• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 1 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Pencitraan dari Kaca Jendela Mobil dan Kereta

10/07/2019
in Nasihat
79
SHARES
611
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Moda transportasi ternyata menyimpan potensi pencitraan sosok hidup manusia. Susah senang, duka bahagia manusia yang kita temukan bisa berbeda jika kita melihat dari balik kendaraan yang berbeda.
Dalam hal ini, perbedaan sudut pandang dari dua kendaraan darat bisa kita rasakan. Yaitu, sudut pandang ketika meneropong hidup manusia dari balik kaca jendela mobil dan kaca jendela kereta.
Mobil melalui jalan raya, sementara kereta mengikuti rel. Jalan raya yang dilalui mobil selalu menampilkan sosok depan komunitas manusia yang terbungkus rapi: indah, menawan, sukses, dan penuh warna. 
Dari balik jendela mobil, kita akan disuguhkan pemandangan yang mengesankan baik, rapi, sejahtera, dan semacamnya. 
Yang terlihat dari balik kaca mobil adalah pagar rumah dan gedung yang begitu kekar, warna cat yang menawan, taman-taman halaman depan yang penuh bunga dan semburat keserasian pepohonan yang hijau dan menyejukkan. 
Dari balik kaca jendela mobil, teramat jarang kita temukan pemandangan toilet rumah. Anak-anak yang lemas karena belum makan. Jemuran pakaian yang apa adanya, mulai dari kemeja hingga pakaian dalam. Juga, ibu-ibu yang hanya mengenakan pakaian tidur karena belum sempat bersolek.
Dari balik kaca jendela mobil di jalan raya yang kita lalui, semua terbungkus begitu rapi. Semakin besar jalan raya, semakin rapat pembungkus citra yang kita temukan. 
Pemandangan akan berbeda jika kita meneropong hal itu semua dari balik kaca jendela kereta api. Manusia umumnya, siapa pun mereka: kaya miskin, pejabat atau rakyat biasa; tidak akan pernah merasa perlu untuk memoles pencitraan diri di depan rel kereta. 
Buat apa? Toh, kereta tidak akan pernah berhenti di depan rumah atau gedung manusia. Tidak akan pernah berhenti di depan restoran. Tidak akan pernah menyapa dan menanyakan perihal hidup manusia yang dilalui. Jendela-jendela kereta pun terkunci rapat, bahkan terkunci mati.
Kereta yang melintas di belakang rumah, di samping rumah, di ujung persawahan; seperti benda mati yang datang dan pergi begitu saja, seperti robot yang hanya bersuara, tapi tak punya jiwa.
Dari situlah, manusia yang dilalui kereta tidak akan pernah merasa perlu untuk memoles sosok mereka dengan pencitraan. Tidak merasa perlu untuk menutup wajah mereka apa adanya. Karena hal itu bukan sekadar seperti tidak bermanfaat, tapi juga sangat merepotkan.
Kereta bisa muncul dari mana saja tergantung rel yang dilalui. Bisa muncul dari belakang rumah yang semrawut, walau tampak depan rumahnya begitu indah menawan. Bisa muncul di dekat kamar mandi belakang rumah yang jarang terurus, jorok, dan apa adanya. Juga, bisa muncul di saat-saat anak-anak kecil yang memperlihatkan wajah-wajah polos mereka: lapar, kesal, tangis, dan lainnya.
**
Kalau kita ingin menatap wajah-wajah manusia di kota, desa, dan lainnya melalui kaca jendela mobil; kita tidak akan menemukan manusia yang susah, duka, apa adanya. Semuanya seperti bahagia. 
Senyum-senyum bahagia yang terpoles rapi sebagai beranda hidup mereka. Kesopanan dan kesantunan yang sudah begitu terlatih untuk dipaksakan. Dan, kita pun akan tertipu dengan semua itu. 
Berbeda dengan kereta yang mendapati wajah-wajah manusia dari arah mana saja. Bukan dari dan melalui beranda hidup mereka yang terkesan serba wah. Melainkan, dari arah belakang hidup mereka yang menampilkan sosok mereka apa adanya. 
Pemandangan sosok hidup manusia dari balik kaca jendela kereta seperti sorotan kamera ghaib yang bisa melihat sesuatu tanpa yang dilihat merasa perlu untuk menyadari bahwa mereka sedang dilihat dan diketahui.
Pemandangan ini, tentu bukan untuk menemukan aib-aib yang harus ditutup dan disembunyikan. Tapi, untuk menghidupkan sensitivitas dan kepedulian yang semestinya. 
Bahwa, ternyata kita hidup di tengah sahara kemiskinan. Kita hidup di tengah kesusahan yang membutuhkan kepedulian yang lebih besar. Dan mestinya, bukan polesan pencitraan wajah mereka yang kita cari dan inginkan. Melainkan, wajah asli yang menggerakkan kepedulian kita. (muhammad nuh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak-anak Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Bangladesh Terancam Terkena Banjir

Next Post

Maasya Allah, Jemaah Haji Termuda Ini Rencanakan Berangkat Haji sejak SD

Next Post

Maasya Allah, Jemaah Haji Termuda Ini Rencanakan Berangkat Haji sejak SD

KPAI Dorong Literasi Cegah Human Trafficking

Resep Ekkado ala Resto Jepang, Mudah dan Renyah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9001 shares
    Share 3600 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11645 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4717 shares
    Share 1887 Tweet 1179
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4066 shares
    Share 1626 Tweet 1017
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2390 shares
    Share 956 Tweet 598
  • Heboh Londo Ireng

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga