PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Selatan meluncurkan kanal Teman Cerita sebagai wadah konselor sebaya di sekolah untuk mencegah berbagai persoalan remaja, mulai dari perundungan (bullying), seks bebas, hingga kekerasan.
“Bukan hanya terkait kekerasan saja, tetapi juga bullying, kekerasan, seks bebas, narkoba, kesehatan reproduksi, hingga pendewasaan usia perkawinan menjadi objek edukasi anak-anak sebaya ini,” kata Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid, dikutip dari berbagai sumber.
Dia mengatakan kanal tersebut dibentuk agar pelajar memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan kepada teman sebayanya yang telah mendapatkan pelatihan.
Baca juga: Simak Jadwal TKA SMA Sederajat Tahun 2026
Pemerintah Kota Jakarta Selatan Meluncurkan Kanal Teman Cerita untuk Cegah Perundungan
Kanal Teman Cerita diharapkan dapat membuka secara luas berbagai permasalahan yang ada di sekolah-sekolah.
“Program ini diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan yang kerap dialami remaja,” ujar Rizky.
Dia menjelaskan siswa yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) akan dibekali dengan kemampuan dasar untuk menerima curahan hati teman-temannya sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dihadapi.
Apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kata dia, siswa tersebut akan menghubungkan temannya dengan layanan profesional, seperti UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) maupun layanan kesehatan.
Menurut Rizky, anggota konselor sebaya dipilih dari siswa yang memiliki kepedulian terhadap teman-temannya, seperti pengurus OSIS maupun perwakilan kelas yang bersedia menjadi relawan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jumlah konselor di setiap sekolah tidak dibatasi. Namun, rata-rata sekolah memiliki lima hingga tujuh anggota PIK-R yang akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan.
Selain itu, program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pendidikan, serta Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui sosialisasi yang dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah di Jakarta Selatan.
Rizki menambahkan layanan “Teman Cerita” menggunakan sistem percakapan (chat) dengan akses gratis 24 jam sehingga siswa dapat menyampaikan persoalannya kepada konselor sebaya. [Din]




