• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Menunjukkan Bukti Cinta

20/04/2025
in Nasihat
Menunjukkan Bukti Cinta

Ilustrasi, foto: muslim.sg

77
SHARES
593
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CINTA itu butuh bukti. Ayah ibu terhadap anak, kakek nenek terhadap cucu. Salah satu buktinya melalui kecupan.

Hasan dan Husein radhiyallahu ‘anhuma merupakan cucu tersayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mungkin karena keduanya lahir lebih awal dari cucu-cucu yang lain.

Hasan lahir pada bulan Sya’ban tahun ketiga hijriyah. Sementara Husein lahir pada bulan Syawal tahun keempat hijriyah. Keduanya terpaut sekitar satu tahun.

Awalnya, Hasan diberikan nama oleh ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sebagai Harbun. Artinya perang. Tapi diganti oleh Rasulullah dengan Hasan.

Begitu pun ketika lahir Husein. Sang ayah, Ali bin Abi Thalib, juga memberikannya nama Harbun. Tapi kembali diganti oleh Rasulullah dengan Husein.

Ada yang bertanya kenapa Ali bin Abi Thalib kenapa begitu suka dengan nama harbun. Jawabnya, karena aku suka dengan berperang.

Tampaknya, wajar sekali kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai kakek menggantinya dengan nama Hasan dan Husein.

Kecupan yang Berbeda

Sejak Hasan dan Husein masih kecil, Nabi biasa mengecup keduanya. Tapi, lokasi kecupan untuk Hasan di bibir, sementara Husein di leher.

Husein mengadu ke ibunya, Fathimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha. Ia mengatakan, kakek lebih sayang Hasan daripada dirinya. Fatimah pun mengajak Husein menemui sang kakek untuk menanyakan langsung kenapa kecupannya berbeda.

Awalnya, Nabi merasa berat untuk menjawab. Tapi, akhirnya dijawab juga. Hal ini karena berkenaan dengan bentuk kematian keduanya kelak.

Nabi mengatakan, aku mengecup bibir Hasan karena kelak ia akan mati karena racun yang masuk melalui mulutnya. Sementara Husein….

Nabi merasa lebih berat lagi untuk mengatakan, hingga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pingsan. Ketika siuman, Nabi bersedih dan melanjutkan pembicaraannya. Sementara Husein, mati karena lehernya dipenggal.

Jadi, Nabi mengecup keduanya di tubuh yang berbeda bukan karena pilih kasih. Tapi sebagai ungkapan cinta terhadap apa yang kelak mereka alami di akhir hayat.

Seorang sahabat dari suku pedalaman terheran kenapa Rasulullah mencium cucunya. Karena, mereka tidak terbiasa melakukan itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi (oleh Allah subhanahu wata’ala).”

**

Cinta itu tidak cukup hanya diucapkan: kepada istri atau suami, kepada ayah atau ibu, dan kepada anak cucu. Tapi, harus diperlihatkan melalui kecupan atau ciuman.

Nilai transendentalnya juga begitu dalam: siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak disayangi. Siapa yang tidak memperlihatkan sayangnya kepada orang tersayang, maka ia tidak mendapatkan ungkapan sayang dari Allah yang Maha Rahim dan Rahman.

Buktikan selalu kalau kita mencintai mereka, insya Allah, kita akan meraih ungkapan sayang dari Allah subhanahu wata’ala. [Mh]

 

 

Tags: Menunjukkan Bukti Cinta
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cukup Satu Menit Saja untuk Menegur Anak yang Berbuat Kesalahan

Next Post

Rumah Tangga adalah Bangunan Paling Vital dalam Masyarakat

Next Post
Rumah Tangga adalah Bangunan Paling Vital dalam Masyarakat

Rumah Tangga adalah Bangunan Paling Vital dalam Masyarakat

Polusi Udara Bisa Jadi Pemicu Serangan Stroke, Simak Alasannya Berikut

Polusi Udara Bisa Jadi Pemicu Serangan Stroke, Simak Alasannya Berikut

Hikmah Rasulullah Menikahi Banyak Wanita

Hikmah Rasulullah Menikahi Banyak Wanita

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8707 shares
    Share 3483 Tweet 2177
  • Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11489 shares
    Share 4596 Tweet 2872
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2329 shares
    Share 932 Tweet 582
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga