• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Cara Menghadapi Para Pendengki

27/10/2025
in Syariah, Unggulan
Agar Tidak Terpengaruh Apa Kata Orang, Ini Misi Besarnya

(foto: pixabay)

111
SHARES
850
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CARA menghadapi para pendengki dijelaskan oleh Ustaz Farid Nu’man Hasan. Menyeru manusia kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengajak manusia ke jalan kebaikan, ibarat perdagangan.

Seorang yang berdagang pasti memiliki pesaing. Ada pesaing yang sehat dan ada pula yang hasad (dengki). Si pendengki akan melakukan upaya apa saja untuk menggembosi pedagang lain yang lebih laku.

Ia katakan kepada manusia: hati-hati dengan pedagang itu, barang dagangannya expired (kedaluarsa), tidak berkualitas, tidak orisinil, dan lain-lain, dengan tujuan menjauhkan manusia darinya,

lalu pelanggan beralih kepadanya. Paling tidak, memburukkan citranya.

Begitu pula segala macam bentuk fitnah, tuhmah (tuduhan), tha’nah (tikaman), yang dialami aktivis Islam dan tokoh-tokohnya. Baik di ranah sosial politik, budaya, ekonomi, dan lainnya.

Semua itu bisa datang dari kaum sekuler yang anti agama, bisa juga sesama pejuang Islam yang memiliki bendera dan seruan yang sama, tapi mereka bertemu pada muara yang sama; dengki.

Kaum pendengki biasanya mampu berseni peran secara luar biasa. Mereka tesenyum dan menyapa di hadapan korbannya untuk menunjukkan cinta dan ridha sehingga korbannya pun tertipu dengan penampilan mereka.

Tetapi di belakang, mereka menyerang dengan serangan mematikan, dengan berbagai sarana yang mereka miliki untuk mempengaruhi opini manusia sesuai kemauannya, agar manusia ikut-ikutan membenci korbannya.

Baca Juga: 10 Tanda Tukang Sihir

Cara Menghadapi Para Pendengki

Allah Ta’ala berfirman:

هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آَمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ

“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada Kitab-Kitab semuanya. apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”,

dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu.” (QS. Al Imran (3): 119)

Ya, jika mereka berdiskusi dengan kita, berkumpul dan berhadapan, mereka menyatakan selalu bersama kita, tetapi perilaku mereka sangat bertolak belakang. Maka cukuplah bagi mereka:

قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” (QS. Ali Imran (3): 119)

Selanjutnya, akan kami kutip nasihat bagaimana menghadapi para pendengki dalam kehidupan kita, yaitu nasihat Syaikh Dr. ’Aidh Abdullah Al Qarny Hafizhahullah dari buku Silakan Terpesona, hlm. 187. Cet.3, Penerbit Sahara Publishers. Jakarta, Juni 2005.

Beliau menulis:

“Bagaimanapun Anda berbuat baik kepada orang yang hasud, misalnya membawakan makanan dan minuman kepadanya, memakaikan pakaiannya, membawakan air wudhunya,

menyikatkan permadaninya, membersihkan rumahnya, dan lain-lain, Anda akan tetap dianggapnya sebagai musuh. Mengapa demikian?

Sebab, hal-hal yang menjadi pemicu permusuhan dengannya itu masih melekat pada diri Anda, yaitu keutamaan, ilmu pengetahuan, tata krama, harta, atau jabatan Anda.

Bagaimana pun Anda tidak akan dapat berdamai dengannya selama Anda belum menanggalkan karunia-karunia tersebut dari diri Anda.

Orang yang iri hati akan selalu menunggu-nunggu saat Anda terpeleset, menanti-nanti kapan Anda terjatuh, dan berangan-angan suatu saat Anda tergelincir.

Hari terbaik baginya adalah hari Anda jatuh sakit, malam terindah baginya adalah malam Anda jatuh miskin, dan saat-saat paling membahagiakan baginya adalah hari Anda tertimpa bencana,

dan waktu yang paling disukainya adalah hari dia melihat Anda gelisah, resah, sedih, dan rapuh.

Momen yang paling menyiksanya adalah ketika ia melihat Anda menjadi kaya raya. Berita paling menyedihkannya adalah ketika Anda meraih keberuntungan dan menjadi orang terhormat.

Dan bencana paling besar baginya adalah ketika Anda mendapat promosi.

Tawa Anda adalah tangisnya, pesta Anda adalah upacara kematiannya, dan keberhasilan Anda adalah kegagalannya.

Dia akan melupakan segala-galanya tentang diri Anda, kecuali kesalahan-kesalahan Anda. Dia tidak memandang apa pun kepada diri Anda, kecuali pada kekurangan-kekurangan Anda.

Kesalahan Anda yang kecil, baginya lebih besar daripada gunung Uhud. Dosa Anda yang sepele, menurutnya lebih berat daripada gunung Tsahlan.

Meskipun Anda lebih fasih daripada Sahban, baginya Anda lebih gagap daripada Baqil. Meskipun Anda lebih dermawan daripada Hatim, baginya Anda lebih kikir daripada Madir.

Meskipun Anda lebih cerdas daripada Asy Syafi’i, dia memandang Anda lebih bodoh dari pada Habnaqah.

Orang yang memuji Anda di hadapannya dianggapnya pendusta. Orang yang menyanjung Anda di dekatnya dianggapnya orang munafik.

Orang yang memuji Anda di majelisnya dianggapnya orang rendah yang tak tahu etika.

Sebaliknya, dia mempercayai orang yang mencela Anda, menyukai orang yang membenci Anda, mendekati orang yang memusuhi Anda, menolong orang yang tidak menyukai dan tidak akrab dengan Anda.

Warna putih menurut pandangan mata Anda, terlihat hitam baginya. Siang dalam penglihatan Anda, malam dalam pandangannya.

Maka dari itu, janganlah Anda menjadikannya sebagai hakim dalam perkara Anda dengan orang lain, karena dia telah memvonis Anda bersalah sebelum mendengar tuntutan dan melihat bukti-bukti.

Janganlah Anda membocorkan rahasia kepadanya, karena dia sangat bersemangat menyebarkan dan menyiarkannya.

Ia menyimpan kekeliruan Anda sampai hari ia membutuhkannya dan mencatat kesalahan Anda sampai hari ia memerlukannya.

Cara menghadapinya hanyalah menghindari dan meninggalkannya, menghilang dari pandangannya, menjauhi rumahnya, dan menyingkir dari tempatnya.

Sebab, dia sebenarnya adalah sang penindas yang berpenampilan orang yang tertindas.

Tak usah Anda membalasnya, sudah cukup baginya kepahitan di kerongkongannya, duka nestapa yang dialaminya, kesedihan yang merundungnya, dan kecelakaan yang dirasakannya.

Andalah yang membuatnya sakit dan menderita; Andalah yang membuatnya tidak bisa tidur dan gundah gulana; andalah yang mendatangkan kegelisahan, kesedihan, kelelahan, dan keletihan padanya.

Baca Juga: Dengki Membakar Hati

“Aku berhasil, maka sujudlah orang yang dulu mencela diriku”

“Dia tidak kucela, itulah pemaafan dan penghinaanku baginya”

“Itu juga yang kualami di antara keluarga dan orang sebangsaku”

“Sebab, barang yang berharga memang aneh di mana saja berada”

“Orang yang iri pada kebaikanku, berdusta di belakangku”

“Berghibah sembunyi-sembunyi, memuji-muji di depan mata”

Demikian nasihat indah dari Syaikh Dr. ’Aidh Al Qarny hafizhahullah. Sungguh, kedengkian adalah penyakit mematikan bagi pengidapnya.

Hatinya sempit, jiwanya berguncang, pikiran pun buram, karena semua telah diliputi rasa khawatir terhadap kemuliaan dan kemajuan orang lain, lalu sedih terhadap kebahagian orang lain, dan marah terhadap pujian yang diterima mereka.

Ia menolak dan membantah ketika ada ulama atau tokoh masyarakat yang memberi kesaksian positif terhadap aktivis Islam. Ia cari-cari alasan agar kesaksian itu menjadi mentah dan tidak berharga.

Sungguh betapa lelah dan payahnya orang seperti itu.

Orang-orang yang hari-harinya diisi dengan tilawah Alquran, menyeru manusia kepada kebaikan, menghidupkan masjid, mendidik anak-anak telantar, berjuang untuk umatnya,

oleh kaum pendengki disebut munafik, dicari kelemahannya, diintai kesalahannya, hanya untuk memuaskan syahwat dengkinya.

Akhirnya, ia hidup hingga matinya diliputi kebencian, angkara murka, dan tanpa kasih sayang sesama muslim dan manusia, kecuali yang dirahmati oleh Allah ’Azza wa Jalla untuk berubah.

Di mana saja berada, orang-orang seperti ini menjadi kerikil dalam sepatu bagi saudaranya sesama muslim. Sedikit dan kecil tetapi mengganggu, atau seperti kutil, kecil tetapi merusak pemandangan.

Kritik yang dilakukan mereka bukan didasari cinta dan ilmu, tetapi amarah, dendam, dan pelampiasan hawa nafsu. Semua akan dilakukan, semua menjadi sarana,

semua yang menjadi musuh pada masa lalu menjadi kawan masa kini, karena satu tujuan, satu target dan sasaran, kehancuran pejuang muslim dan tokoh-tokohnya.

Dengki tidaklah memandang usia dan tempat, ia bisa diidap siapa saja dan hidup di mana saja. Orang yang menjadi korban juga tidak memandang usia dan posisi, siapa saja pernah menjadi sasaran kedengkian.

Baik itu jamaah, ulama, da’i, politisi, tokoh negara, guru, pedagang, dan sebagainya. Maka carilah ridha Allah ’Azza wa Jalla dalam berdakwah, jangan hiraukan ucapan yang melemahkan,

tuduhan yang menggoncangkan, dan fitnah yang membingungkan, karena ketika Anda menjadikan Allah ’Azza wa Jalla sebagai satu-satunya tujuan dan tempat bersandar,

maka musuh-musuhmu akan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali celaka bagi dirinya sendiri. Wallahu’alam.[ind]

(Farid Nu’man, Kota Sambas, April 2007, dengan beberapa editan. Pernah dimuat majalah Tatsqif 2007).

Tags: Cara Menghadapi Para Pendengki
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

3 Jenis Minyak yang Baik untuk Membuat Hidangan Sehat

Next Post

Terapi Jus Wortel dan Peterseli dapat Mengatasi Rambut Rontok

Next Post
Terapi Jus Wortel dan Peterseli dapat Mengatasi Rambut Rontok

Terapi Jus Wortel dan Peterseli dapat Mengatasi Rambut Rontok

Makna Kata Angin Rih dan Riyah dalam Al-Qur'an

Makna Kata Angin Rih dan Riyah dalam Al-Qur'an

Simak Tiga Tanda Kulit Lelah yang Perlu Diperhatikan

Simak Tiga Tanda Kulit Lelah yang Perlu Diperhatikan

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Resep Singkong Keju Goreng

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7819 shares
    Share 3128 Tweet 1955
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1645 shares
    Share 658 Tweet 411
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga