• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Tips Diskusi Nyaman dan Produktif Suami Istri

23/04/2021
in Suami Istri, Unggulan
Tips Diskusi Nyaman dan Produktif Suami Istri

Ilustrasi, foto: VideoHive

120
SHARES
920
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Diskusi atau musyawarah menjadi penting untuk mencari solusi. Termasuk dalam masalah keluarga. Seperti apa tips nyamannya.

Tak ada hidup tanpa masalah. Termasuk dalam urusan rumah tangga. Diskusi atau musyawarah menjadi cara ampuh untuk menemukan solusinya. Berikut ini tips nyamannya.

Cari Suasana Nyaman

Suasana sangat berpengaruh membangun gairah. Termasuk juga dalam diskusi suami istri. Baik yang mencakup tempat yang tidak ada gangguan, juga waktu yang tepat. Jangan pilih waktu saat keduanya atau salah satunya sedang sibuk dengan urusan rutin.

Suasana yang kurang mendukung akan membuyarkan fokus bahasan. Dari suasana yang kurang mendukung pula, bisa memunculkan salah persepsi.

Selain soal tidak sibuk, jangan pula pilih waktu saat keduanya atau salah satunya sedang lelah. Misalnya, saat suami pulang kerja, atau istri yang baru saja direpotkan dengan masak-memasak.

Seurgen apa pun diskusi atau musyawarah, tempat dan waktu harus diusahakan senyaman mungkin. Kalau perlu, utamakan suasana dari urgennya diskusi.

Fokus dengan Pokok Bahasan

Diskusi yang produktif adalah yang fokus dengan tema bahasan. Tidak mencla-mencle, alias lompat-lompat dari satu fokus ke fokus yang lain. Tuntaskan dulu bahasan yang paling urgen, baru kemudian membahas yang lebih tidak urgen.

Bangun kesepahaman bersama bahwa diskusi akan membahas apa. Jangan masing-masing ngotot mengajukan dan membahas temanya masing-masing.

Mulai diskusi dengan pokok masalah. Kemudian, masing-masing menyampaikan pendapat. Usahakan agar pendapat tidak didominasi satu pihak. Hal ini penting agar diskusi bisa lebih objektif dan menghasilkan solusi yang menyeluruh.

Hindari Kehadiran Pihak Lain

Diskusi suami istri harus dijaga privasinya. Alias, kerahasiaannya. Jangan sampai terlalu terbuka dan bisa didengar atau disimak pihak lain. Siapa pun, bisa anak, orang tua, mertua, ipar, dan asisten rumah tangga.

Kehadiran pihak lain, selain akan bocornya rahasia, juga bisa memunculkan kesalahpahaman. Contoh, ketika suami istri sedang diskusi tentang sahabat dekat keduanya yang akan cerai, seorang anak mendengar. Ia mendengarnya tidak utuh. Hanya kata cerai yang beberapa kali ia tangkap.

Anak ini pun akhirnya menyimpulkan bahwa ayah ibunya sedang diskusi tentang proses perceraian keduanya. Kesimpulan ini akan berakibat fatal jika tidak ada klarifikasi.

Pikiran Terbuka

Suami istri harus melatih diri untuk berpikir terbuka dalam diskusi. Artinya, ia siap mengemukakan pendapat dan siap pula untuk mendengar pendapat. Jangan ada prasangka yang ditutupi. Karena hal ini akan menjadikan diskusi menjadi pasif.

Contoh, suami mengajak istri untuk diskusi tentang poligami. Tema sensitif ini harus disikapi istri secara jernih. Jangan ada prasangka bahwa dirinya sedang digiring suami untuk setuju. Suami pun harus siap mendengar pendapat istri. Jangan meremehkan pendapat istri karena merasa ia sebagai kepala keluarga.

Akhiri dengan Kesimpulan yang Mengikat

Kesimpulan merupakan hasil diskusi. Tanpa kesimpulan, diskusi hanya buang-buang energi. Dan kedua pihak harus saling memahami bahwa itulah hasil diskusi. Lebih atau kurangnya.

Kesimpulan ini juga harus mengikat. Artinya, akan menjadi bahan dasar atau acuan tindakan selanjutnya. Contoh, ketika disepakati akan pindah rumah, suami istri harus seiring sejalan dalam keputusan ini. Ada yang mencari data calon rumah baru, tentang harga, soal lingkungannya, dan lain-lain.

Ketika mendapat semacam gugatan dari anak-anak pun, suami istri harus saling mendukung. Jangan sampai ada yang balik badan atau berubah pikiran. Hal ini akan menjadikan hasil diskusi menjadi mentah lagi.

Jadi, siapa bilang diskusi hanya milik organisasi atau akademisi. Rumah tangga pun harus terbiasa dengan diskusi. Khususnya diskusi suami istri. [Mh]

 

Tags: keluarga sakinahkeluarga samaramusyawarah suami istri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Uni Eropa Sosialisasikan Konsep Pangan Berkelanjutan

Next Post

Mie Rebus Medan, Menu Segar saat Berbuka

Next Post
Mie Rebus Medan, Menu Segar saat Berbuka

Mie Rebus Medan, Menu Segar saat Berbuka

Makanan untuk Penderita Diabetes Selama Ramadan

Makanan untuk Penderita Diabetes Selama Ramadan

salah satu

Salah Satu Kebahagiaan Anak-Anak

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1885 shares
    Share 754 Tweet 471
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    248 shares
    Share 99 Tweet 62
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    544 shares
    Share 218 Tweet 136
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8057 shares
    Share 3223 Tweet 2014
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3559 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11200 shares
    Share 4480 Tweet 2800
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1177 shares
    Share 471 Tweet 294
  • Salimah Bojonggede Bagikan 3.350 Takjil, 370 Nasi Gratis, dan 65 Paket Sembako Murah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3123 shares
    Share 1249 Tweet 781
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga