• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 4 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Waktu Kita Pendek, Bunda

09/05/2025
in Parenting, Unggulan
Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga (foto: pixabay)

86
SHARES
659
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

WAKTU kita pendek, Bunda. Tak selamanya mereka menjadi anak-anak. Ada saatnya mereka kelak akan tumbuh dewasa.

Hilang sudah kesempatan kita bermain gangsing bersama, bermain petak umpet, bermain ular tangga bersama, menggambar bersama, menggandeng tangan kecilnya,

menempel gambar hasil karya mereka, meniupkan balon, mendongeng sebagai pengantar tidurnya, menggendong atau hanya sekadar tersenyum melihat kelucuan tingkah laku mereka.

Waktu kita pendek, Bunda. Waktu akan terus berjalan dan mereka tak selamanya menjadi anak-anak, lalu tunggu apa lagi? Mumpung saat ini mereka masih kecil.

Mumpung mereka masih tergantung pada kita. Saat mereka dewasa, mereka sudah tidak lagi tergantung pada kita, bahkan kitalah yang mulai bergantung kepada mereka.

Waktu kita pendek, Bunda. Harta termahal bagi orang tua yang telah meninggal adalah kesholehan anaknya dan doa yang mereka panjatkan, maka jadikanlah mereka anak yang sholeh dan ajarkan doa kepadanya.

Doa seorang anak sholeh yang sungguh-sungguh bersimpuh kepada-Nya mampu mengalahkan puluhan orang yang berdoa untuk seseorang sudah meninggal.

Baca Juga: Menjadi Cermin Terbaik untuk Anak

Waktu kita pendek, Bunda

Bukan karena banyaknya orang yang berdoa tetapi karena kesungguhan dan ketulusannya. Orang yang sangat tulus mendoakan kita, siapa lagi kalau bukan anak-anak kita. Belum terlambat, yah belum terlambat.

Sebelum mereka beranjak dewasa. Inilah waktu yang tepat untuk mengajarinya ilmu, iman dan ketakwaan agar mereka kelak menjadi anak-anak yang sholeh.

Bunda, inilah waktu yang tepat untuk mendidiknya dengan lebih sungguh-sungguh di saat mereka tergantung dan memerlukan dirimu. Inilah waktu yang tepat agar mereka terbiasa sejak dini rutin menjalankan ibadah.

Inilah waktu yang tepat mengajari mereka mengaji, memfasilitasi menghafal Al Quran, mengajak sholat di masjid, menanamkan kebiasaan berbagi dan bersedekah, menanamkan akhlak yang baik dengan mendongeng.

Waktu kita pendek, Bunda. Pada saat teman-teman remajanya belum mempengaruhi pikirannya, di saat teman-teman sebayanya belum mencuri kehidupannya. Di saat waktunya masih tersedia penuh untukmu.

Sekaranglah waktu yang tepat, Bunda.

Didiklah mereka dengan sungguh-sungguh dan tanamkan pada jiwanya dasar keimanan yang kokoh agar kelak ia menjadi anak yang sholeh,

bermanfaat dan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya walaupun keduanya sudah tiada.

Waktu kita pendek dan mereka tak selamanya menjadi anak-anak. Tunggu apa lagi Bunda, saat inilah waktu yang tepat bukan nanti.

Baca Juga: Anak itu Investasi Termahal

Jadikan Anak Sebagai Investasi Kebaikan

Tujuan utama mendidik anak bukan agar mereka mencari banyak uang tetapi agar mereka menjadi sosok yang sholeh dan dekat dengan Allah.

Menyiapkan anak dengan baik itu berarti menyiapkan masa depan kita dengan lebih baik juga.

Setiap pendidikan yang kita lakukan akan mengalir pahala saat anak melakukannya, dan pahalanya itu akan semakin deras mengalir saat anak mengajarkannya kepada orang lain.

Semua itu akan terus kita nikmati sebagai sumber pahala yang mengalir meskipun kita sudah meninggal.

Jadikanlah anak sebagai investasi amal, saat kita mendidiknya dengan baik, mengajarinya hal-hal yang baik selama anak melakukannya dan mengamalkannya,

orang tua akan mendapatkan pahala yang sama seperti yang anak lakukan dan saat anak mengajarkannya kepada cucu kita atau kepada orang lain

maka panen pahala yang berlipat-lipat lagi yang kita dapatkan walaupun kita sudah meninggal.

Jadi berusahalah, bersungguh-sungguhlah, jadikan anak sebagai investasi amal kebaikan bagi diri kita dengan menjadikannya anak yang sholeh dan bermanfaat bagi orang lain.[ind]

sumber: Materi Kulwap Tumbuh dari Rumah Pintar Aisha, Dyah Lestyarini.

Tags: waktu kita pendek
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kebiasaan Membuka Wajah bagi Wanita di Masa Rasulullah

Next Post

Suami yang Suka Mencari-cari Kesalahan Istri

Next Post
Suami yang Suka Mencari-cari Kesalahan Istri

Suami yang Suka Mencari-cari Kesalahan Istri

Kesalahan dalam Membaca al-Qur'an

Kesalahan dalam Membaca Al-Qur'an

Kurban untuk Palestina, BAZNAS RI Targetkan 7 Ribu Ekor Domba Kambing

Kurban untuk Palestina, BAZNAS RI Targetkan 7 Ribu Ekor Domba Kambing

  • Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8145 shares
    Share 3258 Tweet 2036
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1970 shares
    Share 788 Tweet 493
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3625 shares
    Share 1450 Tweet 906
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11231 shares
    Share 4492 Tweet 2808
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2003 shares
    Share 801 Tweet 501
  • Pendapat Para Ahli tentang Hukum Membaca Al-Qur’an di Kuburan

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4180 shares
    Share 1672 Tweet 1045
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga