• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 23 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Nasihat Diam-diam

20/11/2024
in Nasihat
Niat Itu Segalanya

Ilustrasi, foto: wallpaperset.com

79
SHARES
605
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

NASIHAT itu harus tulus, tidak dalam keadaan marah, dan tidak mengharap pujian.

Imam Abu Hanifah, rahimahullah, tergolong ulama yang kaya raya. Ayahnya seorang pengusaha yang sangat mendukung perjuangan dakwah Islam.

Suatu kali, beliau dalam sebuah perjalanan. Ulama yang bernama asli Nu’man bin Tsabit ini mendengar seorang lelaki mengeluh dari balik jendela yang terbuka. Rupanya orang itu sedang mengeluhkan keadaannya yang miskin.

“Ya Allah, betapa malangnya nasib hamba ini. Dari pagi, belum ada seteguk air dan sesuap makanan pun yang melalui tenggorokan ini….,” suara dari balik jendela itu terdengar.

Imam Abu Hanifah langsung kembali ke rumah. Ia balik lagi dengan membawa sebuah bungkusan. Bungkusan itu ia letakkan di pintu rumah itu. Dan beliau pun berlalu.

Ketika si lelaki yang mengeluh ini kedepan, ia mendapati sebuah bungkusan tergantung di pintunya. Ia buka bungkusan itu. Di dalamnya ada uang sekadar untuk makan hari itu dan sepucuk surat.

Surat itu sebuah nasihat. Isinya antara lain, saudaraku jangan seperti itu mengeluh kepada Allah subhanahu wata’ala. Berdoalah kepada Allah dengan baik dan berikhtiarlah. Semoga Allah memberikan jalan keluar.

Di lain hari, Imam Abu Hanifah melewati lagi jalan itu. Ia mendapati jendela rumah lagi-lagi terbuka. Dan dari balik jendela itu, lagi-lagi, ia mendengar keluhan yang tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

“Ya Allah, Engkau sudah mengirimkanku uang sekadarnya. Berikanlah aku lebih banyak lagi…,” seperti kira-kira isi keluhannya.

Imam Abu Hanifah kembali lagi ke rumah. Ia lagi-lagi kembali dengan membawa bungkusan. Bungkusan itu ia letakkan di pintu rumah orang yang mengeluh itu, persis seperti kejadian sebelumnya. Beliau pun berlalu meninggalkan rumah itu.

Orang yang mengeluh itu kedepan rumah. Ia kembali mendapati sebuah bungkusan di pintu rumahnya. Ketika dibuka, bungkusan itu berisi uang sekadar untuk hari itu dan sepucuk surat. Persis seperti kemarin.

Kali ini, suratnya lebih panjang. Imam Abu Hanifah menasihati orang itu untuk memohon kepada Allah dengan baik, berikhtiar dengan baik, bersungguh-sungguh mencari nafkah, dan mendoakan agar ia diberikan kemudahan.

Saat itulah, orang itu menyadari kekeliruannya. Selain berdoa, ia harus berikhtiar dan bekerja dengan sungguh-sungguh.

**

Sebuah pelajaran berharga dari Imam Abu Hanifah tentang cara bijak menasihati orang. Pendiri mazhab Hanafi ini, setelah memberikan solusi kongkrit berupa uang sekadarnya, ia menasihati dengan rahasia.

Seorang ulama lain, Al-Hafiz Ibnu Rajab rahimahullah, menambahkan, “Jika ulama salaf memberikan nasihat kepada seseorang, mereka menasihatinya dengan rahasia.

“Nasihatilah seseorang dengan duduk berdua saja. Jika dilakukan di depan orang banyak, maka ia sedang mempermalukan orang itu.” [Mh]

 

 

Tags: Nasihat Diam-diam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Beasiswa Sinar Mas ITSB untuk Lulusan SMA Sederajat

Next Post

Study Tour TK JISc Mengunjungi Stasiun Pemadam Kebakaran

Next Post
Study Tour TK JISc Mengunjungi Stasiun Pemadam Kebakaran

Study Tour TK JISc Mengunjungi Stasiun Pemadam Kebakaran

Eksportir Busana Muslim Berlomba-Lomba Memasuki Pasar Jepang

Eksportir Busana Muslim Berlomba-Lomba Memasuki Pasar Jepang

Warga Purwadadi Tagih Janji Ustaz Cagub

Warga Purwadadi Tagih Janji Ustaz Cagub

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9166 shares
    Share 3666 Tweet 2292
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1227 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5240 shares
    Share 2096 Tweet 1310
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11706 shares
    Share 4682 Tweet 2927
  • Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

    5632 shares
    Share 2253 Tweet 1408
  • 8 Keutamaan Shalawat Nabi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4146 shares
    Share 1658 Tweet 1037
  • Keutamaan Menyebarkan Salam

    174 shares
    Share 70 Tweet 44
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga