• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 9 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Menangkap Bahasa Lain Perempuan

12/05/2026
in Suami Istri
Rahasia rambut berhijab bebas ketombe

Foto: Ilustrasi wanita berhijab (Pexels/Fatih Ustaosmanoglu)

99
SHARES
765
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEBAGAI seorang pria atau suami, penting bagi kita mampu menangkap bahasa lain perempuan. Bahasa adalah alat komunikasi yang selamanya tidak lurus-lurus saja.

Tidak berarti bahwa satu tambah satu sama dengan dua. Karena bahasa, khususnya dari perempuan, bisa dimaknai lain. Tidak selalu satu tambah satu menjadi dua, melainkan bisa tiga, empat, bahkan nol sekalipun.

Baca Juga: Maryam al-Ijliyah Perempuan Insinyur Astronomi Pertama dan Ahli Astrolab

Menangkap Bahasa Lain Perempuan

Hal inilah yang perlu dipahami para pria terutama mereka yang sedang hidup bersama perempuan. Ia bisa ibu, istri, adik, dan juga putri kita.

Bahasa dalam ruang lingkup dunia ini memang agak jelimet. Tidak ada rumus baku yang bisa dipelajari atau dipahami. Semua memancar dari dunia rasa, emosi, dan suasana.

Rasulullah pernah mengisyaratkan hal ini saat membahas soal persetujuan perempuan ketika dilamar. Walau sama-sama perempuan, gadis dan janda memiliki bahasa yang berbeda untuk memberikan sebuah sinyal yang sama.

Ketika mereka setuju dengan lamaran, janda akan menjawab apa adanya. Ya jika ia suka, dan tidak jika memang nggak suka. Tapi, berbeda dengan gadis. Nabi yang mulia mengatakan, diamnya seorang gadis adalah tanda setujunya.

Bayangkan jika wali nikah tidak memahami bahasa perempuan seperti ini. Sinyal-sinyal yang mestinya positif akan tampak seperti negatif. Repot, kan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Seorang ibu, biasanya mengungkapkan bahasanya dengan gerak wajah. Adapun bahasa yang terucap bisa dipahami lain, atau mungkin sebaliknya.

Misalnya, untuk mengungkapkan keinginannya agar anak melakukan sesuatu, ibu biasanya berwajah cerah jika sang anak menangkap positif keinginan ibu. Walaupun tidak ia ucapkan. Dan begitu pun sebaliknya.

“Ndak usah, Nduk. Untuk keperluan kamu saja,” ungkapnya. Begitu kira-kira ucapan ibu ketika anaknya menghadiahkan uang secara tiba-tiba.

Di momen ini, baiknya sang anak tidak menangkap serius dengan apa yang diucapkan ibu. Melainkan, lebih menyorot sinyal wajah yang dipancarkan. Bayangkan jika sang anak kurang peka, ia mungkin bisa membuat ibunya kecewa.

Momen lain misalnya saat sang anak mengajak ibu berfoto bersama. Ibu akan bereaksi kikuk. Dan spontan mulutnya berucap, “Ah, kamu ada-ada saja, Nduk. Ndak usahlah!”

Sekali lagi, jangan tangkap apa yang diucapkan. Tapi tangkaplah apa yang diinginkan. Dan yang diinginkan bisa terlihat dari reaksi wajah. Lagi-lagi, jangan buat hati ibu yang kita cintai menjadi kecewa.

Begitu pun dengan adik atau anak perempuan. Berbeda dengan anak laki yang biasanya mengatakan apa adanya. Adik atau anak perempuan akan menilai situasi sekitar untuk memberikan jawaban.

Karena itu, jangan cepat terbawa suasana saat jawaban seirama itu terucap. Melainkan, buat suasana baru yang lebih nyaman, tanpa tekanan, sehingga suasana menjadi hanya milik si penanya dan si penjawab.

Terlebih lagi ketika bahasa dialamatkan kepada orang yang paling dekat dengan para lelaki, yaitu istri. Bahasa akan menjadi lebih kompleks, rumit, dan penuh tafsir.

Para suami harus selalu berlatih untuk menangkap reaksi ekspresi fisik daripada jawaban lisan. Karena, isteri akan menggunakan bahasa yang tidak terikat pada satu variable. Melainkan, begitu banyak variable.

Antara lain, suasana emosi, keinginan pihak istri untuk membuat nyaman suami, khawatir mendapat reaksi tidak nyaman dari suami, dan lain-lain.

Contoh, ketika seorang suami bertanya kepada istrinya apakah mau dijemput atau tidak saat pulang dari suatu tempat. Jawaban lisan akan boleh jadi berbeda seratus delapan puluh derajat dari keinginan hati yang diharapkan.

“Kalau Mas nggak sempat, nggak usah. Biar aku naik kendaraan umum saja,” katanya. Begitu kira-kira jawaban yang terucap.

Tapi, benarkah jawaban yang diinginkan isteri memang seperti itu? Ternyata tidak. Ia menginginkan dijemput. Bahkan sangat ia inginkan. Ia berharap suami bisa menangkap itu dengan sesegera mungkin melakukan desakan.

“Sudah nggak papa, biar Mas jemput, ya. Mas sudah siapkan kendaraan kok,” jawabnya. Itulah jawaban yang diinginkan istri.

Bayangkan jika suami tidak mampu menangkap sinyal itu. Akan ada suasana romantisme yang hilang. Mungkin tidak langsung hilang, tapi bertahap menjadi redup, kaku, dan akhirnya hambar sama sekali.

Pada keadaan ini, perempuan lebih memiliki banyak ruang untuk menyimpan rahasia hatinya daripada laki-laki. Semua akan terakumulasi menjadi tumpukan emosi terdata dalam urutan waktu dan kejadian. Dan pada saatnya, jika ada momen, semua akan tertumpahkan begitu dahsyat. [Mh/Cms]

 

 

Tags: Menangkap bahasa lain perempuan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bunda, Ajarkan Lima Hikmah Disyariatkannya Zakat Fitrah Ini pada Anak Anda

Next Post

Ashabul Kahfi, Kisah Para Pemuda di Gua (Part 2)

Next Post
Ashabul Kahfi, Kisah Para Pemuda di Gua (Part 2)

Ashabul Kahfi, Kisah Para Pemuda di Gua (Part 2)

Tips Simpan Kue Kering Lebaran agar Tetap Renyah

Tips Simpan Kue Kering Lebaran agar Tetap Renyah

atur porsi

Atur Porsi Menu Berbukamu!

  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    492 shares
    Share 197 Tweet 123
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4376 shares
    Share 1750 Tweet 1094
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9064 shares
    Share 3626 Tweet 2266
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    639 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4105 shares
    Share 1642 Tweet 1026
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2410 shares
    Share 964 Tweet 603
  • Mengenal Arabian Voal, Bahan Hijab yang Nyaman Dipakai dan Cara Merawatnya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11673 shares
    Share 4669 Tweet 2918
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga