• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Pencitraan dari Kaca Jendela Mobil dan Kereta

10/07/2019
in Nasihat
79
SHARES
608
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Moda transportasi ternyata menyimpan potensi pencitraan sosok hidup manusia. Susah senang, duka bahagia manusia yang kita temukan bisa berbeda jika kita melihat dari balik kendaraan yang berbeda.
Dalam hal ini, perbedaan sudut pandang dari dua kendaraan darat bisa kita rasakan. Yaitu, sudut pandang ketika meneropong hidup manusia dari balik kaca jendela mobil dan kaca jendela kereta.
Mobil melalui jalan raya, sementara kereta mengikuti rel. Jalan raya yang dilalui mobil selalu menampilkan sosok depan komunitas manusia yang terbungkus rapi: indah, menawan, sukses, dan penuh warna. 
Dari balik jendela mobil, kita akan disuguhkan pemandangan yang mengesankan baik, rapi, sejahtera, dan semacamnya. 
Yang terlihat dari balik kaca mobil adalah pagar rumah dan gedung yang begitu kekar, warna cat yang menawan, taman-taman halaman depan yang penuh bunga dan semburat keserasian pepohonan yang hijau dan menyejukkan. 
Dari balik kaca jendela mobil, teramat jarang kita temukan pemandangan toilet rumah. Anak-anak yang lemas karena belum makan. Jemuran pakaian yang apa adanya, mulai dari kemeja hingga pakaian dalam. Juga, ibu-ibu yang hanya mengenakan pakaian tidur karena belum sempat bersolek.
Dari balik kaca jendela mobil di jalan raya yang kita lalui, semua terbungkus begitu rapi. Semakin besar jalan raya, semakin rapat pembungkus citra yang kita temukan. 
Pemandangan akan berbeda jika kita meneropong hal itu semua dari balik kaca jendela kereta api. Manusia umumnya, siapa pun mereka: kaya miskin, pejabat atau rakyat biasa; tidak akan pernah merasa perlu untuk memoles pencitraan diri di depan rel kereta. 
Buat apa? Toh, kereta tidak akan pernah berhenti di depan rumah atau gedung manusia. Tidak akan pernah berhenti di depan restoran. Tidak akan pernah menyapa dan menanyakan perihal hidup manusia yang dilalui. Jendela-jendela kereta pun terkunci rapat, bahkan terkunci mati.
Kereta yang melintas di belakang rumah, di samping rumah, di ujung persawahan; seperti benda mati yang datang dan pergi begitu saja, seperti robot yang hanya bersuara, tapi tak punya jiwa.
Dari situlah, manusia yang dilalui kereta tidak akan pernah merasa perlu untuk memoles sosok mereka dengan pencitraan. Tidak merasa perlu untuk menutup wajah mereka apa adanya. Karena hal itu bukan sekadar seperti tidak bermanfaat, tapi juga sangat merepotkan.
Kereta bisa muncul dari mana saja tergantung rel yang dilalui. Bisa muncul dari belakang rumah yang semrawut, walau tampak depan rumahnya begitu indah menawan. Bisa muncul di dekat kamar mandi belakang rumah yang jarang terurus, jorok, dan apa adanya. Juga, bisa muncul di saat-saat anak-anak kecil yang memperlihatkan wajah-wajah polos mereka: lapar, kesal, tangis, dan lainnya.
**
Kalau kita ingin menatap wajah-wajah manusia di kota, desa, dan lainnya melalui kaca jendela mobil; kita tidak akan menemukan manusia yang susah, duka, apa adanya. Semuanya seperti bahagia. 
Senyum-senyum bahagia yang terpoles rapi sebagai beranda hidup mereka. Kesopanan dan kesantunan yang sudah begitu terlatih untuk dipaksakan. Dan, kita pun akan tertipu dengan semua itu. 
Berbeda dengan kereta yang mendapati wajah-wajah manusia dari arah mana saja. Bukan dari dan melalui beranda hidup mereka yang terkesan serba wah. Melainkan, dari arah belakang hidup mereka yang menampilkan sosok mereka apa adanya. 
Pemandangan sosok hidup manusia dari balik kaca jendela kereta seperti sorotan kamera ghaib yang bisa melihat sesuatu tanpa yang dilihat merasa perlu untuk menyadari bahwa mereka sedang dilihat dan diketahui.
Pemandangan ini, tentu bukan untuk menemukan aib-aib yang harus ditutup dan disembunyikan. Tapi, untuk menghidupkan sensitivitas dan kepedulian yang semestinya. 
Bahwa, ternyata kita hidup di tengah sahara kemiskinan. Kita hidup di tengah kesusahan yang membutuhkan kepedulian yang lebih besar. Dan mestinya, bukan polesan pencitraan wajah mereka yang kita cari dan inginkan. Melainkan, wajah asli yang menggerakkan kepedulian kita. (muhammad nuh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak-anak Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Bangladesh Terancam Terkena Banjir

Next Post

Maasya Allah, Jemaah Haji Termuda Ini Rencanakan Berangkat Haji sejak SD

Next Post

Maasya Allah, Jemaah Haji Termuda Ini Rencanakan Berangkat Haji sejak SD

KPAI Dorong Literasi Cegah Human Trafficking

Resep Ekkado ala Resto Jepang, Mudah dan Renyah

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8694 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11479 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4444 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga