• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 2 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Stres Itu Biasa

08/06/2024
in Nasihat
Tentang Ibadah Kita di Sisi Allah

Ilustrasi, foto: imb.org

82
SHARES
634
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

STRES itu biasa. Yang tidak biasa pada cara mengolahnya.

Stres merupakan reaksi diri terhadap perubahan lingkungan. Dan kemampuan diri melakukan penyesuaian memunculkan tingkat stres seseorang yang berbeda-beda.

Ada tingkat stres yang wajar. Ada pula tingkat yang berat. Stres yang wajar biasa. Tapi yang berat dampaknya bisa fatal. Setidaknya mengganggu kesehatan diri.

Bahkan kesehatan fisik sangat dipengaruhi oleh tingkat stres seseorang. Jadi, bukan sekadar karena kurang gizi atau kurang tidur. Inilah kenapa orang yang mampu memenuhi kebutuhan gizi dan istirahat ideal tetap mengalami sakit berat.

Berapa masyarakat kita yang mengalami stres? Hasil survei Kemenristek Dikti yang terakhir, menunjukkan 55 persen orang Indonesia mengalami stres.

Kenapa orang sulit melakukan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan? Jawabannya ada pada kecerdasan dan kedewasaan jiwa masing-masing.

Contoh, selepas hujan usai, dua orang melihat sisi luar jendela dari sudut pandang yang berbeda. Yang satu melihat keadaan tanah yang becek. Satunya lagi melihat ke langit yang cerah dari semula gelap karena mendung.

Orang yang melihat tanah yang becek akan pesimistis. Sementara yang melihat langit cerah akan sebaliknya: semangat dan optimistis. Meskipun dua-duanya berada di tempat yang sama dengan keadaan lingkungan yang sama.

Kecerdasan dan kedewasaan jiwa sangat dipengaruh oleh pemahaman tentang hidup. Itulah kenapa di masyarakat yang muslim jauh lebih bahagia daripada yang non muslim. Meskipun yang muslim lebih miskin dari yang non muslim.

Indikasi kebahagiaan terlihat dari keramahan sosial, keutuhan rumah tangga, hingga jumlah anak. Tiga hal ini sangat memprihatinkan di masyarakat non muslim. Meskipun sekali lagi mereka lebih mapan.

Pemahaman tentang hidup tak bisa didapat kecuali dari bimbingan Islam: dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Islam mengajarkan tentang hidup: dari mana dan mau kemana. Bahwa, hidup di dunia ini hanya ujian dan bersifat sementara.

Selain itu, Islam juga mengajarkan tentang keimanan yang menjadikan jiwa lebih cerdas dan dewasa. Sehingga semua hambatan atau perubahan lingkungan yang tidak diharapkan bisa disikapi dengan arif dan bijaksana.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Tidaklah suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya….” (QS. At-Taghabun: 11)

Begitu pun dengan amaliyah Islam berupa shalat, zikir, sedekah, ukhuwah, dan lainnya; memunculkan kesadaran bahwa lingkungan diri harus dibentuk. Bukan hanyut diombang-ambing keadaan.

Jadi, jika merasakan stres, cobalah menemukan kembali kesadaran tentang hakikat hidup. Shalat dan perbanyak zikirlah, insya Allah jiwa menjadi kembali sehat. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Stres Itu Biasa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah Ibunda yang mengasuh Rasulullah (2)

Next Post

Hijrah Cinta Suami dan Istri untuk Bersama di Surga

Next Post
Tidak Ada Untungnya Cemberut Kepada Pasangan

Hijrah Cinta Suami dan Istri untuk Bersama di Surga

Ibunda yang Memuliakan Sang Yatim, Muhammad SAW (2)

Ibunda yang Memuliakan Sang Yatim, Muhammad SAW (1)

Percakapan antara Khalifah Sulaiman dan Syaikh Abu Hazim Tentang Menjemput Kematian

Kisah Zaid bin Haritsah Menjadi Panglima Perang

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    961 shares
    Share 384 Tweet 240
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Tiga Trik Padu Padan Vest Rajut

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9229 shares
    Share 3692 Tweet 2307
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4179 shares
    Share 1672 Tweet 1045
  • Aminah Binti Ruqaisy Sosok Muhajirah yang Jarang Dikenal

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1975 shares
    Share 790 Tweet 494
  • Kulon Progo jadi Gerbang Utama Wisata Yogyakarta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga