Ada penyakit yang tidak terlihat oleh mata, tetapi dampaknya bisa merusak diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Salah satunya adalah kesombongan. Penyakit hati ini terkadang muncul secara perlahan hingga seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mulai merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain.
Sombong bukan hanya tentang merasa memiliki harta lebih banyak atau jabatan yang lebih tinggi. Seseorang bisa saja merasa lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih tahu agama, atau lebih hebat dalam suatu bidang. Ketika perasaan tersebut membuatnya meremehkan orang lain dan sulit menerima nasihat, di situlah kesombongan mulai berbahaya.
Baca Juga: Tiga Aspek Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Makanan Sumber Vitamin C
Jangan Biarkan Kesombongan Menguasai Hati
Rasulullah telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Beliau bersabda bahwa tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meskipun sebesar zarah. Ketika seorang sahabat bertanya tentang seseorang yang senang mengenakan pakaian dan alas kaki yang bagus, Rasulullah menjelaskan bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
Hadis tersebut memberikan pelajaran penting bahwa tampil rapi, memakai pakaian bagus, atau menikmati nikmat yang Allah berikan bukanlah kesombongan. Masalahnya terletak pada hati. Ketika seseorang merasa lebih tinggi sehingga tidak mau menerima kebenaran hanya karena datang dari orang lain, atau memandang rendah orang yang dianggap tidak sederajat, maka ia perlu berhati-hati.
Al-Qur’an juga menggambarkan kesombongan Fir’aun yang mencapai puncaknya ketika ia berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” Kesombongan membuat seseorang lupa bahwa dirinya hanyalah makhluk yang memiliki keterbatasan.
Apa pun yang kita miliki pada akhirnya hanyalah titipan. Harta bisa berkurang, jabatan dapat berakhir, kecantikan akan berubah, dan kekuatan tubuh pun tidak selamanya sama. Tidak ada manusia yang dapat menghindari kematian. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa paling hebat.
Salah satu cara menjaga hati dari kesombongan adalah sering mengingat asal-usul dan akhir kehidupan. Kita berasal dari sesuatu yang lemah dan tidak berdaya. Setelah menjalani kehidupan di dunia, kita akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap amal.
Maka, ketika mendapatkan kelebihan, bersyukurlah. Ketika dipuji, tetaplah rendah hati. Dan ketika menerima nasihat, belajarlah mendengarkan meskipun datang dari seseorang yang lebih muda atau memiliki keadaan berbeda.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari kesombongan, melembutkan hati untuk menerima kebenaran, dan mengajarkan kita untuk menghargai sesama. Sebab kemuliaan seseorang bukan karena merasa lebih tinggi daripada orang lain, melainkan karena ketakwaannya kepada Allah. [DW]

