BERAGAMNYA pandangan tentang pola asuh, orang tua sering dihadapkan pada kebingungan memilih pendekatan yang tepat.
Salah satu kerangka yang dapat digunakan adalah Pendidikan Berbasis Fitrah (Fitrah-Based Education), yaitu pendekatan yang memandang anak lahir dengan potensi dasar yang perlu dijaga dan dikembangkan, bukan dipaksakan sesuai standar luar.
Fitrah Anak yang Perlu Dikembangkan
- Fitrah Keimanan: Anak memiliki kecenderungan mengenal nilai spiritual; perlu dijaga melalui keteladanan, bukan paksaan atau ketakutan.
- Fitrah Belajar dan Bernalar: Rasa ingin tahu anak tinggi; optimal jika difasilitasi melalui eksplorasi dan pengalaman langsung.
- Fitrah Bakat dan Kepemimpinan: Setiap anak unik; hindari label negatif karena bisa jadi itu tanda potensi.
- Fitrah Seksualitas dan Identitas Diri: Perkembangan jati diri berlangsung bertahap sesuai usia dan membutuhkan pendampingan yang tepat.
- Fitrah Estetika: Anak memiliki rasa keindahan; dapat dikembangkan melalui seni, musik, dan kreativitas.
- Fitrah Bahasa: Kemampuan bahasa tumbuh melalui interaksi aktif, bukan sekadar hafalan.
- Fitrah Jasmani: Anak membutuhkan aktivitas fisik dan ruang gerak yang cukup.
- Fitrah Individualitas dan Sosialitas: Anak memiliki karakter unik sekaligus perlu belajar hidup bermasyarakat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menerapkan Parenting Berbasis Fitrah dalam Pengasuhan Anak
Tahapan Peran Orang Tua dalam Parenting
- Usia 0–6 tahun (Fase Bermain)
Peran orang tua sebagai fasilitator. Fokus pada rasa aman, kedekatan emosional, dan eksplorasi melalui bermain. - Usia 7–10 tahun (Fase Penjelajah)
Peran orang tua sebagai pemandu. Mulai mengenalkan aturan, tanggung jawab, dan struktur kehidupan. - Usia 11–14 tahun (Fase Praktisi Pemula)
Peran orang tua sebagai mentor. Fokus pada pengembangan minat, bakat, dan kecerdasan emosional. - Usia 15 tahun ke atas (Fase Kemitraan)
Orang tua dan anak menjadi mitra. Fokus pada kemandirian, persiapan karier, dan tanggung jawab dewasa.
Dengan memahami tahapan ini, parenting menjadi lebih terarah, tidak seragam, dan lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak di setiap fase kehidupannya.[Sdz]





