• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Sengsara Membawa Hikmah

21/08/2024
in Nasihat
Jangan Larang Lansia Aktif

Ilustrasi, foto: Pinterest

105
SHARES
804
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SENGSARA adalah keadaan yang tidak menyenangkan. Tapi boleh jadi, sengsara bisa membawa hikmah.

Alkisah ada perebutan wilayah antara semut merah dan gajah. Karena soal ukuran tubuh, tentu saja gajah lebih unggul jauh di banding semut.

Gajah selalu sewenang-wenang dengan semut. Terutama raja gajah. Ia begitu seenaknya menduduki tanah semut. Siapa pun yang membangkang akan diinjak.

Ada seekor dari sekian ribuan semut merah yang cacat pendengaran. Namanya si budeg. Meski begitu, si budeg sangat cerdas. Ia bisa menebak-nebak apa yang diucapkan lawan bicaranya. Dan biasanya selalu benar.

Saat itu, si raja gajah marah-marah karena salah satu matanya terasa sakit. Ia menduga salah satu semut ada yang mengiggitnya. Padahal, sakitnya karena sebab lain.

“Hei kalian semuanya, siapa yang menggigit mataku?” teriaknya kepada semua semut merah.

Tak satu pun semut merah yang berani menjawab. Mereka terdiam. Di luar dugaan semuanya, tiba-tiba si budeg angkat tangan. “Saya, Raja!” ucapnya.

Semua semut bingung. Semua yakin pasti si budeg salah menebak apa yang dibicarakan raja gajah. Tapi apa mau dikata, semua semut hanya bisa pasrah.

Sesaat kemudian, raja gajah langsung menyerang si budeg. Si budeg sangat kaget karena tiba-tiba hewan besar itu hendak menginjaknya. Ia lari sebisa yang dilakukan.

Ia lari ke batu, dan batu pun hancur diinjak raja gajah. Ia lari ke pohon, pohon pun tumbang diterjang raja gajah. Akhirnya, si budeg lari ke semak-semak.

Raja gajah tak mau kalah. Ia merangsek semua kawasan semak-semak. Dan semak-semak pun berantakan.

Saat itulah, si budeg melihat celah. Ia merasa tak mungkin lagi bisa sembunyi di mana pun, kecuali di sebuah lubang.

Dan, lubang itu secara tak sengaja ia masuki karena panik diserang raja gajah. Lubang itu adalah hidung atau belalai raja gajah. Di dalam lubang itulah si budeg bersembunyi.

Karena raja gajah terus mengamuk, maka si budeg makin kuat menggigit kulit dalam hidung gajah. Semakin hebat mengamuk, semakin kuat gigitan si budeg. Dan akhirnya, raja gajah tak tahan lagi. Ia pun ambruk karena tak bisa bernafas.

Pertempuran itu disaksikan kawanan gajah dan kawanan semut merah. Dan betapa terkejutnya dua kawanan itu ketika si budeg keluar dalam keadaan segar bugar dari lubang hidung belalai raja gajah yang ambruk.

Melihat itu, kawanan gajah langsung kabur. Mereka tidak ingin bernasib sama seperti rajanya.

Kawanan semut merah pun bersorak-sorai. “Hidup budeg! Hidup budeg!” teriak mereka. Kawanan semut pun mengangkat tubuh si budeg untuk dibangga-banggakan.

Di tengah keramaian itu, ada teman si budeg yang berkata dengan bahasa isyarat, “Hei budeg. Kenapa tadi kamu angkat tangan ketika raja gajah marah?”

“Yang aku pahami, si raja gajah tadi menanyakan, siapa di antara semut yang mau membantunya?” ungkapnya dengan polos.

**

Kadang tidak tahu itu memberikan hikmah. Perhatikanlah orang-orang desa yang hidup dengan tenang dan damai, meski hiruk pikuk dunia politik di kota begitu panas.

Perhatikan pula sebagian orang kampung yang tidak punya ponsel pintar. Mereka tidak merasa stress oleh keadaan. Karena mereka memang tidak tahu keadaannya.

Sebagian orang Amerika yang biasa hidup modern bahkan kembali menggunakan ponsel jadul yang tidak menyediakan media sosial. Hal ini karena mereka ingin hidup tenang dan damai.

Jadi, jangan merasa minder jika kita tak tahu seluk beluk dunia politik atau yang lebih pelik dari itu. Karena boleh jadi, dengan begitu kita bisa terus hidup tenang dan damai. Dan, kita akan lebih fokus bertempur menaklukkan ekonomi keluarga. [Mh]

 

 

 

Tags: Sengsara Membawa Hikmah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anis Byarwati: Kita Semua Adalah Pejuang

Next Post

ReAct Asia Pasific Adakan Konferensi Resistensi Antimikroba Tahunan 2024

Next Post
ReAct Asia Pasific Adakan Konferensi Resistensi Antimikroba Tahunan 2024

ReAct Asia Pasific Adakan Konferensi Resistensi Antimikroba Tahunan 2024

Mengukur Kemajuan dalam Mengatasi Resistensi Antibiotik Sangat Penting

Mengukur Kemajuan dalam Mengatasi Resistensi Antibiotik Sangat Penting

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) Kembali Digelar Bersama BRImo, Hadirkan Penawaran Paket Perjalanan Umrah dengan Harga Khusus

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) Kembali Digelar Bersama BRImo, Hadirkan Penawaran Paket Perjalanan Umrah dengan Harga Khusus

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    301 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga