LUKA pengasuhan sering kali tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya dapat terbawa hingga anak tumbuh dewasa.
Bukan hanya memengaruhi emosi, luka ini juga bisa membentuk cara anak berpikir, bersikap, dan berhubungan dengan orang lain.
Dikutip dari Fatheman, salah satu tanda yang sering muncul adalah reaksi emosi yang berlebihan terhadap hal-hal kecil.
Anak bisa terlihat mudah marah, menangis, atau meledak karena masalah sepele.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Namun, kondisi ini sebenarnya bukan hanya dipicu oleh kejadian saat ini, melainkan akumulasi luka emosional yang belum terselesaikan dari masa lalu.
Tanda lainnya adalah kecenderungan untuk selalu ingin menyenangkan orang lain.
Anak yang tumbuh tanpa cukup validasi emosional sering kali belajar bahwa cinta harus diperoleh melalui kepatuhan.
Akibatnya, ia menjadi takut ditolak dan kesulitan menjadi dirinya sendiri karena selalu berusaha memenuhi harapan orang lain.
Bunda Ayah, Ini Tanda Anak Memiliki Luka Pengasuhan dari Orang Tua
Selain itu, luka pengasuhan juga dapat membuat anak kurang percaya diri dan ragu dalam mengambil keputusan.
Pengalaman sering dibentak, dibandingkan, atau direndahkan dapat membentuk suara batin negatif yang terus berulang, seperti perasaan bahwa dirinya tidak pernah cukup baik.
Jika tidak disadari dan disembuhkan, luka tersebut dapat terbawa hingga dewasa dan bahkan berpotensi diwariskan ke generasi berikutnya.
Baca juga: Luka Pengasuhan: Jejak Emosi yang Tak Terlihat pada Anak
Seseorang yang tidak pernah merasakan pelukan emosional bisa tumbuh menjadi pribadi yang kaku, sementara yang tidak pernah didengarkan dapat menjadi tertutup dan dingin secara emosional.
Pada akhirnya, luka yang tidak diproses dengan baik tidak akan hilang begitu saja, tetapi cenderung mencari bentuk baru dalam pola hubungan di masa depan.
Karena itu, kesadaran akan luka pengasuhan menjadi langkah awal untuk memutus rantai dampaknya.[Sdz]





