• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Hadis ke-38 Arbain An Nawawi tentang Wali Allah

01/01/2026
in Quran Hadis, Unggulan
Tafsir Surat Abasa Ayat 1-16

(foto: pixabay)

869
SHARES
6.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HADIS ke-38 Arbain An-Nawawi menjelaskan tentang Wali Allah, yaitu orang yang dekat kepada Allah karena ia senantiasa mendekatkan diri kepada-nya.

Dengan cara bagaimana? Yaitu dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Bacaan hadis ke-38 yaitu sebagai berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَّهُ» رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘slaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman,

‘Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan baginya.

Hamba-Ku senantiasa mendekat diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.

Jika dia meminta kepadaku, pasti aku beri. Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti aku lindungi.’” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6502]

Baca Juga: Terjemahan dan Isi Kandungan Hadis Kedua Arbain An Nawawiyah

Hadis ke-38 Arbain An Nawawi tentang Wali Allah

Seorang Wali Allah juga bermakna orang yang mencintai Allah dengan menjalankan ketaatan dan ketakwaan sehingga Allah pun mencintainya dengan memberikan penjagaan dan pembelaan kepadanya.

Orang yang memusuhi wali Allah, maka Allah akan memeranginya dan menghancurkannya.

Tidak ada amalan yang lebih Allah cintai selain daripada apa yang telah Allah wajibkan kepada seorang hamba, baik berupa mengerjakan yang fardhu maupun meninggalkan yang haram.

baik kewajiban itu bersifat fardhu ‘ain (kewajiban individu) maupun fardhu kifayah (kewajiban kolektif).

Amal fardhu itu lebih dicintai oleh Allah daripada amal sunnah karena lebih sempurna dan jika ditinjau dari sisi perintah, maka amal fardhu itu perintahnya bersifat pasti (seratus persen valid dan tidak multitafsir), bukan zhanni.

Amal fardhu juga berkonsekuensi mendapatkan pahala bagi yang melakukannya dan mendapatkan dosa bagi yang meninggalkannya; berbeda dengan amal sunnah yang perintahnya bersifat zhanni, yaitu pelakunya mendapatkan pahala jika mengerjakannya.

Namun orang yang meninggalkannya tidak mendapatkan dosa.

Selain itu, ada juga yang mengatakan jika amal sunnah itu sepertujuh puluh bagian dari amal fardhu.

Ciri-ciri wali Allah, yakni kekasih Allah atau orang yang sangat dekat dengan Allah, berdasarkan hadis ini adalah orang yang senantiasa menjalankan amal-amal fardhu dan menjauhi hal-hal yang diharamkan, serta menjalankan amal-amal sunnah dan menghindari hal-hal yang dimakruhkan.

Orang semacam ini adalah orang yang berhak mendapatkan cinta dari ALlah sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Namun, orang-orang yang muqtashid (sedang-sedang saja) yang hanya menjalankan amal-amal fardhu dan menjauhi hal-hal yang diharamkan bisa juga masuk dalam kategori wali Allah, tapi mereka berada di tingkat kewalian yang rendah.

Karena rukun kewalian ini ada dua, yaitu beriman dan bertakwa.

Baca Juga: Hadits Arbain 21: Memegang Teguh Keimanan pada Allah

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali juga membagi wali itu menjadi dua tingkatan, yaitu sebagai berikut.

1- Orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan amal-amal fardhu

ini adalah tingkatan orang-orang yang muqtashid (pertengahan). Sayyidina Umar bin Abdul Aziz pernah mengatakan, “Ibadah yang paling utama adalah melaksanakan amal-amal fardhu dan menjauhi segala hal yang diharamkan. Itu karena Allah azza wa Jalla mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya amal fardhu tersebut agar bisa mendekatkan mereka kepada-Nya, dan mereka berhak mendapatkan rahmat dan ridha-Nya.”

2- Orang-orang yang berada di derajat as-sabiqin (orang-orang yang selalu terdepan dalam kebaikan), yaitu orang-orang yang mendekatkan diri kepada ALlah bukan hanya dengan menjalankan amal-amal fardhu, melainkan juga dengan bersungguh-sungguh menjalankan amal-amal sunnah dan menahan diri dari hal-hal yang dimakruhkan.

Itulah orang yang berhak mendapatkan cinta Allah sebagaimana disebutkan dalam hadis ini.

(Diringkas dari Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, hlm. 376-377)

Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan menjaga pendengaran hamba tersebut dari mendengar sesuatu yang tidak halal baginya, seperti ghibah, namimah, dan sebagainya.

Allah juga akan menjaga penglihatannya dari melihat hal-hal yang diharamkan, menjaga tangannya dari memegang atau menyentuh sesuatu yang haram atau mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan menjaga kakinya dari melangkah ke tempat-tempat yang dilarang.

Selain mendapatkan penjagaan dan perlindungan dari Allah terhadap semua anggota tubuhnya dari hal-hal yang diharamkan, doanya juga mustajab.

Jika ia meminta sesuatu, Allah akan penuhi permintaannya itu, dan jika ia meminta perlindungan, Allah juga akan memberikan perlindungan kepadanya.

Jadi, karunia yang Allah berikan untuk wali-Nya yaitu sebagai berikut.

  1. Allah memberikan pembelaan dan pertolongan ketika ada orang-orang yang memusuhinya
  2. Allah menjaga anggota badannya dari hal-hal yang diharamkan
  3. Allah menuntunnya untuk menyibukkan diri dengan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat lainnya
  4. Allah mengijabah doa-doanya
  5. Allah memberikan perlindungan kepadanya

Sahabat Muslim, itulah sekelumit makna hadis ke-38 Arbain An-Nawawi tentang Wali Allah. Semoga kita menjadi bagian dari wali Allah yang diberikan perlindungan dunia dan akhirat.[ind]

Referensi: Materi Pembinaan Karakter dan Kepribadian Muslim, Era Adicitra Intermedia: 2022.

Tags: Hadis ke-38 Arbain An Nawawi tentang Wali Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Memohon Keberkahan untuk Bayi yang Baru Lahir

Next Post

Anak Mengaqiqahkan Orangtua

Next Post
Makan Daging Qurban Nazar Sendiri

Anak Mengaqiqahkan Orangtua

Itinerary ke Pegunungan untuk Budget 500 Ribu

Itinerary ke Pegunungan untuk Budget 500 Ribu

Implementasi Makna Qawwamah dan Optimalisasinya

Implementasi Makna Qawwamah dan Optimalisasinya

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8693 shares
    Share 3477 Tweet 2173
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11478 shares
    Share 4591 Tweet 2870
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4443 shares
    Share 1777 Tweet 1111
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga