah Terus Anjlok terhadap Dolar

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ular dan Penampakan Jin

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2251 shares
    Share 900 Tweet 563
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4305 shares
    Share 1722 Tweet 1076
Chanelmuslim.com

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga