• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 2 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Menunjukkan Bukti Cinta

20/04/2025
in Nasihat
Menunjukkan Bukti Cinta

Ilustrasi, foto: muslim.sg

78
SHARES
602
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CINTA itu butuh bukti. Ayah ibu terhadap anak, kakek nenek terhadap cucu. Salah satu buktinya melalui kecupan.

Hasan dan Husein radhiyallahu ‘anhuma merupakan cucu tersayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mungkin karena keduanya lahir lebih awal dari cucu-cucu yang lain.

Hasan lahir pada bulan Sya’ban tahun ketiga hijriyah. Sementara Husein lahir pada bulan Syawal tahun keempat hijriyah. Keduanya terpaut sekitar satu tahun.

Awalnya, Hasan diberikan nama oleh ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sebagai Harbun. Artinya perang. Tapi diganti oleh Rasulullah dengan Hasan.

Begitu pun ketika lahir Husein. Sang ayah, Ali bin Abi Thalib, juga memberikannya nama Harbun. Tapi kembali diganti oleh Rasulullah dengan Husein.

Ada yang bertanya kenapa Ali bin Abi Thalib kenapa begitu suka dengan nama harbun. Jawabnya, karena aku suka dengan berperang.

Tampaknya, wajar sekali kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai kakek menggantinya dengan nama Hasan dan Husein.

Kecupan yang Berbeda

Sejak Hasan dan Husein masih kecil, Nabi biasa mengecup keduanya. Tapi, lokasi kecupan untuk Hasan di bibir, sementara Husein di leher.

Husein mengadu ke ibunya, Fathimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha. Ia mengatakan, kakek lebih sayang Hasan daripada dirinya. Fatimah pun mengajak Husein menemui sang kakek untuk menanyakan langsung kenapa kecupannya berbeda.

Awalnya, Nabi merasa berat untuk menjawab. Tapi, akhirnya dijawab juga. Hal ini karena berkenaan dengan bentuk kematian keduanya kelak.

Nabi mengatakan, aku mengecup bibir Hasan karena kelak ia akan mati karena racun yang masuk melalui mulutnya. Sementara Husein….

Nabi merasa lebih berat lagi untuk mengatakan, hingga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pingsan. Ketika siuman, Nabi bersedih dan melanjutkan pembicaraannya. Sementara Husein, mati karena lehernya dipenggal.

Jadi, Nabi mengecup keduanya di tubuh yang berbeda bukan karena pilih kasih. Tapi sebagai ungkapan cinta terhadap apa yang kelak mereka alami di akhir hayat.

Seorang sahabat dari suku pedalaman terheran kenapa Rasulullah mencium cucunya. Karena, mereka tidak terbiasa melakukan itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi (oleh Allah subhanahu wata’ala).”

**

Cinta itu tidak cukup hanya diucapkan: kepada istri atau suami, kepada ayah atau ibu, dan kepada anak cucu. Tapi, harus diperlihatkan melalui kecupan atau ciuman.

Nilai transendentalnya juga begitu dalam: siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak disayangi. Siapa yang tidak memperlihatkan sayangnya kepada orang tersayang, maka ia tidak mendapatkan ungkapan sayang dari Allah yang Maha Rahim dan Rahman.

Buktikan selalu kalau kita mencintai mereka, insya Allah, kita akan meraih ungkapan sayang dari Allah subhanahu wata’ala. [Mh]

 

 

Tags: Menunjukkan Bukti Cinta
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cukup Satu Menit Saja untuk Menegur Anak yang Berbuat Kesalahan

Next Post

Rumah Tangga adalah Bangunan Paling Vital dalam Masyarakat

Next Post
Rumah Tangga adalah Bangunan Paling Vital dalam Masyarakat

Rumah Tangga adalah Bangunan Paling Vital dalam Masyarakat

Polusi Udara Bisa Jadi Pemicu Serangan Stroke, Simak Alasannya Berikut

Polusi Udara Bisa Jadi Pemicu Serangan Stroke, Simak Alasannya Berikut

Hikmah Rasulullah Menikahi Banyak Wanita

Hikmah Rasulullah Menikahi Banyak Wanita

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9014 shares
    Share 3606 Tweet 2254
  • Tips Efektif Membersihkan Perabotan Dapur yang Berlemak

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11654 shares
    Share 4662 Tweet 2914
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1160 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4072 shares
    Share 1629 Tweet 1018
  • Adakah Urutan Memotong Kuku dalam Islam?

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Inilah 7 Destinasi Wisata di Luak Limapuluh yang Wajib Dikunjungi

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Potret Dian Sastrowardoyo Umroh Bersama Keluarga

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Makna Shaum

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga