• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 19 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Mereka Begitu Mencintai Nabi

18/04/2026
in Nasihat
Ada Adab,  Ada Hikmah

Ilustrasi, foto: bwallpapers.com

66
SHARES
505
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PARA SAHABAT radhiyallahum ajma’in sangat mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan sekadar karena itu perintah Allah, tapi juga karena Nabi selalu ada untuk mereka.

Islam mengajarkan dua sisi amal: hablum minallah dan habulum minannas. Hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan itu dengan begitu sempurna.

Ada seorang sahabat Nabi dari Arab Badui pedalaman. Ia miskin. Bajunya sangat sederhana. Ia berdagang minyak untuk wewangian di sekitaran Masjid Nabawi.

Tak ada orang yang tahu persis di mana rumahnya karena begitu jauhnya di wilayah pedalaman. Hampir tak ada pula orang yang menyapa, apalagi mengakrabkannya.

Tiba-tiba, ia merasakan ada seseorang yang menutup matanya dari arah belakang. “Siapa, ya? Hm, siapa sih?” ucapnya. Ia seperti merasa terhibur karena ada juga orang yang menganggapnya ada dan memperlakukannya begitu akrab.

Setelah ia menoleh ke belakang, di luar dugaannya, ternyata orang yang bercanda dengannya itu adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Eh, Rasulullah!” ucapnya seraya memeluk tubuh Rasulullah dengan begitu hangat.

Di sisi lain bangunan Masjid Nabawi, ada tenda besar tempat muhajirin yang fakir dan miskin. Mereka tak punya rumah. Begitu pun dengan makanan dan minuman. Mereka biasa disebut Ahlus Suffah.

Hampir seratus persen kehidupan mereka disuplai oleh Nabi. Jika dapur Nabi banyak makanan, mereka akan banyak makan. Tapi jika kosong, mereka pun tak dapat makanan.

Suatu hari, Nabi mendapat hadiah satu wadah susu dari seorang sahabat. Nabi langsung membawanya ke situ. Nabi memanggil Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang juga menetap di situ untuk mengabarkan kalau ada susu untuk mereka.

Mereka pun duduk berjajar rapi. Setiap orang disediakan gelas. Nabi bersama dengan Abu Hurairah mengisi setiap gelas itu dengan susu. Semua orang kebagian. Kecuali, Nabi dan Abu Hurairah sendiri. Tapi setelah ditiris-tiriskan wadah itu, ada sisa satu gelas. Dan Nabi pun membagi sisa susu itu untuk berdua dengan Abu Hurairah.

Tidak jarang juga, Nabi dikunjungi para istri dari sahabat. Umumnya mereka ingin menanyakan tentang hukum fikih perempuan. Tapi, banyak pula yang curhat tentang  suami-suami mereka.

Nabi juga tidak segan-segan untuk ikut turun ke liang lahat menguburkan seorang sahabat atau sahabiyah. Di antaranya, ketika wafatnya Ummu Rumman, istri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq yang juga ibu mertua Rasulullah.

Nabi juga tidak sungkan untuk menggendong bayi para sahabat yang baru lahir. Nabi mengunyahkan kurma untuk kemudian ‘dicicipi’ oleh sang bayi. Di antara bayi itu adalah Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhum.

Tidak sedikit pula para ibu yang datang untuk ‘menitipkan’ anak-anak mereka kepada Nabi. Mereka adalah anak-anak yatim. Para ibu ingin anak-anak mereka bisa melayani Nabi di rumah, sekaligus bisa belajar langsung dengan Nabi.

Nabi menerima mereka dengan senang hati. Di antara anak-anak itu adalah Anas bin Malik, Zaid bin Tsabit, dan lainnya.

Setelah Nabi wafat, cinta itu tetap melekat dari para sahabat. Bahkan seorang Bilal bin Rabbah radhiyallahu ‘anhu tak lagi mampu mengumandangkan azan.

Kenapa? Karena ia tak mampu lagi menyebut nama Rasulullah. Ia akan menangis sejadi-jadinya.

**

Cinta dan rasa hormat kepada pemimpin tidak bisa direkayasa. Tidak juga bisa dipaksa-paksakan. Rasa cinta dan penghormatan yang dalam mereka tumbuh alami sebagai buah dari pengorbanan tulus para pemimpin.

Para pemimpin selalu ada untuk mereka. Pemimpin soleh itu tidak sekadar mengatakan, tapi juga membuktikan. Dan pembuktian jauh lebih kuat dari seribu satu dalil dalam bentuk ucapan. [Mh]

 

Tags: Mereka Begitu Mencintai Nabi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mereka yang Dimakamkan di Baqi akan Dibangkitkan Pertama bersama Rombongan Rasulullah

Next Post

5 Perawatan Wajah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Next Post
5 Perawatan Wajah yang Bisa Dilakukan di Rumah

5 Perawatan Wajah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Hikmah Perang 40 Hari di Timteng

Adu Kuat Perang Narasi dan Opini Iran dan AS

Syariat dan Tatacara Syukuran Aqiqah

Syariat dan Tatacara Syukuran Aqiqah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8223 shares
    Share 3289 Tweet 2056
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3682 shares
    Share 1473 Tweet 921
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4542 shares
    Share 1817 Tweet 1136
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2053 shares
    Share 821 Tweet 513
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4214 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1210 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11255 shares
    Share 4502 Tweet 2814
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga