• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 15 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Seorang Kakek Tembak Mati Temannya, Balas Dendam Sering Dibully 50 Tahun Lalu

02/09/2019
in Parenting
74
SHARES
571
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com –  Sebuah acara reuni SMA di Thailand jadi peristiwa yang menghebohkan publik di sana. Thanapat Anakesri (69), salah satu peserta acara tersebut, menembak mati temannya sendiri. Thanapat diduga melampiaskan dendam karena korban kerap membully-nya di masa SMA dulu. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (24/8/2019) lalu di Ang Thong, Thailand.

Dikutip dari Pattaya One News, peristiwa ini berawal ketika Thanapat Anakesri, seorang pensiunan Angkatan Laut Thailand, datang ke acara reuni SMA. Laiknya acara reuni, dalam acara itu, para peserta saling larut dalam kegembiraan. Mereka menikmati wine dan es krim bersama-sama. Tak ada yang aneh, hingga di penghujung acara, tiba-tiba Thanapat mendatangi peserta reuni lain bernama Suthat Kosayamat (69).

Thanapat mulai bicara kepada Suthat. Thanapat, mengingatkan Suthat kerap membully-nya saat mereka duduk di bangku SMA dulu. Thanapat pun menuntut agar Suthat meminta maaf kepadanya, di depan teman-teman SMA lainnya. Suthat awalnya masih mengira Thanapat bercanda. Ia bahkan sempat menjawab, tak ingat bila ia kerap membully Thanapat di zaman SMA.

Thanapat tetap menuntut agar Suthat meminta maaf. Suthat menolak. Ia meminta agar Thanapat melupakan peristiwa itu. Reaksi Suthat itu membuat Thanapat naik pitam. Ia mengeluarkan pistol, lalu langsung menembak Suthat. Suthat sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi dinyatakan tewas.

Ketua Panitia Reuni, Tuean Klakang, menceritakan kepada polisi, bila Thanapat sering mengeluhkan soal perilaku yang dia alami dari Suthat di zaman dulu. Ia tak mengira Thanapat akan bertindak seekstrem itu.

"Thanapat sering mabuk, lalu mulai cerita soal bagaimana Suthat kerap membully-nya, Dia tak pernah melupakan peristiwa itu,"

"Tapi, karena peristiwa itu sudah berlangsung lama, saya tak membayangkan bila dia akan sampai membunuh temannya. Kami semua syok dengan kejadian ini," ujar Tuean.

Setelah peristiwa itu, Thanapat kabur, dan hingga kini belum ditemukan polisi.

Saat ini kasus bully atau perundungan semakin banyak di lingkungan masyarakat. Tidak sedikit dampak negatif dari perilaku ini, baik bagi yang mem-bully (pelaku) maupun yang di-bully (korban). Oleh karena itu, kebiasaan melakukan bully ini harus segera dihentikan.

Bully adalah perilaku kekerasan fisik ataupun mental yang dilakukan satu orang atau lebih dengan cara melakukan penyerangan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku kekerasan ini biasa terjadi di lingkungan sekolah dan umumnya menimpa anak-anak atau remaja yang secara fisik lebih lemah dari teman-teman sebayanya.

Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban, seperti memukul, menampar, atau menendang. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, yakni secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip tentang korban, atau mempermalukan di depan banyak orang.

Di era teknologi seperti sekarang ini tindakan bully makin mudah terjadi, kerap dikenal sebagai cyber bullying. Pelaku cukup memakai media sosial untuk menjatuhkan korbannya, seperti menyebarkan teks, foto, atau video bertema negatif tentang korban. Perilaku bully tersebut menimbulkan banyak efek negatif bagi korban, di antaranya:

– Mengalami gangguan mental, seperti depresi, rendah diri, cemas, sulit tidur nyenyak, ingin menyakiti diri sendiri, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri.

– Menjadi pengguna obat-obatan terlarang.

– Prestasi akademik menurun. Efek ini mungkin bisa terjadi karena korban takut pergi ke sekolah sehingga berdampak kepada kegiatan belajar.

– Ikut melakukan kekerasan atau melakukan balas dendam.

Bullying meninggalkan dendam dalam diri Thanapat Anakesri. Dia tidak bisa melupakan penderitaan yang dialaminya akibat sering dibully bahkan hingga 50 tahun sudah berlalu. Ini adalah pelajaran penting bagi orangtua untuk mendidik anak-anaknya agar menghindari perbuatan membully atau merundung orang lain. Juga menjadi perhatian orangtua agar segera bertindak ketika anak-anaknya menunjukan gejala-gejala sebagai korban bullying. [Maya/ sumber: tribunsolo.com dan aladokter.com]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

BNI Syariah dan Bekraf Umumkan Pemenang Kompetisi Deureuham 2019 di BNI Syariah Islamic Tourism Expo (ITE) 2019

Next Post

Merayakan Islam di Meksiko yang Mayoritas Katolik

Next Post

Merayakan Islam di Meksiko yang Mayoritas Katolik

Plaza Ummat, Market Place dengan Produk 100 Persen Halal dan Transaksi Non Ribawi

Resep Seafood Saos Padang sekelas Resto ala Tungku Hitam

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    2865 shares
    Share 1146 Tweet 716
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    202 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Kronologi Pendaki Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet, Kini Sudah Ditemukan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3375 shares
    Share 1350 Tweet 844
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7842 shares
    Share 3137 Tweet 1961
  • Cara Membuat Zuppa Soup Ayam Sederhana di Rumah

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Rusuh Iran dan Ketakutan Israel

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    270 shares
    Share 108 Tweet 68
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga