• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Cara Mengobati Trauma Anak Korban Kekerasan

30/03/2026
in Parenting, Unggulan
Suami Memberikan Khodam kepada Anak

Suami Memberikan Khodam kepada Anak (foto: pixabay)

109
SHARES
842
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA cara mengobati trauma anak yang jadi korban kekerasan agar bisa normal lagi, jadi baik lagi dan bahagia lagi?

Menurut pendiri Rumah Pintar Aisha, Dyah Lestyarini, ada 5 cara yang bisa dikombinasikan untuk mengobati trauma anak korban kekerasan.

Baca Juga: Muslim Montreal Buka Penampungan Bagi Wanita Muslim yang Alami Traumatis

Cara yang paling cepat melalui hipnoterapi dan memberikan sugesti

Saat kita sudah mengetahui akar masalah anak, maka untuk membantu menanamkan dalam pikiran alam bawah sadar anak, kita perlu memberikan sugesti kepada anak.

Kapan waktu yang paling efektif dalam mensugesti anak. Waktu yang efektif dalam mensugesti anak itu, ada pada 5 menit saat anak akan tidur dan 5 menit saat anak bangun tidur.

Barangkali Bunda bertanya, ada apa dengan waktu itu, jawabannya begini Bun.

Pada waktu-waktu itu, menurut penelitian, otak manusia dalam kondisi alpa bahkan dalam kondisi theta (kondisi antara sadar dan tidak sadar). Dalam kondisi itu, apa yang didengar oleh anak termasuk juga oleh orang dewasa akan masuk ke dalam alam bawah sadar.

Jadi waktu 5 menit sebelum tidur dan 5 menit setelah bangun tidur adalah waktu yang paling efektif dalam memberikan sugesti kepada anak.

Dalam memberikan sugesti kepada anak, langkahnya adalah dengan mengusap punggung anak atau dengan memijat-mejat anak sambil mengatakan hal-hal yang positif seperti:

“Andi anak yang semangat, anak yang bahagia”, “Andi bermain dengan gembira bersama teman-temannya”, “Semua sayang Andi”, “Andi disayangi, dicintai Ayah, Bunda”.

“Andi anak yang berani, antusias dan percaya diri”, “Andi memiliki masa depan yang cerah”.

Terus beri kata-kata positif berulang-ulang. Setiap sugesti yang diberikan oleh orang tuanya akan menjadi doa dan masuk dalam alam bawah sadar anak.

Insha Allah, kelak anak akan memiliki karakter sebagaimana yang orang tua sugestikan.

Hadir dalam ruang psikologis dan spiritual anak

Hadir secara psikologis yakni dengan menunjukkan rasa kasih sayang dan perhatian, bercanda dan tertawa bersama, bercerita dan mendongeng, bermain dan belajar bersama serta berdialog dengan penuh kasih sayang dan perhatian.

Sedangkan hadir secara spiritual dengan mengajak mereka beribadah bersama seperti sholat berjamaah di masjid bersama, mengaji selepas subuh dan maghrib bersama,

sedekah dengan pergi ke anak yatim bersama, mengumpulkan barang/mainan yang akan disedekahkan bersama, puasa sunah bersama, mendampingi anak melihat film edukatif atau film agama misalnya kisah nabi dan saling memaafkan antar anggota keluarga sebelum tidur.

Mendidik dengan lemah lembut

Bunda, agama kita, Islam mengajarkan kita untuk berkata lemah lembut kepada orang lain khususnya anak kita sendiri.

Coba perhatikan ayat-ayat Al Quran dan hadis berikut ini:

a. “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159)

b. “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas. Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.” (QS. Thaha : 43-44)

c. “Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek.” (HR. Muslim)

d. “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya.” (HR. Muslim)

e. “Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan.” (HR. Muslim)

Nah, Ayah, Bunda, mulai sekarang stop semua perilaku kita yang membuat anak trauma. Mulailah untuk belajar mendidik anak-anak dengan lemah lembut. Hargai anak kita dengan berlemah lembut kepada mereka.

Menciptakan banyak memori indah, kasih sayang, cinta dan kebahagiaan

Anak trauma, depresi dan stress itu karena anak memiliki memori-memori yang menakutkan dirinya, membebani, membuat trauma.

Kenangan-kenangan seperti dibentak, dimarahi, dipukul, dilecehkan, di-bully, dipermalukan, diintimidasi dan sebagainya sudah tersimpan dalam alam bawah sadarnya.

Salah satu cara agar memori-memori itu tidak dominan dalam alam bawah sadarnya adalah menimpa dengan memori-memori yang positif, yang menyenangkan, membahagiakan, memori tentang cinta, kasih sayang, dihargai, motivasi, percaya diri, semangat dsb.

Cara ini butuh komitmen dari orang tuanya untuk memperbanyak menciptakan memori positif kepada anak agar memori positif itu pelan-pelan mampu menggeser bahkan menghilangkan memori negatif yang saat ini masih dominan dalam alam bawah sadar anak.[ind]

Tags: Cara mengobati trauma anak korban kekerasan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui Nama Lain Thawaf Qudum dan ‘Umrah

Next Post

Perlukah Perjanjian Pranikah Sebelum Ijab Kabul?

Next Post
perjanjian pranikah

Perlukah Perjanjian Pranikah Sebelum Ijab Kabul?

Mengenal Pembajakan Emosi dan Cara Mengatasinya

Salahkah Memarahi Anak Orang

Ilmu Pranikah: Karakteristik Keluarga Islami

Ilmu Pranikah: Karakteristik Keluarga Islami

  • Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1944 shares
    Share 778 Tweet 486
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh dan Dinkes Aceh Tamiang Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Pascabencana

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9173 shares
    Share 3669 Tweet 2293
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1233 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11711 shares
    Share 4684 Tweet 2928
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    719 shares
    Share 288 Tweet 180
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    630 shares
    Share 252 Tweet 158
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga