RUTINITAS itu membosankan. Sebagai obatnya, perlu kegiatan selingan. Tapi jangan tertukar: mana yang rutin dan mana yang selingan.
Seekor gurita begitu bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Setiap hari, ia hanya melihat dunia dasar laut yang membosankan.
Setiap hari, ia menyaksikan suasana sepi. Ada ikan-ikan karang yang bersembunyi, muncul sebentar, dan kemudian sembunyi lagi.
Ia juga sering menemukan cumi yang lari dikejar ikan ganas. Cumi pun bersembunyi, kemudian lari lagi dikejar sosok yang itu-itu saja.
Sungguh pun ada ‘kehebohan’, tapi itu hanya sesaat. Selebihnya, si gurita hanya mendapati keadaan yang sepi.
Rasanya, ia ingin melihat dunia atas sana. Dunia di permukaan yang katanya lebih menarik dan tidak membosankan. Ah, seperti apa ya keadaannya. Pikir si gurita.
“Hati-hati, Gur! Di sana banyak monster jahat,” teriak si cumi-cumi mengingatkan gurita.
Justru, ucapan cumi kian menambah penasaran gurita. Ia pun berenang perlahan ke arah permukaan laut. “Ahh, rupanya di sini lebih terang!” ucapnya.
Tapi, belum lagi ia menikmati cahaya matahari yang hangat, tiba-tiba tubuhnya dihantam ombak besar. Ia sempat terhuyung dan terbawa ke dalam. Ia pun mampu kembali lagi ke permukaan.
Kali ini, ia mendapati begitu banyak ikan buas yang mengejar-ngejar ikan kecil. Darah pun menjadi seperti hal biasa. “Hiii, ngerinya!” ucap si gurita bergidik.
Akhirnya, ia pun kembali ke dasar laut, tempat di mana ia hidup dalam rutinitasnya.
“Ah, ternyata tidak semua yang sepi dan membosankan itu buruk. Justru, di sinilah hidup asli yang sebenarnya,” gumamnya.
**
Dunia ‘permukaan’ kadang menipu. Sesuatu yang dinilai viral misalnya, sebagian besarnya hanya rekayasa algoritma.
Dunia ‘permukaan’ kadang juga menakutkan. Ada berita pembunuhan, dan berbagai cerita horor kriminalitas yang kian menciutkan nyali.
Dunia ‘permukaan’ kadang hanya berisi pertarungan ‘orang-orang besar’. Yang boleh jadi, mereka tak pernah peduli dengan ‘orang kecil’.
Jangan pernah bosan dengan rutinitas kita. Sekecil apa pun cakupannya. Sesepele apa pun jangkauannya. Itulah sebenarnya kehidupan kita yang asli. [Mh]


