• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Suka Duka Siapa yang Punya

12/03/2021
in Suami Istri, Unggulan
Suka Duka Siapa yang Punya

Ilustrasi, foto: VideoHive

83
SHARES
641
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Hidup berumah tangga itu seperti mengarungi dunia rasa. Seribu satu rasa silih berganti datang dan pergi. Yang penting, jangan ada yang inginnya suka saja, sementara dukanya rasakan sendiri.

Allah menciptakan suami istri itu untuk memperoleh keseimbangan. Litaskunuu ilaiha. Dan begitu pun sebaliknya: litaskunuu ilaihi. Yaitu, lahirnya rasa tenang dari dua pihak: suami dan istri.

Orang menyebutnya sakinah, atau ketenangan. Kalau orang Betawi bilang, anteng! Nyaman, betah, enjoy, dan lainnya. Itulah dasar atau landasan yang diperoleh dari jodoh suami istri.

Setelah itu, Allah anugerahkan yang berikutnya, yaitu mawaddah dan rahmah. Dua kata ini secara bahasa artinya hampir sama: cinta. Mawaddah artinya cinta, begitu pun rahmah.

Mungkin kesamaan ini karena bahasa Indonesia tidak mampu menerjemahkan bahasa yang stratanya lebih tinggi. Jadi, katanya mentok pada makna cinta. Padahal, dua kata yang berbeda ini memiliki arti yang tentu berbeda.

Sebagian ahli bahasa menjelaskan bahwa mawaddah adalah cinta yang didorong oleh daya tarik biologis. Pria suka wanita, dan begitu pun sebaliknya. Ini sudah menjadi fitrah. Justru kalau tidak begitu, menunjukkan ada masalahnya.

Daya tarik ini bersifat umum. Tidak ada kekhususan hanya untuk orang beriman saja. Semua manusia yang pria suka dengan wanita, dan begitu sebaliknya. Karena itu, syariah membatasi ruang gerak interaksi dua jenis ini.

Mulai dari jumlah pandangan, cara memandang, busana yang aman, serta suasana yang patut terjadinya interaksi pria dan wanita. Pria dan wanita tidak boleh berdua-duaan. Kecuali keduanya terikat hubungan mahrom. Selebihnya, sangat bahaya.

Yang kedua selain mawaddah adalah rahmah. Inilah jenis cinta yang bersifat kualitatif. Tidak cuma senang-senangan saja. Tidak sekadar suka-sukaan saja. Melainkan, telah tumbuh ikatan pengorbanan, kesungguhan berbagi, dan saling menihilkan ego dan kepentingan individu demi tercapainya kebahagiaan bersama.

Dan bisa dibilang, hanya mereka yang terikat dalam hubungan pernikahan yang bisa memperoleh rahmah ini. Jika belum, hanya sebatas pada mawaddah saja.

Suka Duka Siapa yang Punya

Sejatinya, pernikahan dimaksudkan untuk keseimbangan selamanya. Cinta yang terus bersemi tanpa batas fluktuasi materi. Sejak di saat muda, hingga datang tua. Walau dalam keadaan kaya, maupun super miskin sekali pun. Di saat ketika bahagia, dan ketika terjebak duka.

Karena itu, tidak boleh ada klaim bahwa hanya suka yang menjadi miliknya. Sementara, tentang dukanya menjadi milik bukan dirinya. Ya siapa lagi, kalau bukan pasangannya.

“Kelainan” ini muncul karena beberapa sebab. Pertama, belum tuntasnya kerelaan saat awal menikah. Bisa datang dari mana saja: bisa dari suami atau istri.

Orang ini menganggap bahwa sejak awal ia memang belum seratus persen mampu menerima. Seolah ada sisi gelap dari pasangannya yang masih menyimpan ragu bagi dirinya. Dan ketika itu muncul di saat tengah perjalanan rumah tangga, keraguan ini kumat lagi.

Ia lupa bahwa ketika sudah terikat dalam mitsaqan ghalizha atau ikatan pernikahan, suka duka itu bukan lagi milik per individu. Melainkan sudah menjadi milik bersama. Walaupun datangnya dari pihak pasangannya.

Karena soal suka duka itu bukan perkara dari mana datangnya, atau siapa mengawalinya. Suka duka itu adalah halte-halte perjalanan bus rumah tangga menuju persinggahan akhir yang pasti akan tiba. Jadi, mau dengan siapa pun ia menikah, pasti akan mengalami hal yang sama.

Kedua, adanya “penyakit” bawaan sejak masih dalam dunia kanak-kanak. Kadang tanpa disadari, pola asuh bisa membentuk karakter seseorang. Ada karakter egois yang menganggap semua masalah itu bukan dari dirinya, tapi dari orang lain.

Ini bisa terbawa hingga dewasa. Bahkan ketika interaksi itu dalam dunia rumah tangga. Bisa datang dari pihak suami, bisa juga istri. Karena karakter ini bukan milik satu jenis kelamin.

Ketiga, kurangnya pemahaman bahwa suka duka itu ujian yang datangnya dari Allah Subhanahu wata’ala. Ujian itu tentu menyimpan seribu satu hikmah. Ada maslahat atau kebaikan di balik sikap sabar menghadapi ujian itu.

Ada maslahat naiknya tingkat kedewasaan. Hal ini penting untuk menghadapi problematika anak-anak yang akan memasuki usia remaja dan dewasa. Tidak mungkin orang tua mampu mengarahkan anak-anaknya menjadi dewasa kalau dirinya pun belum dewasa.

Suka duka rumah tangga itu mungkin bentuk lain dari sensasi aneka rasa seperti pada rujak. Ada pedas, asam, asin, manis, dan lainnya. Hadapi dan nikmati. Karena semua rasa pada akhirnya akan memberikan kesan tersendiri. (Mh)

 

 

 

 

Tags: SamaraSuami Istri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Agar Tetap Sehat, Ini 9 Cara Merawat Rambut Berhijab

Next Post

One Stop Service Pertama di Tangerang

Next Post
One Stop Service Pertama di Tangerang

One Stop Service Pertama di Tangerang

Perusahaan Batu Bara Didesak untuk Komit Laksanakan DMO

Abu Batubara Dihapus dari Kategori Limbah B3

Kolaborasi BAZNAS dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi Tingkatkan Pemasaran Produk Mustahik di Demak

Kolaborasi BAZNAS dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi Tingkatkan Pemasaran Produk Mustahik di Demak

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1790 shares
    Share 716 Tweet 448
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8028 shares
    Share 3211 Tweet 2007
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3539 shares
    Share 1416 Tweet 885
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Adam dan Hawa Berusaha Menutupi Aurat dengan Daun Tin

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1691 shares
    Share 676 Tweet 423
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1924 shares
    Share 770 Tweet 481
  • Kisah Agen Wanita Mossad yang Nyusup ke Iran (2)

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4478 shares
    Share 1791 Tweet 1120
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga