• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 15 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Teguran dan Ujian Hati

12/09/2023
in Nasihat
It’s All About Heart

Ilustrasi, foto: lights.ie

86
SHARES
662
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TEGURAN bisa datang dari siapa saja. Di balik teguran, ada ujian hati: sehatkah hati kita.

Tidak semua orang bersyukur jika ditegur. Karena teguran mengandung dua hal yang sama-sama tidak enak. Orang ditegur karena lalai atau lupa. Orang juga ditegur karena salah.

Baik karena lalai atau pun salah, dua-duanya menunjukkan kekurangan seseorang. Dan alamiah orang yang merasa direndahkan akan merasa tersinggung.

Inilah kenapa teguran menjadi tidak efektif. Orang yang ditegur bukan menyimak isi teguran. Tapi justru terbawa emosi karena siapa yang menegur.

Kalau yang menegur pihak yang ‘di atas’ seperti orang tua, guru, atau atasan; biasanya dimaknai sebagai hal lumrah. Wajar mereka-mereka mengur karena mereka memang lebih tahu.

Tapi jika yang menegur pihak yang ‘di bawah’, di sinilah ujian hati sedang dimainkan. Kalau hatinya bersih, yang ditegur tidak memperhatikan pihak yang menegur. Tapi lebih memperhatikan isi tegurannya.

Berbeda jika yang ditegur hatinya tidak sehat, maka emosi menghanyutkannya pada sisi lain yang tidak substantif.

Teladan kita semua, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah beberapa kali ditegur sahabat. Bayangkan, seorang Nabi ditegur oleh manusia biasa.

Suatu kali menjelang Perang Khandaq, Nabi memutuskan untuk menghadang musuh di dalam Madinah. Seorang sahabat Nabi menegur.

“Ya Rasulullah, apakah keputusan ini wahyu atau pemikiran Anda sendiri?” tanya sahabat Nabi.

“Ini pemikiran aku sendiri,” jawab Nabi.

Sahabat tersebut menjelaskan kalau menghadang musuh di dalam kota, maka jika kalah, musuh akan bisa langsung menawan atau menyakiti wanita dan anak-anak yang tidak ikut perang.

Tapi jika menghadang di luar kota, maka ada peluang untuk konsolidasi di dalam kota jika musuh berhasil memukul mundur. Dan usulan ini langsung disetujui Nabi. Dari situ pula, seorang sahabat menyebut ide pertahanan kota dengan membuat parit.

Yang lebih dramatis lagi adalah teguran dari seorang sahabat ketika Nabi lupa jumlah rakaat saat shalat Ashar. Baru dua rakaat, Nabi langsung mengucapkan salam.

Sebagian sahabat bahkan ada yang keluar masjid karena shalat sudah usai. Tapi, mereka masih ragu: kenapa shalatnya diqashar jadi dua rakaat?

Tak seorang pun yang berani menegur Nabi. Meski di situ ada Abu Bakar, Umar, dan lainnya, radhiyallahu ‘anhum.

Seorang sahabat Nabi yang tidak terkenal, tiba-tiba bersuara, “Ya Rasulullah, apakah shalatnya diqashar atau Anda lupa?”

Bayangkan, ada seorang sahabat yang tergolong biasa saja, menegur shalat Nabi dengan kemungkinan diqashar atau karena Nabi lupa. Nabi lupa jumlah rakaat shalat?

Nabi menjawab, “Shalat tidak diqashar, dan aku tidak lupa.” Tapi, sahabat itu menegaskan lagi, “Tidak ya Rasulullah, Anda lupa.”

Tak ada satu pun jamaah masjid yang merupakan para sahabat mulia yang berani bersuara. Mereka hanya mampu menyaksikan percakapan tadi.

Mendapati keyakinan sahabat tadi dan diamnya para sahabat yang lain, maka Nabi langsung menambahkan dua rakaat yang terlupa. Setelah itu Nabi dan jamaah shalat melakukan sujud sahwi.

Peristiwa ini tercantum dalam hadis sahih yang di antaranya diriwayatkan Imam Muslim. Sebuah pelajaran luar biasa tentang fikih dan tentang kebesaran hati seorang pemimpin.

Coba jika hal itu terjadi pada kita. Ada anak kita, adik kita, pegawai kita, junior kita, atau siapa pun yang berada dalam ‘bawahan’ kita, menegur kita karena kemungkinan kita lalai atau salah.

Pertanyaannya, apakah kita mampu melihat hanya pada isi teguran dan bukan pada siapa yang menegur?

Inilah ujian hati. Sehatkah hati kita? Atau jangan-jangan, ada penyakitnya sehingga isi teguran tertutup emosi. [Mh]

 

Tags: Teguran dan Ujian Hati
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

LAZ Al Azhar Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Pastikan Mutu Layanan Muzaki dan Mustahik

Next Post

Apa yang Terjadi bila Suami Takut Istri?

Next Post
Cara efektif menyelesaikan pertengkaran suami istri

Apa yang Terjadi bila Suami Takut Istri?

3 Fitur Instagram untuk Membuat Anak Aman

Menjadi Muslimah yang Bermanfaat

Hukum Menghasilkan Uang dari Aplikasi Tiktok Cash

Hukum Menghasilkan Uang dari Aplikasi Tiktok Cash

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4419 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11451 shares
    Share 4580 Tweet 2863
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8651 shares
    Share 3460 Tweet 2163
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1399 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2217 shares
    Share 887 Tweet 554
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    253 shares
    Share 101 Tweet 63
  • Ketahui 5 Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan Tubuh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    247 shares
    Share 99 Tweet 62
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga