• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 24 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Stres Itu Biasa

08/06/2024
in Nasihat
Tentang Ibadah Kita di Sisi Allah

Ilustrasi, foto: imb.org

80
SHARES
614
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

STRES itu biasa. Yang tidak biasa pada cara mengolahnya.

Stres merupakan reaksi diri terhadap perubahan lingkungan. Dan kemampuan diri melakukan penyesuaian memunculkan tingkat stres seseorang yang berbeda-beda.

Ada tingkat stres yang wajar. Ada pula tingkat yang berat. Stres yang wajar biasa. Tapi yang berat dampaknya bisa fatal. Setidaknya mengganggu kesehatan diri.

Bahkan kesehatan fisik sangat dipengaruhi oleh tingkat stres seseorang. Jadi, bukan sekadar karena kurang gizi atau kurang tidur. Inilah kenapa orang yang mampu memenuhi kebutuhan gizi dan istirahat ideal tetap mengalami sakit berat.

Berapa masyarakat kita yang mengalami stres? Hasil survei Kemenristek Dikti yang terakhir, menunjukkan 55 persen orang Indonesia mengalami stres.

Kenapa orang sulit melakukan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan? Jawabannya ada pada kecerdasan dan kedewasaan jiwa masing-masing.

Contoh, selepas hujan usai, dua orang melihat sisi luar jendela dari sudut pandang yang berbeda. Yang satu melihat keadaan tanah yang becek. Satunya lagi melihat ke langit yang cerah dari semula gelap karena mendung.

Orang yang melihat tanah yang becek akan pesimistis. Sementara yang melihat langit cerah akan sebaliknya: semangat dan optimistis. Meskipun dua-duanya berada di tempat yang sama dengan keadaan lingkungan yang sama.

Kecerdasan dan kedewasaan jiwa sangat dipengaruh oleh pemahaman tentang hidup. Itulah kenapa di masyarakat yang muslim jauh lebih bahagia daripada yang non muslim. Meskipun yang muslim lebih miskin dari yang non muslim.

Indikasi kebahagiaan terlihat dari keramahan sosial, keutuhan rumah tangga, hingga jumlah anak. Tiga hal ini sangat memprihatinkan di masyarakat non muslim. Meskipun sekali lagi mereka lebih mapan.

Pemahaman tentang hidup tak bisa didapat kecuali dari bimbingan Islam: dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Islam mengajarkan tentang hidup: dari mana dan mau kemana. Bahwa, hidup di dunia ini hanya ujian dan bersifat sementara.

Selain itu, Islam juga mengajarkan tentang keimanan yang menjadikan jiwa lebih cerdas dan dewasa. Sehingga semua hambatan atau perubahan lingkungan yang tidak diharapkan bisa disikapi dengan arif dan bijaksana.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Tidaklah suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya….” (QS. At-Taghabun: 11)

Begitu pun dengan amaliyah Islam berupa shalat, zikir, sedekah, ukhuwah, dan lainnya; memunculkan kesadaran bahwa lingkungan diri harus dibentuk. Bukan hanyut diombang-ambing keadaan.

Jadi, jika merasakan stres, cobalah menemukan kembali kesadaran tentang hakikat hidup. Shalat dan perbanyak zikirlah, insya Allah jiwa menjadi kembali sehat. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Stres Itu Biasa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah Ibunda yang mengasuh Rasulullah (2)

Next Post

Hijrah Cinta Suami dan Istri untuk Bersama di Surga

Next Post
Tidak Ada Untungnya Cemberut Kepada Pasangan

Hijrah Cinta Suami dan Istri untuk Bersama di Surga

Ibunda yang Memuliakan Sang Yatim, Muhammad SAW (2)

Ibunda yang Memuliakan Sang Yatim, Muhammad SAW (1)

Percakapan antara Khalifah Sulaiman dan Syaikh Abu Hazim Tentang Menjemput Kematian

Kisah Zaid bin Haritsah Menjadi Panglima Perang

  • Pendaftaran Mudik Gratis Jasindo 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Rutenya

    Pendaftaran Mudik Gratis Jasindo 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Rutenya

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7999 shares
    Share 3200 Tweet 2000
  • Salimah Tulungagung Edukasi Lansia untuk Mewaspadai Risiko Puasa bagi Penderita Diabetes Melitus

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Kisah Nuhair yang Tak Berani Meminta Surga

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1744 shares
    Share 698 Tweet 436
  • Semarakkan Syiar Ramadan, Salimah Bojonggede Gelar Khotmul Qur’an

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5285 shares
    Share 2114 Tweet 1321
  • Terus Tekan Trump, ‘Kartu Huckabee’ Dimainkan Israel

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3523 shares
    Share 1409 Tweet 881
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga