• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Teguran Pahit Suami Istri (2)

27/04/2021
in Suami Istri, Unggulan
Teguran Pahit Suami Istri (2)

Ilustrasi, foto: Learnreligions.com

97
SHARES
745
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Suami istri itu juga manusia. Tak luput dari khilaf dan salah. Teguran kadang seperti obat yang bisa pahit sekali rasanya.

Siapa pun bisa melakukan salah. Bisa disengaja, bisa juga tidak. Mestinya biasa saja, jika ada yang salah, ada pula yang menegur. Bisa suami yang salah, bisa juga istri. Saat itulah, teguran menjadi yang paling dibutuhkan.

Obat itu Biasanya Pahit

Kalau teguran diniatkan sebagai obat, maka rasa pahit itu wajar. Rasanya memang tidak enak. Bahkan pahitnya bisa bertahan lama. Tapi, teguran akan menyembuhkan.

Contoh, teguran pahit untuk suami yang “anak mama”. Meski sebagai pemimpin, suami juga bekas anak mama, anak ibu, anak emak, dan seterusnya. Tapi, “anak mama” adalah istilah yang menunjukkan bahwa ia mengalami ketergantungan dengan mama meski sudah hidup mandiri.

Ketergantungan itu boleh jadi tidak sepihak muncul dari suami. Tapi dipelihara oleh ibunya walau anaknya sudah sebagai suami orang lain, bahkan ayah dari anak. Hal ini biasanya karena suami merupakan anak bungsu atau anak tunggal. Kriteria terakhir biasanya lebih sering terjadi.

Terlebih lagi, suami merupakan anak yatim dan anak tunggal seorang ibu yang suka memanjakan. Sang ibu ingin selalu bersama anaknya. Walaupun sang anak sudah punya keluarga baru.

Kalau sekadar ingin selalu bersama, tentu itu tidak masalah. Sangat patut seorang anak mengurus ibunya sampai tua. Dan patut pula seorang ibu sebatang kara ingin selalu bersama anak tunggalnya.

Masalahnya, sang ibu masih menganggap anaknya sebagai anak kecil yang harus dibimbing dan diintervensi. Karena kondisi ini pula, suami yang anak tunggal ini pun tanpa sadar sulit untuk mandiri. Termasuk mengambil keputusan keluarga barunya.

Memang agak sungkan menegur suami di kasus ini. Karena ada hubungan birrul walidain antara suami dengan ibunya, dan antara menantu dengan mertua. Tapi jika tidak ada teguran, suami boleh jadi akan terus menjadi bayang-bayang ibunya.

Karena itu, teguran ke suami harus fokus bahwa ia harus menjadi kepala keluarga yang sebenarnya. Keputusan dan kebijakannya tentang keluarga adalah murni darinya, bukan kemauan ibunya.

Langkah berikutnya, setelah suami setuju ia keliru, “memisahkan” dengan cara yang baik antara suami dengan ibunya. Tentu bukan berarti memutus hubungan baik. Tapi, menjelaskan ke ibu bahwa anaknya sudah bisa mandiri.

Boleh jadi, penjelasan saja belum cukup, tapi perlu pengkondisian agar komunikasi dengan ibu bisa dilakukan melalui menantu. Bukan antara suami dengan ibunya. Meski tetap satu rumah, ibu nantinya akan terkondisikan lebih akrab dengan menantunya daripada dengan putera tunggalnya.

Teguran Bisa Lewat Orang Lain

Ada jenis teguran yang riskan untuk disampaikan langsung. Bisa karena jenis kesalahannya, bisa juga karena tidak imbang antara skill komunikasi suami dengan istri. Artinya, salah satu pihak merasa tidak mampu berargumentasi langsung, dan yakin pasti kalah.

Misalnya, menegur suami yang seorang ustaz tapi masih suka larak-lirik. Atau, menegur istri yang ustazah atau aktivis dakwah tapi masih suka terpesona dengan sosok pria lain.

Kalau suami istri ini memiliki kemampuan yang imbang dari segi ilmu, mungkin teguran bisa langsung. Tapi jika tidak, ia butuh orang lain yang memiliki kemampuan yang lebih agar dalil dan hujahnya bisa diterima.

Catatan dalam hal ini, harus berhati-hati memilih orang lain yang dimintai bantuan. Selain karena menjaga tidak tersebarnya aib, sosok orang lain juga harus dikenal akrab oleh yang akan ditegur. Bisa ustaz atau gurunya, paman, bibi, kakak, dan sejenisnya. [Mh/bersambung]

 

 

Tags: keluarga sakinahSuami Istriteguran pahit suami istri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wanita Muslim Penemu Astrolab

Next Post

4 Tanda Skin Barrier Kamu Rusak

Next Post
4 Tanda Skin Barrier Kamu Rusak

4 Tanda Skin Barrier Kamu Rusak

Optimalisasi Ibadah di 10 Terakhir Ramadan

Optimalisasi Ibadah di 10 Terakhir Ramadan

Lima Prioritas Riset Nasional untuk Energi Terbarukan

Lima Prioritas Riset Nasional untuk Energi Terbarukan

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8694 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11478 shares
    Share 4591 Tweet 2870
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4443 shares
    Share 1777 Tweet 1111
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga