• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Kesempatan Belajar Memimpin

18/11/2025
in Nasihat
Subhanallah, Inilah Negara tanpa Malam

Ilustrasi, foto: Sweden

69
SHARES
530
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PEMIMPIN tumbuh dan mapan dalam proses panjang. Karena itu, berikan kesempatan yang muda untuk memimpin.

Ada yang menarik dalam penggalan sejarah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma. Di usia remaja, ia sudah dipercayakan Rasul untuk memimpin perang besar.

Usamah bin Zaid merupakan sahabat muda yang tumbuh di lingkungan keluarga Nabi. Usianya tak jauh berbeda dengan dua cucu Rasulullah: Hasan dan Husein radhiyallahu ‘anhum.

Ketika Rasulullah memangku dua cucunya itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bergantian memangku Usamah bin Zaid. Ketiga anak itu merupakan kesayangan Nabi.

Di bulan Shafar tahun ke-11 Hijriyah, Rasulullah tengah menyiapkan pasukan besar untuk melawan pasukan Bizantium di sebelah utara Madinah. Hal ini dimaksudkan agar Bizantium tidak terus bergerak ke arah Madinah.

Di luar dugaan banyak sahabat senior saat itu, Rasulullah menunjuk Usamah bin Zaid sebagai panglima perang. Padahal, usianya saat itu baru sekitar 17 tahun.

Ada sebagian sahabat yang keberatan dengan pilihan itu. Hal ini karena lawan yang akan dihadapi begitu berat. Butuh sosok yang berpengalaman untuk menghadapi itu. Begitu banyak sahabat-sahabat senior yang sangat berpengalaman memimpin perang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dalam pidatonya: jika kalian meremehkan kepemimpinan Usamah bin Zaid, berarti kalian juga meremehkan kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Zaid bin Haritsah, ayah dari Usamah, syahid dalam perang yang sama sebelumnya.

“Demi Allah, jiwa kepemimpinan telah terpatri dalam dirinya. Demi Allah, dia orang yang paling aku cintai!” lanjut Rasulullah.

Akhirnya, beragkatlah pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid ke arah utara Madinah. Namun, belum lama perjalanan pasukan ini, dikabarkan kalau kesehatan Rasulullah memburuk. Dan menyusul kabar kalau beliau shallallahu ‘alaihi wasallam wafat.

Kabar duka ini membuat Usamah dan seluruh pasukan berduka. Usamah membatalkan perjalanan. Mereka kembali ke Madinah.

Pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid ini baru diberangkatkan lagi setelah terpilihnya Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah.

Khalifah Abu Bakar sendiri yang mengantarkan Usamah bersama dengan tiga ribu pasukan. Khalifah Abu Bakar mengantarkannya dengan berjalan kaki, sementara Usamah menaiki unta. Hal ini sebagai penghormatan Abu Bakar terhadap apa yang telah diputuskan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

**

Inilah di antara keteladanan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Islam menginginkan rotasi kepemimpinan berjalan dengan baik. Anak muda harus disiapkan untuk menjadi pemimpin berikutnya.

Jangan sampai terjadi seorang pemimpin lupa masa tuanya, sementara yang muda acuh tak acuh dengan saat gilirannya tiba. [Mh]

 

Tags: Kesempatan Belajar Memimpinusamah bin zaid
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pentingnya Memuliakan Tetangga

Next Post

Jangan Ikuti Jalan Setan

Next Post
Jangan Pernah Menilai Seseorang dengan Melihat Masa Lalunya

Jangan Ikuti Jalan Setan

Adab Memasuki Kamar Orangtua

Hukum Istri Menolak Ajakan Suami yang Berpenyakit Menular

Utamakan Melihat Aib Diri

Quran Activity bersama Anak-Anak

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8696 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4444 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3913 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5161 shares
    Share 2064 Tweet 1290
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga