• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

3 Cara Mendidik Kesalahan Anak

09/04/2026
in Parenting, Unggulan
3 Cara Mendidik Kesalahan Anak

3 Cara Mendidik Kesalahan Anak Foto: Pixabay

79
SHARES
604
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEBAGAI orang tua, perlu memahami bahwa kesalahan adalah bagian penting dari tumbuh kembang manusia. Melalui kesalahan, kita mempelajari yang benar. Namun, kita perlu memahami cara mendidik kesalahan anak dengan tepat.

Dilansir dari laman parenting plus Indonesia bahwa ada tiga tingkatan sebab kesalahan anak. tingkatan ini memperbaiki cara orang tua mendidik kesalahan anak.

Menurut Alddino G. Rachmadi, S.Psi ilmuwan psikologi Pendidikan mengatakan bahwa orang tua perlu memperbaiki cara mendidik kesalahan anak. Karena seringkali orang tua terburu-buru memarahi anak yang melakukan kesalahan.

Orang tua ingin agar mereka mampu segera memperbaiki kesalahannya. Namun yang terjadi, justru anak semakin mengulangi kesalahannya di kemudian hari. Untuk itu, sebagai orang tua, sangat penting kita merespons kesalahan anak dengan tepat.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Buruknya cara mendidik kesalahan anak berdampak negatif terhadap perkembangan mereka.

Pertama, sangat mungkin anak sulit mandiri. Mereka cenderung mengulangi kesalahannya.

Ini terjadi karena orang tua kurang memberikan pemahaman yang tepat saat mereka melakukan kesalahan. Saat memarahi anak tanpa memahami sebab kesalahan mereka, kita akan cenderung mengajarkan anak untuk “jangan melakukan kesalahan jika tak ingin dimarahi.”

Kita mengharapkan anak mampu menghindari kesalahan karena buruknya kesalahan itu sendiri. Terlepas dari apakah ada orang tua yang mengawasi atau tidak. Tanpa respons pendidikan yang tepat, mungkin sulit untuk mencapainya.

Kedua, cara yang kurang tepat mendidik kesalahan anak, khususnya dengan kemarahan, perlahan-lahan memudarkan rasa percaya anak kepada orang tua.

Begitu pun sebaliknya. Tidak ada seorang pun yang suka dimarahi secara emosional. Bahkan meskipun jika memang benar-benar salah.

Sekali lagi, kesalahan adalah bagian dari tumbuh kembang anak. Semua aspek dalam diri mereka masih berkembang. Sebagaimana bangunan yang belum utuh, masih banyak kekurangan di sana sini.

Namun, kekurangan tersebut bukanlah keburukan. Melainkan pertanda bahwa kita masih harus terus membangun.

Kuncinya adalah kita terus belajar. Kita terus eksplorasi dan memperbaiki diri. Begitu pun anak-anak kita. Namun, memarahi anak secara konsisten akan menghilangkan rasa aman dan nyaman pada anak.

Baca Juga: Cara Mendidik Anak agar Terhindar dari Pornografi

Berikut tiga sebab kesalahan anak.

Anak melakukan kesalahan karena belum mengerti konsepnya

Sebab kesalahan ini sangat umum terjadi di rentang usia 1-12 tahun. Terlebih di usia pra-sekolah yaitu 0-6 tahun.
Sebagian besar kesalahan anak terjadi karena ia masih belajar membentuk konsepnya. Apakah Anda berpikir, anak usia 4 tahun memukul adiknya karena benci dan ingin menyakiti? Tentu tidak.

Mereka masih berusaha memahami konsep tentang bagaimana mengungkapkan perasaan, bagaimana bertindak sopan, tidak menyakiti orang lain, empati dan belajar memberi pengertian. Bagaimana agar kita bisa mengajarkan dengan efektif?

Ajarkan konsepnya dengan satu kalimat sederhana

Jika anak memukul adiknya, sampaikan, “Kalau marah tak boleh memukul, ya.”. Terkadang kita menegur anak dengan nasihat yang berkepanjangan, “Nggak boleh pukul adik ya! Itu nggak baik! Dosa! Kalau kamu dipukul juga gimana? Sakit? Mau nggak?”.

Meskipun semua penjelasan tersebut benar. Seringkali anak kesulitan memahaminya sekaligus. Mereka tidak menemukan konsep utamanya. Semakin sederhana, semakin mudah konsepnya dipahami.

Gunakan kalimat yang konkrit, sesuai kapasitas pemahaman anak

Mengajarkan anak usia 4 tahun agar tak memukul dengan kalimat, “Memukul itu zalim, dosa besar! Nanti masuk neraka!”, meskipun benar adanya, namun jangan terkejut jika anak masih sulit memahaminya.

Bagi anak usia 4 tahun, konsep “zalim, dosa besar, neraka” masih sangat abstrak. Meski pun mereka mampu mengucapkan katanya, namun anak belum memiliki gambaran yang utuh. Jelaskan dengan, “Memukul itu sakit, tidak baik ya!”. Semakin konkrit, semakin mudah konsepnya dipahami.

Anak melakukan kesalahan karena belum cakap mengaplikasikannya

Setelah memahami konsep, anak belajar mengaplikasikannya. Sekali waktu, mereka mampu tidak memukul adiknya.

Sekali waktu, mereka kembali memukul. Tak perlu pusing jika itu terjadi. Sebab mengaplikasikan konsep butuh latihan. Apalagi di usia anak-anak, khususnya pra-sekolah. Apa yang perlu dilakukan?

Sabar mendampingi proses latihan anak butuh kesabaran. Tak perlu buru-buru lelah mengingatkan anak, mengajarkan kembali, memberi motivasi.

Kenali usaha anak. Ini adalah satu kunci pentingnya. Saat anak sudah berusaha mengaplikasikan apa yang diajarkan, tunjukkan bahwa orang tua menghargai itu.

Meskipun hasilnya masih jauh dari sempurna. Misalnya, anak masih memukul adik namun ia sudah terlihat berusaha menahan diri.

Karena sejatinya inilah yang akan memberikan hasil. Selama anak berusaha, ia akan mampu mengaplikasikannya dengan baik di kemudian hari.

Tentu saja, contohkan. Begitulah pentingnya teladan. Lalu, cara terbaik mengajarkan anak konsep “tidak memukul saat marah” apakah dengan memarahinya? Justru itu sangat sempurna mencontohkan sebaliknya.

Apa yang mungkin terjadi jika anak tak diberi ruang untuk berlatih? Anak akan ragu untuk mencoba lagi. Mereka cenderung kurang percaya diri.

Bahkan mungkin belajar menghindar dan berbohong. Sekali lagi, konsep yang baik perlu dilatih.

Setiap latihan membutuhkan waktu. Bahkan berdasarkan teori perkembangan, anak baru akan benar-benar “mantap” memahami konsep, lalu mengaplikasikannya secara efektif di rentang usia 7 sampai 9 tahun. Artinya, sekali lagi, jangan lekas menyerah dan memberi “label” negatif pada anak.

Baca Juga: Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini

Anak melakukan kesalahan karena sengaja

Anak sudah memahami konsepnya. Mereka sudah mampu menerapkannya dengan baik. Kemudian di waktu tertentu, mereka sengaja melakukan kesalahan.

Pada saat inilah kita bisa menghukum anak. Bukan berarti bisa memarahi sepuasnya. Sebab menghukum pun ada caranya, sehingga anak belajar mengambil hikmah.

Berikut yang penting diperhatikan terkait hukuman

Hukuman harus relevan dengan kesalahan. Menghukum anak yang memukul adiknya dengan membentak mereka tentu sangat tak sejalan.

Hukuman sebaiknya berupa langkah perbaikan dari kesalahan yang dilakukan. Jika memukul, maka meminta maaf dan melakukan kebaikan, seperti memeluk dan mengajak bermain.

Jika sengaja melalaikan PR, maka hukumannya menyelesaikan PR tersebut hingga tuntas sebelum bisa bermain kembali. Dengan cara ini kita dapat mengajarkan tanggung jawab kepada anak.

Memberi hukuman tidak disertai emosi. Harus tegas.Namun tidak melibatkan luapan emosi yang berlebihan.

Tentu ini tak mudah bagi orang tua. Emosi yang berlebihan “mengaburkan” fungsi hukuman.

Harapan orang tua ingin anak dapat mengambil hikmah, diganti menjadi usaha menghindari rasa takut.[Wld/Sdz]

Tags: 3 Cara Mendidik Kesalahan AnakParenting
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Presiden Umumkan Biaya Calon Jemaah Haji Indonesia 2026 Mengalami Penurunan

Next Post

Mengenal Zona Pendidikan Anak

Next Post
Mengenal Zona Pendidikan Anak

Mengenal Zona Pendidikan Anak

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Tiket Pesawat di Tengah Kenaikan Harga Avtur Dunia

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Tiket Pesawat di Tengah Kenaikan Harga Avtur Dunia

Perkembangan Si Kecil di Usia 2 - 3 Bulan

Perkembangan Si Kecil pada Usia 2 - 3 Bulan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8855 shares
    Share 3542 Tweet 2214
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1080 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997
  • Inilah Para Pemain Muslim Tim Swiss di Piala Eropa 2020

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11570 shares
    Share 4628 Tweet 2893
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2266 shares
    Share 906 Tweet 567
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berbagai Jenis Kacang dan Manfaatnya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1431 shares
    Share 572 Tweet 358
  • Kisah Teladan Tsabit bin Dahdah yang Menukar Hartanya dengan Surga

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga