ADAB itu perilaku, kesopanan, tatakrama seperti yang diteladani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jaga selalu adab kita.
Banyak peristiwa di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan tingginya adab para sahabat radhiyallahum ajma’in.
Pernah ada sosok misterius yang datang ke tengah kumpulan sahabat saat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia tiba-tiba mendekati Nabi, bertanya, dan membenarkan jawaban Nabi.
Empat hal yang ia tanyakan: tentang iman, tentang Islam, tentang ihsan, dan tentang Hari Kiamat. Ia yang bertanya, dan ia sendiri yang membenarkan jawaban Nabi.
Saat itu, tak seorang pun dari para sahabat yang bersuara. Mereka diam dan mengikuti adegan demi adegan yang begitu menarik.
Setelah sosok misterius itu pergi, baru mereka mendapatkan penjelasan dari Nabi. Nabi menjelaskan bahwa sosok itu adalah Malaikat Jibril yang menyerupai manusia untuk memberikan pelajaran untuk kita semua.
Di momen yang berbeda, seorang sahabat ingin ‘meluruskan’ salah satu strategi perang Nabi saat mengepung kaum Yahudi Khaibar. Menariknya, sahabat ini membuka ucapannya dengan kurang lebih mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah strategi ini wahyu dari Allah atau dari pikiran Anda?”
Setelah Nabi menjawab bahwa itu murni buah pikiran kemanusiaannya, barulah sahabat itu memberikan masukan. Dan akhirnya, usulan sahabat itulah yang akhirnya disetujui dan dipakai Nabi.
**
Adab itu ciri tingginya ilmu seseorang. Persis seperti filosofi padi: makin menunduk, makin berisi. Sebaliknya, seperti sebuah peribahasa: tong kosong nyaring bunyinya. Semakin bodoh, semakin banyak komentar.
Adab berorganisasi jauh lebih rumit lagi. Harus ada ‘kemersaan’ abadi antara yang mimpin dan yang dipimpin. Orang yang mimpin adalah yang paling dicintai pengikutnya, dan semua pengikut adalah yang paling diutamakan oleh pemimpinnya, melampaui diri dan keluarganya sendiri.
Tanpa adab, hubungan antar manusia menjadi sangat ‘mekanis’. Kita menjadi seperti robot yang berinteraksi secara otomatis. Atau, seperti serigala yang saling menunggu kesempatan untuk bisa menerkam duluan. [Mh]


