• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Pranikah

Bentuk Pernikahan Sebelum Islam Datang

25/10/2021
in Pranikah
Bentuk Pernikahan Sebelum Islam Datang

Ihsan Aditya/pexel

143
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bentuk pernikahan sebelum Islam datang. Hubungan antara laki-laki dan perempuan dimulai saat Adam as memohon seorang teman dalam kehidupannya. Lalu Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam as.

Selanjutnya kisah laki-laki dan perempuan menjadi kisah roman percintaan yang mengisi ruang-ruang sastra dan panggung hiburan.

Baca Juga: Pernikahan dengan Usia yang Terpaut Jauh

Bentuk Pernikahan sebelum Islam Datang

Sebelum Islam datang bentuk hubungan laki-laki dan perempuan bisa digambarkan sebagai berikut:

1. Pergundikan

Pergundikan selama dilakukan secara tersembunyi, masyarakat menganggap tidak apa-apa, tetapi kalau dilakukan secara terang-terangan dianggap tercela.

Dalam hukum Islam klasik, seorang selir ( surriyya Arab ) adalah seorang budak wanita yang dengannya tuannya melakukan hubungan seksual.

Concubinage diterima secara luas oleh para sarjana Muslim di zaman pra-modern. Kebanyakan Muslim modern, baik sarjana maupun awam, percaya bahwa Islam tidak lagi menerima pergundikan dan bahwa hubungan seksual hanya dapat terjadi dalam pernikahan.

2. Tukar Menukar Istri

Seorang laki-laki mengatakan kepada temannya, “Ambillah istriku dan kuambil istrimu dengan kutambah sekian.

Daruquthny meriwayat hadits dari Abu Hurairah, dengan sanad yang sangat lemah menerangkan bahwa Aisyah menyebutkan bentuk pernikahan lain selain dari dua macam yang telah disebutkan sebelum. Aisyah ra berkata, “Perkawinan di jaman jahiliyah itu ada empat macam.

3. Pernikahan Pinang.

Seorang laki-laki meminang seorang perempuan melalui seorang laki-laki yang menjadi wali atau anak perempuannya sendiri, lalu ia berikan maharnya, kemudian dia menikahi perempuan itu.

4. Perkawinan Pinjam (Gadai)

Seorang suami berkata kepada istrinya sesudah ia bersih dari haidnya, “Pergilah kepada Fulan untuk berkumpul dengannya.” Suaminya sendiri berpisah dan tidak bercampur dengan istrinya itu sampai istrinya itu hamil oleh Fulan. Setelah istrinya hamil, suaminya dibolehkan mencampurinya jika dia suka.

Perkawinan seperti ini dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang unggul. Perkawinan ini disebut sebagai “mencari keturunan yang baik (bibit unggul).”

5. Sejumlah laki-laki (di bawah 10 orang) secara bergantian menggauli seorang perempuan dalam satu waktu

Jika nantinya perempuan itu hamil dan melahirkan, setelah berlalu beberapa malam ia kirimkan anak itu kepada salah seorang di antara laki-laki yang menggaulinya saat itu.

Laki-laki itu tidak dapat menolaknya sampai saat semua laki-laki itu berkumpul di rumah perempuan itu dan dia berkata kepada mereka,

“Kalian telah tahu masalahnya, saya telah melahirkan anak ini. Dan hai Fulan, anak ini adalah anakmu.” Dia sebut nama laki-laki yang dia sukai dan anak itu dinisbatkan kepada laki-laki itu. Laki-laki yang disebutkan namanya tidak dapat menolaknya.

6. Perempuan-perempuan yang tidak menolak untuk digauli oleh banyak laki-laki

Mereka disebut sebagai pelacur. Di depan rumah-rumah mereka dipasang bendera dan siapa yang mau boleh masuk.

Bila seorang dari mereka hamil, semua laki-laki yang pernah mendatanginya berkumpul dan memanggil seorang dukun ahli firasat untuk meneliti anak siapa anak yang sedang dikandung perempuan itu.

Kemudian anak itu diserahkan kepada laki-laki yang serupa dengannya dan dia tidak boleh menolak.

Ketika Muhammad saw menjadi rasul, semua bentuk perkawinan tersebut dibatalkan, kecuali pernikahan pinang saja.

Pernikahan yang masih tetap dilaksanakan oleh Islam ini hanya sah jika rukun-rukunnya seperti ijab qabul dan para saksi dipenuhi. Dengan terpenuhinya rukun-rukunnya maka aqad yang menghalalkan suami istri hidup bersenang-senang sebagaimana ditentukan Islam menjadi sah.

Selanjutnya masing-masing suami dan istri memiliki tanggung jawab dan hak-haknya yang juga dilindungi oleh syariat. [My/Fikih sunnah, Sayyid Sabiq]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Memahami Hakikat Ilmu

Next Post

Rezeki itu Pasti Ada

Next Post
Memahami Hakikat Ilmu

Rezeki itu Pasti Ada

3 Ide Salad Sayur Mudah dan Sehat untuk Sarapan

3 Ide Salad Sayur Mudah dan Sehat untuk Sarapan

Mengenal Fisioterapi dan Gangguan Kesehatan yang Bisa Ditangani

Mengenal Fisioterapi dan Gangguan Kesehatan yang Bisa Ditangani

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga