• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 1 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Cara Memperbaiki Dampak Bentakan pada Anak

18/09/2025
in Parenting, Unggulan
Suami Memberikan Khodam kepada Anak

Suami Memberikan Khodam kepada Anak (foto: pixabay)

123
SHARES
949
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Sebagian besar ibu pernah membentak anaknya karena berbagai faktor keadaan. Bagaimana cara seorang ibu memperbaiki dampak bentakan yang mungkin tidak tampak pada anak, namun sudah pasti sebetulnya membekas pada diri anak?

Pendiri Rumah Pintar Aisha Dyah Lestyarini mengatakan bahwa banyak dampak negatif akibat bentakan pada anak. Di antaranya, sekali bentakan kepada anak dapat merusak milyaran sel otak anak yang berakibat fatal bagi perkembangan otaknya.

“Coba Bun bayangkan, anak terus-terusan dibentak, setiap hari sekian bentakan mereka terima, berapa milyar lagi sel otaknya akan mati. Akibatnya perkembangan kognitif anak terganggu, anak menjadi tak cerdas, lambat, bahkan cenderung bodoh,” kata Dyah dalam Kulwap Tumbuh Rumah Pintar Aisha, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga: 3 Cara Mendidik Kesalahan Anak

Cara Memperbaiki Dampak Bentakan pada Anak

Bentakan kepada anak ternyata tidak hanya merusak jaringan otak, tetapi juga berdampak pada organ penting lainnya terutama jantung.

Jantung akan terus-terusan berdetak cepat karena selalu dihinggapi rasa takut. Jantung akan mudah lemah, lelah dan pada akhirnya timbulah penyakit jantung.

Secara psikologis, anak yang tumbuh dengan bentakan akan menjadi anak yang tidak memiliki kepercayaan diri, penakut, gugup, dan mudah panik.

Anak juga akan memiliki memori buruk terhadap orang tuanya. Anak menganggap orang tuanya tidak sayang, anak merasa disakiti. Memori buruk tersebut akan terus dibawa anak hingga ia dewasa.

Kenangan yang ada bersama orang tuanya bukanlah kenangan yang baik, indah, menyenangkan dan penuh kasih sayang tetapi sebaliknya yang diingat anak adalah kenangan penuh kebencian, kemarahan dan kenangan buruk lainnya.

Saat mereka dewasa, mereka bisa membenci orang tuanya, tidak respek, tidak menghormati bahkan cenderung membalas dendam perbuatan orang tuanya dulu.

Jadilah anak ini menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Semua itu akibat dari bentakan orang tua kepada anak waktu ia masih kecil dulu.

Baca Juga: 4 Bekal dalam Mendidik Anak

Lalu, bagaimana solusinya?

Pelan-pelan, orangtua dapat mengurangi kemarahan, bentakan dan kata-kata negatif kepada anak. Ini penting untuk dilakukan.

“Kita memang tidak bisa dalam sekejap berubah. Yang terpenting adalah sadar dulu bahwa apa yang kita lakukan salah dan kita bertekad dan berkomitmen untuk berubah. Lalu lakukan perubahan secara perlahan-lahan,” kata Dyah.

Jika sesekali lupa dan khilaf ya tidak apa-apa, kita memang tidak pernah akan sempurna. Tapi pastikan bahwa ada perubahan yang lebih baik pada diri kita meskipun pelan-pelan dan sedikit demi sedikit.

Insya Allah jika sudah terbiasa akan lebih mudah melakukannya.

Tipsnya adalah dengan tidak marah atau mengurangi marah pada anak, tidak berkata buruk, lebih sabar dan lebih tenang, itu adalah 50% dari solusi.

“Yang 50% solusinya lagi adalah membangun kedekatan secara emosional (bonding),” jelas Dyah.

Inti dari bonding adalah orang tua harus hadir secara psikologis dan spiritual, tidak hanya hadir secara fisik.

Hadir secara psikologis yakni dengan menunjukkan rasa kasih sayang dan perhatian, bercanda dan tertawa bersama, bercerita dan mendongeng, bermain dan belajar bersama serta berdialog dengan penuh kasih sayang dan perhatian.

Sedangkan hadir secara spiritual dengan mengajak mereka beribadah bersama seperti sholat berjamaah di masjid bersama, mengaji selepas subuh dan maghrib bersama, sedekah dengan pergi ke anak yatim bersama, mengumpulkan barang/mainan yang akan disedekahkan bersama, puasa sunah bersama, mendampingi anak melihat film edukatif atau film agama misalnya kisah nabi dan saling memaafkan antar anggota keluarga sebelum tidur.

Banyak orang tua yang abai dengan hal ini. Mereka ada di rumah tetapi tidak hadir. Mereka membiarkan anak bermain sendiri, main games, gadget. Orang tua sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.

Padahal anak butuh kepuasan spiritual dan psikologis dari orang tuanya. Saat orang tua mampu hadir dalam ruang psikologis dan spiritualnya.

Semoga dengan cara-cara itu, orangtua dapat mengurangi efek negatif atau dampak bentakan pada anak.[ind]

Tags: cara memperbaiki dampak bentakan pada anak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cara Memilih Pelembab Wajah yang Tepat

Next Post

Buta Sejak Bayi, Inamul Ali jadi Hafidz Quran

Next Post
Buta Sejak Bayi, Inamul Ali jadi Hafidz Quran

Buta Sejak Bayi, Inamul Ali jadi Hafidz Quran

Antara Taat Orang Tua dan Allah

Antara Taat Orang Tua dan Allah

Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup

Istirahat Seorang Hamba di Alam Kuburnya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8126 shares
    Share 3250 Tweet 2032
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3616 shares
    Share 1446 Tweet 904
  • Daftar Harga BBM di Indonesia Saat Ini

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berlatihlah Memanah dan Jangan Tinggalkan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ustaz Zaitun Rasmin: Syahid fi sabilillah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1964 shares
    Share 786 Tweet 491
  • HBO Siapkan Serial Harry Potter Musim Kedua

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4178 shares
    Share 1671 Tweet 1045
  • Pemerintah Indonesia dan Jepang Jalin Kerja Sama pada Program Breeding Loan Komodo

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga