CINTAI Islam melebihi yang lain di dunia ini. Meskipun itu suami atau istri yang kita cintai.
Ada seorang istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang terakhir dinikahi Rasul. Ia adalah Sayyidah Maimunah radhiyallahu ‘anha yang dinikahi Rasul pada tahun ke-7 hijriyah.
Nama aslinya adalah Barrah binti Al-Harits. Nama itu kemudian diganti oleh Rasulullah menjadi Maimunah yang artinya berita baik.
Bisa dibilang, Maimunah tergolong wanita bangsawan Quraisy. Seluruh keluarga besarnya tergolong kaya, berpengaruh, dan pemimpin Quraisy. Di antaranya adalah adik seibunya, yaitu Khalid bin Walid dan kakak iparnya yang Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhum.
Maimunah menikah dengan Nabi setelah terjadi perceraian dengan suaminya yang masih kafir. Saat itu, sedang terjadi Perang Khaibar antara umat dengan Yahudi di sebelah utara Madinah.
Meski ia dan suaminya tinggal di Mekah, tapi informasi tentang peperangan itu mereka dapatkan. Termasuk kabar kemenangan yang diraih umat Islam.
Maimunah begitu senang dengan kabar itu. Sementara suaminya yang kafir begitu sedih. Kasus itu pun akhirnya menyulut pertengkaran hebat yang berujung perceraian.
Akhirnya, Maimunah meninggalkan rumah suaminya dan tinggal di rumah kakaknya: Lubabah binti Al-Harits yang biasa disebut Ummu Fadhl. Beliau adalah istri Abbas bin Abdul Muthalib yang juga ibu dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu.
Suatu kali terdengar kabar kalau Rasulullah dan sebagian kaum muslimin akan umrah ke Mekah. Peristiwa ini bersamaan dengan Perjanjian Hudaibiyah yang akhirnya memutuskan umrah tersebut dibatalkan atau ditolak pihak Quraisy.
Di sebuah lokasi yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari Mekah, Abbas bin Abdul Muthalib mengadakan pembicaraan khusus dengan Nabi. Yang intinya, Nabi dilamar oleh pamannya sendiri untuk calon istri Maimunah. Dan berlangsunglah pernikahan itu yang diwalikan oleh Abbas.
Saat itu, Rasulullah mengajukan permohonan untuk mengadakan walimahan di Mekah. Dengan begitu, para tokoh Quraisy pun akan diundang hadir. Tapi, permohonan itu juga ditolak Quraisy.
Setahun kemudian, Abbas dan keluarga memboyong Maimunah ke Madinah. Saat itulah, Nabi baru bisa tinggal serumah dengan Maimunah.
Saat itu usia Maimunah sekitar 35 tahun, sementara usia Rasulullah sekitar 60 tahun. Inilah pernikahan terakhir Rasulullah.
Maimunah tergolong istri Nabi yang umurnya panjang. Ia wafat di masa Kekhalifahan Umayyah yang dipimpin Muawiyah radhiyallahu ‘anhu. Ia wafat di usia 80 tahun dan dishalatkan oleh keponakannya: Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu. [Mh]
**
Orang umumnya bilang, cinta bisa melupakan segalanya. Tapi orang yang beriman juga bilang, iman bisa melupakan segalanya, termasuk cinta suami istri.
Dunia ini begitu sementara. Karena itu, hati-hatilah menempatkan cinta. Letakkan cinta sejalan dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Jangan pernah berseberangan dengan itu. [Mh]





